Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

“5M” untuk Eksistensi Pancasila

Bali Tribune/ Putu Ronny Angga Mahendra
Oleh: Putu Ronny Angga Mahendra
 
Balitribune.co.id - Sebagai bangsa yang besar, tentunya bangsa Indonesia memiliki suatu karakteristik yang membedakan dengan bangsa lain di dunia. Pancasila merupakan pembeda yang sangat esensial sebagai suatu jiwa bangsa Indonesia, yang telah disepakati dan telah menjadi tolok ukur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi segenap warga bangsa.
 
Menjadi suatu kewajiban kita bersama dalam menjaga dan membuat Pancasila itu tetap sebagai ideologi, pandangan hidup, dasar, dalam setiap dimensi kehidupan anak bangsa. Kondisi saat ini membawa kita suatu kekahwatiran terhadap kekuatan eksistensi Pancasila dalam bernegara.
 
Banyaknya tindakan terorisme, radikalisme yang memiliki pandangan berbeda dengan apa yang menjadi panduan dari Pancasila. Gerakan intoleransi antarsesama warga juga menjadi suatu tantangan kita dewasa ini. Padahal semua sudah menyepakati nilai-nilai dari Pancasila tersebut, konsepsi Ketuhanan yang Esa, Memanusiakan Manusia secara adil dan beradab, Berbhinneka demi mewujudkan persatuan Indonesia, berdemokrasi yang esensinya berakar dari musyawarah mufakat, dan terakhir mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
Kesepakatan sila pertama menjadi suatu causa prima dari semua sila lainnya dan sila kelima menjadi tujuan utama bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka, dan bangsa yang besar sesuai apa yang tertuang dalam cita-cita kemerdekaan dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
 
Penguatan Pancasila dapat kita lakukan dengan mengunakan gerakan 5M, yaitu “Mengenal, Memahami, Menghayati, Mengamalkan dan Merefleksi”.
 
Mengenal; Kita semua telah mampu mengenalkan  dan mengenal Pancasila dari semenjak kita merdeka, bahkan dalam hal mengenal ini sangat tidak menjadi problem karena setiap warga telah mampu untuk konsepsi ini. Setiap elemen bangsa Indonesia tentu telah mengenal banyak Pancasila dalam setiap dimensi kehidupannya.
 
Memahami; Setelah kita mengenal maka kita mesti mampu memahami. Konsepsi memahami Pancasila disini kiranya dapat kita peroleh dari pelaksanaan pendidikan Pancasila di jalur pendidikan formal yang ada di Indonesia. Pancasila diajarkan dalam tingkatan jenjang dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Walaupun dalam realisasinya hanya sebatas pelaksaanaan kurikulum, tuntutan peraturan atau regulasi, tanpa memperhatikan banyak atau dominasi esensi yang dibelajarkan. Sehingga tidak jarang publik beranggapan Pancasila sebgai keilmuan yang bersifat hafalan, mesti terlewati, tanpa memeberikan suatu esensi mendalam sebagai jiwa dan filosofi kehidupan berbangsa dan bernegara bagi segenap orang Indonesia.
 
Menghayati; Dengan telah mengenal dan memahami Pancasila, maka hendaknya mesti ada suatu sikap penghayatan terhadap Pancasila itu sendiri. Penghayatan adalah suatu penjiwaan, menggunakan rasa dan perasaan yang kuat, menjiwai Pancasila sebagai suatu konsep hidup, yang memeberikan warna bagi seluruh warga bangsa Indonesia. Dengan penghayatan yang kuat tentunya akan mampu memberikan suatu penguatan penerapan nilai-nilai dalam Pancasila, tanpa diperintah ataupun dipaksakan, karena muncul atas dasar keikhlasan dan kesadaran hati yang tinggi.
 
