Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

16 Pecalang Wanita Tegur Pemedek

Bali Tribune/ PECALANG - Salah seorang pecalang wanita di Pura Luhur Batu Karu.
balitribune.co.id | Tabanan - Piodalan di Pura Luhur Batukau Desa Wangayo Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan berlangsung setiap Umanis Galungan. Namun ada hal yang menarik pada piodalan yang berlangsung pada Umais Galungan, Kamis (25/7). Kalau pada piodalan piodalan sebelumnya, hanya ada pecalang laki-laki, namun pada piodalan saat ini ada pecalang wanita. 
 
Apa saja tugas pecalang wanita yang berjumlah 16 orang tersebut? Menurut Ni Made Yuni Suastini (40) yang ditemui saat bertugas diapit surat utama Pura Luhur Batukau, pembentukan pecalang wanita ini baru pertama kalinya. “Kalau dulu belum ada pecalang wanita,” jelasnya. 
 
Ia yang berasal dari Desa Wangaya Gede ini menjelaskan pecalang, wanita yang bertugas sebanyak 16 orang yang berasa dari masing-masing banjar yang ada di Desa Wangaya Gede. Dikatakannya, tugas utama yang harus dijalankan adalah menegor pemedek wanita yang tidak rapi terutama dalam bentuk rambut. “Tugas utama menyetop pemedek  wanita yang memakai syal, pakaian tak rapi rambut tidak rapi,” jelasnya. 
 
Saat bertugas di hari pertama ia sudah menegur banyak pemedek wanita terutama para remanjanya yang rambutnya tidak rapi. “Sudah banyak yang kami tegur terutama pemedek wanita remaja karena rambutnya tidak rapi tidak diikat. Setelah kami tegur mereka kemudian merapikan rambutnya dan mengikatnya. Sehingga kelihatan rapi kembali,” jelasnya. 
 
Pantauan di lapangan setiap pintu masuk dijaga pecalang wanita yang didampingi pecalang pria. Untuk pakaiannya atas putih lengan pajang. Dibagian leher terdapat warna putih hitam (poleng ) begitu juga denga selendangnya berwarna poleng. Sedangkan pakaian kamennya didominasi warna hitam dengan strip bagian tengah motif poleng. Untuk mengetahui identigas masing masing menggunakan name tage dan di bagian belakang selendangnya ada tulisan Pecalang Wanita. (u)
wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Barungan Agung Kolaborasi Empat Sekaa Hipnotis Penonton

balitribune.co.id I Gianyar - Open Stage Balai Budaya Gianyar, Senin (13/4/2026) malam terasa berbeda. Riuh tepuk tangan dan decak kagum ribuan penonton yang memadati Alun-alun Gianyar pecah sejak Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Sanggar Cudamani memasuki panggung. Open Stage Balai Budaya Gianyar mendadak panas oleh energi muda saat pementasan Gong Kebyar Barungan Agung serangkaian  Pekan Budaya Gianyar.

Baca Selengkapnya icon click

Satpol PP Denpasar Bersihkan Ratusan Atribut Ilegal

balitribune.co.id I Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melakukan penertiban besar-besaran terhadap media promosi ilegal yang melanggar estetika kota, Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil menyusul banyaknya pengaduan masyarakat terkait maraknya baliho, spanduk, hingga pamflet yang terpasang serampangan di fasilitas umum.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Bagi Wilayah Pengolahan Sampah, Kuta ke TPST Padang Sumbu dan Mengwi ke Mengwitani

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung membagi pengelolaan sampah berdasarkan wilayah untuk mengantisipasi penutupan permanen TPA Suwung mulai 1 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung I Made Agus Aryawan, mengatakan saat ini pengelolaan sampah di Badung dilakukan melalui dua skema utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Komisi IV DPRD Badung Evaluasi LKPJ 2025, Soroti Fasilitas Kesehatan dan Kabupaten Layak Anak

balitribune.co.id I Mangupura - Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja (Raker) bersama delapan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengevaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun Anggaran 2025, Senin (13/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Masih Ada Kawasan Kumuh di Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Kabupaten Badung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia ternyata masih memiliki kawasan kumuh. Pemerintah berlambang keris ini bahkan sampai merogoh kocek bermiliar-miliar rupiah untuk menangani masalah kekumuhan wilayah ini.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Badung menyebut keberadaan kawasan kumuh sebagian besar tersebar di wilayah persewaan yang berkembang seiring pesatnya sektor pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.