Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

17 Pasien Gagal Ginjal Akut di Bali, 11 Meninggal Dunia

Bali Tribune/ GINJAL AKUT- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom (kanan) menjelaskan kerja tim surveilans untuk mendeteksi kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Denpasar, Jumat (21/10/2022) pekan lalu.



balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom mengatakan ada 17 pasien gagal ginjal akut di wilayahnya. Dari jumlah itu, 11 pasien meninggal dunia.

Dari 17 pasien itu, dua orang dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah atau RSUP Sanglah, Denpasar.
 
"Sampai saat ini 17 orang dan memang ada dua orang dari luar Bali. Dan 11 orang meninggal dan 6 sembuh dan tidak ada penambahan kasus lagi," kata Gede Anom, di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jumat (21/10) pekan lalu.
 
Mengenai pasien dari Bali, paling banyak berasal dari Denpasar. Ada pula yang berasal dari Bangli, Klungkung serta Gianyar.
 
Gede Anom mengatakan keluhan yang dialami pasien antara lain kencing yang jarang dan bahkan ada yang tidak buang air kecil dalam 24 jam. Kemudian ada gangguan infeksi saluran pernapasan, saluran cerna, muntah, mencret.
 
"Nah itu yang membawa mereka ke rumah sakit ini. Jelas ada masalah, 24 jam tidak kencing itu baru kita cek yang namanya fungsi ginjal itu terjadi peningkatan," kata Gede Anom.
 
Sejauh ini, Dinas Kesehatan Bali tengah melakukan surveilans terhadap para pasien yang mengalami ginjal akut tersebut. Tujuannya untuk mendeteksi obat apa yang dikonsumsi pasien hingga dirujuk ke rumah sakit.
 
Sejauh ini, di lingkup nasional, ada 241 kasus gagal ginjal akut dengan 133 anak meninggal dunia. Meski demikian, pemerintah RI memastikan belum menetapkan kasus gagal ginjal akut akan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
 
"Kita sudah diskusi belum masuk status KLB," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/10) malam.
 
Menurut Budi Gunadi, Pemerintah RI memastikan belum menetapkan kasus gagal ginjal akut akan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).
 
Dalam konferensi pers tersebut, Budi mengatakan kekinian sudah ada 241 pasien gagal ginjal akut yang terdata dari 22 provinsi, sebanyak 133 di antaranya telah meninggal dunia. Budi mengatakan mayoritas pasien penyakit yang masih belum diketahui penyebabnya ini berasal dari golongan anak-anak, dengan pasien paling banyak bayi di bawah lima tahun (balita).
 
"Hari ini saya ingin memberi update lanjutan dari dua hari lalu. Sampai sekarang kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan ginjal akut di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus," kata Budi.
 
 Kemenkes, kata Budi, mencatat gejala paling banyak dialami adalah oliguria (air kencing sedikit) atau anuria (tidak ada air kencing sama sekali),
 

Ia sekaligus menegaskan hingga saat ini penyebab penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal masih belum dapat diidentifikasi. Namun ia memastikan, penyakit misterius ini tidak terkait dengan pemberian vaksin virus corona (Covid-19).

"Apakah gara-gara vaksin? Di bawah lima tahun belum divaksin," kata dia.
 
Kemenkes menurutnya sudah mewanti-wanti agar orang tua lebih waspada dengan dengan cara terus memantau jumlah dan warna urine yang pekat atau kecoklatan pada anak.
 
Apabila urine berkurang atau berjumlah kurang dari 0,5ml/kgBB/jam dalam 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 jam, maka pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit.
 
Selanjutnya, pihak rumah sakit diminta melakukan pemeriksaan fungsi ginjal yakni ureum dan kreatinin. Apabila hasil fungsi ginjal menunjukkan adanya peningkatan, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasi.
 
Dijelaskan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Bali menurunkan tim surveilans untuk menelusuri kasus gagal ginjal akut pada anak-anak di wilayahnya.
 
"Ada tim khusus dari bagian pengendalian penyakit, mereka bergerak, kerjanya langsung survei di masyarakat, terutama yang terdampak penyakit (gagal ginjal akut)," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom.
 
Ia menjelaskan bahwa tim surveilans yang meliputi petugas Dinas Kesehatan tingkat kabupaten dan kota diturunkan untuk melakukan survei mengenai obat-obatan yang biasa dikonsumsi anak ketika sakit serta memeriksa kondisi anak yang mengonsumsi obat.
 

"Mereka sudah ahlinya, misalnya suatu daerah ada berapa bayi maka diambil sampel jumlah tertentu untuk langsung dikirim ke pusat atau Kemenkes, nanti baru dilaporkan ke kita," katanya.

wartawan
HAN
Category

Satpol PP Denpasar Bersihkan Ratusan Atribut Ilegal

balitribune.co.id I Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melakukan penertiban besar-besaran terhadap media promosi ilegal yang melanggar estetika kota, Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil menyusul banyaknya pengaduan masyarakat terkait maraknya baliho, spanduk, hingga pamflet yang terpasang serampangan di fasilitas umum.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Bagi Wilayah Pengolahan Sampah, Kuta ke TPST Padang Sumbu dan Mengwi ke Mengwitani

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung membagi pengelolaan sampah berdasarkan wilayah untuk mengantisipasi penutupan permanen TPA Suwung mulai 1 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung I Made Agus Aryawan, mengatakan saat ini pengelolaan sampah di Badung dilakukan melalui dua skema utama.

Baca Selengkapnya icon click

Komisi IV DPRD Badung Evaluasi LKPJ 2025, Soroti Fasilitas Kesehatan dan Kabupaten Layak Anak

balitribune.co.id I Mangupura - Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja (Raker) bersama delapan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengevaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun Anggaran 2025, Senin (13/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Masih Ada Kawasan Kumuh di Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Kabupaten Badung sebagai destinasi pariwisata kelas dunia ternyata masih memiliki kawasan kumuh. Pemerintah berlambang keris ini bahkan sampai merogoh kocek bermiliar-miliar rupiah untuk menangani masalah kekumuhan wilayah ini.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Badung menyebut keberadaan kawasan kumuh sebagian besar tersebar di wilayah persewaan yang berkembang seiring pesatnya sektor pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click

Kolaborasi Bali Bangun PSEL Denpasar Raya, Solusi Jangka Panjang Atasi Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Penandatanganan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.