Mengamalkan; Kelanjutan dari setelah mengenal, memahami, dan dihayati, maka nilai-nilai Pancasila mesti diamalkan. Penerapan dan pengamalan tentu akan mewajibkan segenap komponen bangsa. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan (demokrasi) dan keadilan untuk selalu dibawa dalam segala tindak tanduk dari kegiatan warga bangsa.
 
Selalu mengedepankan nilai-nilai ketuhanan berdasar agama dan keyakinan yang dianut sebagai perwujudan dharma agama. Memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, menghormati hak asasi manusia, dan menghormati sesama. Mewujudkan persatuan bangsa di tengah kebhinekaan yang ada berdasar prinsip kebhinekaan yang ika. Melaksanakan demokrasi yang Pancasilais, mengutamakan musyawarah mufakat, dalam bingkai kebersamaan. Muara dari semua pengamalan ini adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagai suatu tujuan utama dari kemerdekaan.
 
Merefleksi; Merefleksi ini adalah suatu kajian akhir sejauh mana kita telah mampu mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila. Kita tidak akan mampu melakukan refleksi tanpa mengmalkan terlebih dahulu. Dalam kajian ini perlulah kiranya kita semua menyadari seksama dan bersama terkait perwujudan penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut.
 
Mari bersama-sama kita gaungkan, kita hidupkan kita resapi, dan kita lakukan semua yang menjadi perintah dalam kandungan nilai dari Pancasila sebagai wujud suatu dharma Negara kepada Bangsa dan Negara kita ini. Semakin kita kuatkan Pancasila maka tentunya akan semakin mampu mengantarkan kita pada perwujudan cita-cita kemerdekaan. Semboyan ataupun tagline “Kita Indonesia Kita Pancasila” bukan hanya suatu ucapan penyemangat akan tetapi mampu memberikan suatu pola pikir, pola asa dan pola sikap kita berprilaku sebagai anak bangsa. Salam Pancasila.***
 
Penulis merupakan Dosen dan Ketua Prodi PPKn FKIP Universitas Dwijendra.
wartawan
Redaksi
Category

Peningkatan Keselamatan Berwisata Jadi Fokus Utama Program Kemenpar

balitribune.co.id I Denpasar - Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana memaparkan 5 program unggulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk capaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2027. Program unggulan pariwisata nasional dirancang untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia khususnya dalam mendorong ekonomi kerakyatan, pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sanggar Titi Bah Memukau PKB 2026, Arja Klasik “Kembar Buncing” Angkat Pesan Kesucian Jiwa dan Regenerasi Budaya

balitribune.co.id | Denpasar - Duta Kabupaten Badung, Sanggar Titi Bah dari Banjar Teguan, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, sukses memukau penonton saat tampil dalam Utsawa (Parade) Arja Klasik pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Selasa (23/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Lebih Bertenaga dan Aerodinamis, Intip Ketangguhan New Honda Vario Evo 160

balitribune.co.id | Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan New Honda Vario Evo 160 sebagai generasi terbaru skutik 160cc yang hadir dengan evolusi desain, warna dan diperkaya fitur baru. Pilihan terbaru ini dipadukan dengan performa tinggi untuk memberikan pengalaman sensasi berkendara yang kencang dan memberikan kebanggaan bagi penggunanya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Drama Kelahiran di Denpasar: Mengaku Lajang di Rumah Sakit, Istri Dilaporkan Suami

balitribune.co.id | Denpasar - Seorang suami berinisial RSL resmi melaporkan istrinya, berinisial KC, ke Polresta Denpasar terkait dugaan tindak pidana penggelapan asal-usul orang. Laporan ini dipicu oleh tindakan KC yang diduga menyembunyikan status pernikahan dan kehamilannya saat proses persalinan anak pertama mereka.

Baca Selengkapnya icon click

Resmi Menyala! Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Titik Nol Singaraja

balitribune.co.id | Singaraja - Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna serta Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, melakukan penyalaan lampu perdana di kawasan Titik Nol Kota Singaraja sejumlah 75 lampu trotoar, Selasa (23/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.