Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

44 Ribu Porsi Menu Makanan Tradisional Geratis untuk Masyarakat

HUT
GRATIS - Pesta Rakyat HUT Kota Amlapura, puluhan ribu warga makan geratis di Stadion Amlapura.

BALI TRIBUNE - Perayaan HUT ke-377 Kota Amlapura yang jatuh pada Kamis (22/6) berlangsung sangat meriah dan semarak. Diawali dengan apel benderan dengan inspektur upacara Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, dilanjutkan dengan pagelaran seni dari Marching Band dari beberapa SMP di Karangasem. Dan yang paling memukau adalah penampilan Marching Band Universitas Warmadewa, yang membawakan sebuah lakon menarik.

Usai menikmati pementasan seni dan Marching Band, pesta rakyat berlanjut di Stadion Amlapura, Jalan Veteran Jalur Sebelas. Dimana untuk menjamu puluhan ribu masyarakat Karangasem, Pemkab Karangasem bekerjasama dengan para sponsor telah menyediakan 44 stand makanan yang seluruhnya geratis. Artinya siapapun masyarakat Karangasem yang datang ke stadion bisa menikmati berbagai menu masakan yang dihidangkan secara geratis hingga sepuasnya tanpa harus membayar sepeserpun.

Bupati Karangasem bersama suami I Gusti Made Tusan, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, serta sejumlah pejabat lainnya ikut membaur bersama masyarakat untuk menyantap menu makanan tradisional khas Karangasem, seperti Belayag, Koloke, Lawar, Babi Guling, Olah-olah, ayam bakar, sate, dan berbagai jenis makanan tradisional yang disajikan lebih dari 40 menu berbeda.

“Ini merupakan pestanya rakyat Karangasem, hari ini merupakan hari yang sangat istimewa bagi masyarakat Karangasem, karena hari ini merupakan puncak perayaan HUT Kota Amlapura ke 377,” sebut Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri.

Untuk menjamu masyarakt Karangasem dalam pesta rakyat kemarin, pihaknya mengaku telah menyiapkan sebanyak 44 ribu porsi berbagai jenis makanan khas secara geratis. Dan untuk 44 ribu porsi makanan tersebut, Mas Sumatri menegaskan itu merupakan kerjasama Pemkab Karangsem dengan para sponsorship dari sejumlah badan usaha, pengusaha serta dari donatur.

Pesta rakyat yakni makan geratis kemarin, begitu dibuka langsung diserbu oleh puluhan ribu masyarakat Karangasem dari seluruh kecamatan yang kemarin datang untuk menonton berbagai pagelaran kesenian. Tercatat sedikitnya ada 40 ribu masyarakat yang hadir dalam pesta rakyat tersebut. Sementara pada malam harinya, Pemkab Karangasem menyiapkan satu stand khusus yang menyediakan menu makanan halal bagi umat Muslim yang hendak berbuka puasa.

wartawan
redaksi
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.