Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

15 Hari Terseret Arus dari Makassar, Daeng Siki Ditolong Nelayan Asal Tulamben di Selat Lombok

Bali Tribune/ SELAMAT – Terombang-ambing selama 15 hari dari Makassar, nelayan Daeng Siki akhirnya diselamatkan nelayan asal Tulamben di Selat Lombok.
balitribune.co.id | Amlapura  - Terombang ambing  selama hampir lima belas hari di tengah laut, Sumaila Daeng Siki (65) warga asal Pulau Satanger, Kampung Barat Daya RT 5, Kecamatan Liukantangaya, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan selamat dalam kondisi lemas di atas perahunya di perairan Selat Lombok. Pria malang ini diselamatkan oleh I Komang Sukerata (45), nelayan asal Banjar Dinas Batudawa, Desa Tulamben, Kubu, Karangasem, Senin (28/6/2021) sore.
 
Kepada awak media, I Komang Sukerata menuturkan, saat itu dirinya tengah memancing di salah satu rumpon terjauh di dekat Selat Lombok, tepatnya sekitar 18 mil laut  dari Pantai Tulamben, Kubu. Sekitar pukul 14.30 Wita, dia melihat sebuah perahu terombang-ambing tanpa arah, sementara nelayan dalam perahu tersebut tertidur lemas.
 
Melihat kejadian tersebut, Komang Sukerata langsung memacu mesin perahunya untuk mengejar dan mendekati perahu yang terseret arus laut tersebut. Benar saja saat didekati, Dia melihat nelayan dalam perahu naas tersebut dalam kondisi lemas. 
 
“Saya dekati perahu itu, dan saya melihat nelayan dalam perahu itu masih sehat tapi kondisinya lemas. Saya beri dia makan karena kebetulan saya masih membawa bungkusan nasi,” ungkap Komang Sukerata.
 
Karena dirinya masih harus memancing mencari ikan, ia kemudian mengambil tali dan mengikatkan perahu nelayan asal Sulawesi Selatan tersebut di rumpon. Baru kemudian setelah selesai mancing, Sukerata kembali mendekati perahu tersebut dan mengecek mesinnya. Ternyata baling-balin mesin perahu Sumaila Daeng Siki itu sudah hilang akibat as baling-balingnya patah.
 
Daeng Sumaila bersama perahunya kemudian ditarik menuju Pantai Tulamben. “Nah waktu itu saya menghubungi Pak Kepala Dusun dan Perbekel agar menghubungi aparat dari Kepolisian karena ada nelayan yang terombang-ambing,” bebernya. 
 
Setelah hari hampir gelap, Komang Sukerata bersama Sumaila Daeng Siki berhasil sampai di Pantai Tulamben. Dibantu warga dan nelayan, dan petugas yang sudah menunggu di pantai, perahu Sumaila Daeng Siki tersebut ditarik ke darat dan diamankan di dekat pohon kelapa.
 
Dengan bantuan warga dan petugas dari Pos Polair Kubu, Daeng Sumaila kemudian diberi minum dan makan serta baju ganti. Sementara ini yang bersangkutan diinapkan di rumah Kepala Dusun setempat. Lantas bagaimana sebenarnya kejadiannya hingga perahu Sumaila Daeng Siki tersebut terombang-ambing dari Makasar sampai ke perairan Selat Lombok?
 
Kepada awak media, Sumaila Daeng Siki menuturkan, dirinya berangkat melaut Sabtu (12/6/2021) lalu, dan biasanya Daeng Siki akan melaut selama tujuh hari sebelum akhirnya pulang untuk menjual hasil tangkapannya. Namun kali ini dirinya apes, karena baru sehari berada di tengah perairan Makassar, as atau poros baling-baling mesin perahunya patah. Ini mengakibatkan baling-balingnya terlepas dan tenggelam di dasar laut.
 
Praktis mesin perahunya tidak berfungsi dan perahunya terseret arus laut serta dihantam gelombang tinggi. Setelah terombang ambing selama hampir 15 hari di tengah laut, Sumaila Daeng Siki sampai ke perairan Selat Lombok hingga akhirnya dirinya bertemu dan diselamatkan oleh I Komang Sukerata, nelayan asal Desa Tulamben.
 
“Mesin perahu saya rusak, perahu saya dihantam gelombang tinggi. Saya berada di laut selama 15 hari tanpa tau saya ada di perairan wilayah mana. Untung saya diselamatkan oleh bapak ini (menunujuk ke arah Komang Sukerata, red) kalau tidak saya tidak bagaimana nasib saya,” ucap Sumaila Daeng Siki. Dia mengatakan, selama di laut hanya memakan beras bekalnya tanpa dimasak. Untuk membuatnya lunak, beras itu direndam dengan air putih yang dibawanya.
 
“Setiap harinya saya hanya makan beras dan minum air putih. Untungnya saya bawa air putih banyak, satu jirigen besar,” bebernya. Saat ini dirinya berharap bisa tinggal sementara di Tulamben untuk beristirahat memulihkan kondisi. Kendati dirinya juga tidak tau harus ke mana, kalau pulang ke Makasar naik perahu itu tidak mungkin.
 
“Saya tidak punya siapa-siapa lagi karena saya sudah cerai sama istri saya. Semoga keluarga saya di Makasar atau mantan istri saya bisa mengetahui saya ada di sini dan bisa keluarga saya datang mencari saya di Bali,” harapnya. 
wartawan
AGS
Category

Duta Gong Kebyar Klungkung Sajikan Tiga Garapan Bertema Nusa Penida

balitribune.co.id I Semarapura - Duta Kabupaten Klungkung yang diwakili oleh Sekaa Gong Gita Remaja Banjar Gelagah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, berhasil memukau ribuan pasang mata penonton saat tampil dalam ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Selasa (7/7/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Tiga Proyek Strategis di Bangli Segera Digeber

balitribune.co.id I Bangli - Kelanjutan pembangunan tiga proyek strategis (Bangli Sport Center, Rumah Jabatan Kapolres dan Sasana Budaya Giri Kusuma) akhirnya terjawab. Dipastikan ketiga kegiatan fisik tersebut akan terlaksana pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas PUPR Perkim Bangli, Dewa Agung Suryadarma, mengatakan dipastikan ketiga kegiatan fisik tersebut akan terlaksana pada tahun 2026 ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pastikan Layanan Optimal, Menko Pemberdayaan Masyarakat Tinjau Fasilitas JKN di RSUP Prof. Ngoerah

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam memastikan transformasi layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), ke RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Damkar Bangli Butuh Armada untuk Proses Evakuasi

balitribune.co.id I Bangli - Beban tugas yang dipikul Pemadam Kebakaran Bangli sangat komplek. Selain turun disaat menerima laporan terjadi musibah kebakaran, damkar Bangli kerap menerima laporan dari masyarakat untuk proses evakuasi  seperti ular dan sarang tawon. Dibalik proses evakuasi Damkar Bangli terbentur dengan ketersedian mobil untuk evakuasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bangli Pimpin Revolusi Digital Pendidikan Indonesia melalui Ekosistem ClassOS

balitribune.co.id | Bangli - Kabupaten Bangli mengambil langkah konkret dan visioner dalam memimpin transformasi digital pendidikan di Indonesia. Bertempat di Gedung Bukti Mukti Bhakti (BMB) Kantor Bupati Bangli, Rabu (8/7/2026), Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada perangkat Smartboard (IFP) bagi Kepala Satuan Pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Bangli.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.