Fokus | Page 15 | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 27 November 2021

MOMENTUM MEMBANGUN SEKTOR PERTANIAN?

balitribune.co.id | Dalam suasana “lockdown” Virus Corona,  saya mendapat telpun dari seniman Prof. Wayan Dibia.  Beliau adalah kolega satu kampung. Sebagai seniman, beliau sudah mencicipi sekolah, dan melanglang buana kemana-mana. “Sekarang adalah momentum untuk membuat kebijakan membangun pertanian” katanya tegas. Ditambahkan bahwa, kalau kita terus-menerus mau tergantung dari sektor pariwisata, inilah akibatnya.

Fokus | Submitted by contributor on Wed, 04/01/2020 - 15:01

DARI 4.0. MENUJU 0.0.

balitribune.co.id | Saya agak terpanga dengan statment seorang kolega. Bahwa korona membuat  target kemajuan yang diramalkan pada tahun 2020, menjadi tidak tercapai. Diantaranya target tahun ini, di mana kita akan sudah menggunakan mobil dengan tenaga listrik, dll. Itu semua tidak akan pernah ada (tahun ini).

Fokus | Submitted by contributor on Mon, 03/23/2020 - 09:43

Bagi Bali, Industri Wisata Tetap Utama

balitribune.co.id | Sial, itu kata singkat yang pantas diberikan kepada Bali dengan berbagai keindahan obyek wisatanya. Virus ganas Covid-19 yang bermula dari Wuhan China, mendadak merebak oleh lalu lalang manusia keberbagai penjuru dunia. Tentang Covid-19 sudah terlalu banyak dibahas diberbagai forum, termasuk di media.

Fokus | Submitted by contributor on Thu, 03/19/2020 - 17:28

Virus Corona Mendorong Manusia untuk Rendah Hati

balitribune.co.id | Manusia dilahirkan memang sudah melekat memiliki rasa “aku”. Mungkin tujuannya, agar pada saatnya, manusia siap untuk berkompetisi. Namun dalam perjalanannya, rasa “aku” pada manusia menjelma menjadi rasa sombong.  Baik rasa sombong yang dilakukan dalam skala kecil atau besar, dirasakan atau tidak dirasakan, sengaja atau tidak disengaja.

Fokus | Submitted by contributor on Mon, 03/16/2020 - 06:27

MENCARI PRODUK PERTANIAN DI TENGAH GANASNYA VIRUS CORONA

balitribune.co.id | Kalau ada wabah atau bencana, maka manusia pasti berpaling pada pertanian. Sebab manusia pertama-tama harus mengamankan isi perutnya, sebelum berpikir pada kepentingan sekunder lainnya. Demikian juga pada fenomena kasus virus corona saat ini. Begitu ada kasus dua WNI positif terserang virus corona di Depok, maka warga Jabodetabek mulai panik.

Fokus | Submitted by contributor on Sat, 03/07/2020 - 14:10

Persahabatan Indonesia-Jerman dan Partisipasi Masyarakat

balitribune.co.id | Partisipasi dan peran serta masyarakat sungguh mutlak dan strategis bagi terciptanya hubungan harmonis antar bangsa. Upaya kerjasama antar pemerintah yang dikenal dengan G to G, menjadi lebih optimal apabila masyarakat antar bangsa, mengambil bagian secara aktif sesuai bidang profesi dan peminatannya.

Fokus | Submitted by contributor on Thu, 03/05/2020 - 17:48

Beban Berat Sebuah Prestise

balitribune.co.id | Di tengah upaya serius pemerintah Indonesia mengatasi defisit neraca perdagangan, Amerika Serikat (AS)  memberi beban baru. Dua hari lalu United State Trade Representatif (USTR) atau perwakilan dagang AS, merilis pengumuman resmi bahwa Indonesia telah dipindahkan dari daftar negara berkembang ke daftar negara maju.

Fokus | Submitted by contributor on Wed, 02/26/2020 - 18:19

UPAKARA NYOMYA VIRUS CORONA DI PURA BESAKIH

balitribune.co.id | Minggu, tilem (23/2) yl, langit sangat cerah sejak pagi di kawasan Pura Besakih. Gunung Agung tampak jelas lekuk-lekuknya yang hijau, berdiri kekar. Di kakinya, Pura Besakih menjulang ranum, berdiri dengan aura angker, tetapi anggun. Seolah-olah menyaksikan damuhNya yang sangat bersedih dan berduka, karena adanya serangan Virus Corona di RRT.

Fokus | Submitted by contributor on Sun, 02/23/2020 - 20:11

Alam Akhirnya Mengendalikan Kapitalis dan Pariwisata Massal di Bali

balitribune.co.id | Sejak lama ada wacana tentang kekhawatiran perkembangan pariwisata massal di Bali. Termasuk Wagub Bali Cok Ace, yang ahli di bidang pariwisata. Ia selalu mengatakan bahwa secara sekale alam Bali sekarang sudah rusak. Sawah dan subak semakin habis. Tetapi tidak ada orang yang mampu mengendalikan pariwiata massal tsb. Kenapa? Karena pariwisata massal menempatkan orang-orang dalam zone nyaman.

Fokus | Submitted by contributor on Sun, 02/16/2020 - 10:31