1.046 Pasien Covid di Denpasar Sembuh, Kesembuhan Tembus 81,65 Persen | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 30 July 2020 01:07
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Dewa Gede Rai
balitribune.co.id | Denpasar - Perkembangan kesembuhan kasus Covid-19 di Kota Denpasar kian hari semakin meningkat. Kendati masih ditemukan kasus positif baru, angka kesembuhan pasien mengalami lonjakan drastis. Per hari Rabu (29/7) tercatat penambahan pasien sembuh sebanyak 51 orang. Itu artinya, secara kumulatif dari 1.281 kasus Covid-19 di Denpasar, sebanyak  1.046 orang atau setara dengan 81,65 persen sembuh.
 
 “Kasus sembuh melonjak drastis, hari ini 51 orang sembuh, kasus positif bertambah 19 orang, penambahan kasus positif hari ini tersebar di 10 desa/kelurahan, sedangkan 33 desa/kelurahan lainya tercatat nihil penambahan kasus positif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai di ruang Press Room Kantor Walikota Rabu (29/7).
 
Berdasarkan data, Desa Peguyangan Kaja mencatatkan penambahan kasus tertinggi sebanyak 6 kasus positif baru, disusul Desa Dangin Puri Kauh dengan 3 kasus positif baru, disusul Kelurahan Pedungan dan Panjer yang mencatatkan penambahan 2 kasus positif baru sedangkan 6 desa/kelurahan lainya mencatatkan 1 kasus baru. Sisanya, sebanyak 33 desa/kelurahan nihil. 
 
 Dewa Rai menjelaskan angka kesembuhan pasien dan penambahan kasus positif Covid-19 masih fluktuatif. Dimana, di tengah banyaknya pasien sembuh, juga masih ditemukan kasus positif. Karenanya diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. 
 
Dewa Rai menambahkan walau saat ini sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru, namun kasus positif baru di internal keluarga dan pasien positif dengan riwayat perjalanan dalam daerah  masih menunjukkan peningkatan. Kedua klaster baru inilah yang patut diwaspadai bersama mengingat adanya mobilitas penduduk cukup tinggi.
 
“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam lingkup rumah tangga dan lingkungan sekitar rumah, mengingat dua klaster yakni klaster keluarga dan perjalanan dalam daerah mulai mendominasi, hal ini mengingat arus mobilitas di Denpasar sangat tinggi," ujar Dewa Rai.