balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda mengajak semua komponen masyarakat Bali, untuk menjadikan peringatan hari ini, sebagai momentum untuk dijadikan refleksi bersama bahwa tragedi ini harus tetap diingat, bukan untuk memperparah luka dalam diri ataupun menumbuhkan dendam, melainkan untuk saling memaafkan dan bergerak maju kedepan.
Ucapan tulus dan dukungan juga diberikan kepada seluruh keluarga korban tragedi bom Bali, semoga peringatan ini menjadi hal penting bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia dan Australia serta membawa hubungan yang lebih dekat lagi antara Indonesia dan Australia dalam memerangi kejahatan terorisme maupun bentuk kerja sama lainnya.
"Sekali lagi rasa simpati yang sebesar-besarnya saya berikan bagi korban dan seluruh keluarga korban tragedi bom Bali," Cok Ace, saat menghadiri Peringatan 20 tahun tragedi Bom Bali bertempat di Konsulat Jenderal Australia, Rabu (12/10/2022).
Sebagai tempat peringatan dan refleksi, didirikan Taman Peringatan di halaman Konsulat Jenderal yang menampilkan 22 pilar yang mewakili 22 negara yang kehilangan warga negaranya dalam tragedi bom Bali. Terdapat juga plakat dengan nama 88 warga negara Australia yang meninggal dalam pengeboman tahun 2002 serta nama empat orang yang meninggal dalam tragedi bom tahun 2005.
Sebagaimana diketahui, tragedi Bom Bali I terjadi pada 12 Oktober 2002, dengan 3 bom meledak yakni di Sari Club, Padddy’s Bar, serta satu bom di depan Konsulat Amerika. Akibat peristiwa ini setidaknya terdapat 202 korban dari 20 negara yakni di antaranya Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, Brasil, Jerman dan Selandia Baru. Adapun Australia menjadi negara dengan jumlah korban paling banyak, yaitu sebanyak 88 orang meninggal.