Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

3 Warga Terjebak Air Bah Sungai Yeh Otan

air bah
AIR BAH – Kondisi air bah di Sungai Otan, Bajra, Tabanan, Senin (26/6) petang.

BALI TRIBUNE - Tiga warga Banjar Manunggul Desa Bajra terjebak air bah Sungai Otan, Bajra, Tabanan, Senin (26/6) petang. Pada saat kejadian ketiganya sedang mencari kepiting dan udang untuk keperluan upacara metatah massal yang akan berlangsung rabu (28/6). Namun ketiga berhasil diselamatkan oleh Tim Sar gabungan sekitar pukul 23.45 wita, Senin (26/6) malam.

Berdasarkan informasi di lapangan sekitar pukul 15.00 empat warga berangkat ke sungai yeh otan, Banjar Manunggul, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, dengan maksud mencari kepiting dan udang untuk keperluan upacara potong gigi massal. Setiba di sungai yeh otan keempat warga tersebut mulai mencari kepiting dan udang dengan cara disetrum. Selang sejam tiba-tiba tanpa diduga datang air bah yang sangat deras hingga hampir membuat ke empat warga tersebut hanyut. Satu di antara empat warga tersebut atas nama I Made Arya Wibawa berhasil menuju tepian sungai dengan cara berenang, sedangkan ketiga korban menyelamatkan diri dengan cara naik keatas gundukan tanah yang ada di tengah sungai. Namun karena arus sungai yang begitu besar maka ketiga korban naik ke pohon bunut untuk menyelamatkan diri dari arus sungai yeh otan. Korban yang selamat kemudian mencari pertolongan dengan memberi tahu warga dan melapor ke polsek selemadeg.

Menurut informasi yang diperoleh Basarnas Kantor SAR Denpasar posisi korban berada di gundukan tanah dan bertahan di atas pohon. Arus air yang deras terlalu beresiko untuk dilewati, maka mereka memutuskan tetap bertahan dan menunggu bantuan. Menurut informasi jarak antara daratan dengan gundukan tanah tersbut sekitar 10 meter.

Sebanyak 7 orang rescuer segera dikerahkan menuju lokasi kejadian dan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi SAR, Gede Darmada, S.E., M.A.P. Tim bergerak pada pukul 21.15 Wita, dilengkapi dengan peralatan SAR mountennering dan peralatan pendukung lainnya. Dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 jam lamanya untuk untuk dapat mengakses posisi korban yang terjebak. Satu orang personil sudah tiba terlebih dahulu dan bergabung dengan potensi SAR lainnya. Tim SAR gabungan berupaya mengevakuasi korban dengan bantuan tali.

Saat itu 1 orang korban atas nama I Wayan Suyadnya (30) sudah berhasil dievakuasi oleh tim SAR Gabungan sekitar pukul 22.45 Wita. Korban kedua yang juga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat yakni Made Artawan (24). Proses penyelamatan mereka dilakukan dengan sangat hati-hati, karena hujan deras yang mengguyur berpengaruh terhadap kekuatan arus sungai. Baru pada pukul 23.45 Wita seluruh korban telah dievakuasi. Korban terakhir adalah seorang pelajar bernama Komang Agung (16), juga dalam kondisi selamat. Selanjutnya ketiganya diantarkan manuju Puskesmas Selamadeg dengan menggunakan ambulance PMI Tabanan.

Selain Kantor SAR Denpasar, tim SAR gabungan yang turut terlibat selama operasi SAR diantaranya Sabhara Polda Bali, Polsek Bajra, BPBD Tabanan, dan masyarakat setempat.

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.