Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Abu Dewa Yoga Tiba Disambut Isak Tangis Keluarga

TIBA - Abu dari jenazah I Dewa Gede Yoga Nata Kusuma tiba di kediamannya di Banjar Tegal Ambengan, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Senin (8/10).

BALI TRIBUNE - Isak tangis sanak saudara menyambut kedatangan abu jenazah I Dewa Gede Yoga Nata Kusuma saat tiba di kediamannya di Banjar Tegal Ambengan, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Senin (8/10) sekitar pukul 16.13 wita. Tak terkecuali sang istri yang histeris sambil terus memanggil-manggil nama suami tercintanya yang kini telah meninggalkan ia bersama ketiga anaknya untuk selama-lamanya. Setelah dikremasi di Palu, abu jenazah pria yang akrab disapa Dewa Yoga ini diterbangkan ke Bali, Senin (8/10) sekitar pukul 10.00 Wita dan tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 13.30 Wita setelah sempat transit di Bandara Juanda Surabaya. Selanjutnya diantar menggunakan mobil Kijang Innova bernomor polisi DK 327, abu Dewa Yoga yang dibawa oleh mertua laki-lakinya, I Gusti Putu Weda tiba di kediamannya sekitar pukul 16.13 Wita. Sebelum memasuki pekarangan rumah, keluarga menghaturkan bebantenan di depan pintu masuk dengan abu yang masih dalam pelukan sang mertua. Sedangkan istri Dewa Yoga, I Gusti Ayu Gede Dina Karamani (30), langsung histeri. Sementara ibunda Dewa Yoga dan mertua perempuan berusaha menenangkan sang istri meskipun juga tak kuat menahan kesedihan karena ditinggalkan sosok Dewa Yoga yang dikenal polos. Setelah memasuki pekarangan rumah, abu Dewa Yoga selanjutnya diletakkan di Bale Dangin. Sementara itu satu per satu saudara dan kerabat almarhum terus berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa sembari ikut menyiapkan upakara untuk Pengabenan almarhum.Adik dari almarhum Dewa Yoga, Dewa Bagus Dwipa Nata Kusuma (36), menuturkan setelah jenazah sang kakak berhasil diidentifikasi, dengan bantuan kerabatnya Dewa Made Pringga Mudawisona yang kebetulan bertugas di Satbrimob Polda Palu, pihak keluarga kemudian berembug dan memutuskan agar jenazah Dewa Yoga dikremasi di Palu. Sebelumnya jenazah Dewa Yoga ditemukan diantara reruntuhan Hotel Roa Roa Palu pada hari Jumat (5/10) dalam posisi memeluk bantal. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palu untuk diperiksa oleh Tim DVI dan Inafis Polri. Hingga akhirnya jenazah berhasil diidentifikasi melalui data primer sidik jari, dental, dan medis sebagai Dewa Yoga dengan nomor Antemortem 0307A.  Disamping itu, menurut informasi, pada saku celana almarhum juga sempat ditemukan kunci sepeda motor dan bukti transfer yang menguatkan jika jenazah tersebut merupakan jenazah Dewa Yoga.“Kebetulan kami ada saudara yang bertugas di Satbrimob Polda Bali, namanya Dewa Pringga. Walaupun belum pernah bertemu langsung dengan kakak saya (Dewa Yoga, Red) tetapi beliau yang mengurus dan mengawal pencarian kakak saya sampai ditemukan, diidentifikasi, serah terima jenazah pun beliau yang mewakili sampai jenazah dikremasi Minggu (7/10) pukul 15.00 Wita di Palu,” papar pria yang akrab disapa Dewa Dwipa tersebut. Namun karena Dewa Pringga tidak bisa ikut ke Bali, maka abu Dewa Yoga dibawake Bali oleh mertua Dewa Dwipa yang tinggal di Makasar. Dan meskipun telah ditinggalkan selama-lamanya oleh almarhum, ia dan keluarga mengaku bersyukur karena jenazah almarhum bisa ditemukan dan kini akan diupacarai sebagaimana mestinya sesuai dengan kepercayaan umat Hindu. “Jenazah kakak saya sudah ditemukan dan sekarang abunya sudah dirumah kami sudah merasa lega dan bersyukur, jadi kami ikhlas,” imbuhnya. Selanjutnya prosesi Pengabenan akan dilakukan Rabu (10/10) mendatang yang diawali dengan proses Ngeringkes. Pihaknya memohon doa agar upacara untuk sang kakak berjalan lancar tanpa halangan yang berarti. Sementara itu, rasa kehilangan mendalam juga dirasakan oleh mertua laki-laki almarhum Dewa Yoga, I Gusti Putu Weda. Menurutnya, sang menantu merupakan sosok pria yang tidak banyak bicara namun ramah dan polos. “Orangnya polos, lugu, penurut, tidak suka aneh-aneh, ya apa adanya,” ujarnya. Almarhum pergi dengan meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang masih kecil yakni Dewa Ayu Nindia Nata Nia (9), Dewa Gede Danendra Nata (6), dan Dewa Bagus Nusakti Adi Nata, 1,5 tahun.  

wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Mahasiswa Undiksha Nyatakan Revisi UU Polri Inkonstitusional

balitribune.co.id I Singaraja - Mahasiswa di Buleleng tiba-tiba hadir di Gedung DPRD Buleleng pada Senin (22/6/2026). Di bawah komando Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum Universitas Pendidikan  (Undiksha) Singaraja Charles Parlindungan Harefa mereka menyuarakan berbagai keresahan terkait kebijakan pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Selengkapnya icon click

Gede Pradnya Juara Sirnas C Jatim, PBSI Bali Siapkan Dana Talikasih

balitribune.co.id I Denpasar - Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali mengapresiasi capaian yang diraih pebulu tangkis putra Bali, I Gede Pradnya yang keluar sebagai juara nomor tunggal usia dini putra Sirkuit Nasional (Sirnas) C Piala Kajati Jawa Timur di Surabaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Srikandi Denpasar Guncang Panggung Ardha Candra

balitribune.co.id I Denpasar - Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Bali, saksi bisu malam yang beralih rupa menjadi palagan seni murni. Sabtu (20/6) malam, para srikandi yang tergabung dalam Sekehe Gong Kebyar Wanita (GKW) Swara Ratna Kencana, Banjar Anyar-Anyar, Desa Ubung Kaja, melangkah dengan keanggunan yang kokoh.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Empat Busana Sakral Badung Curi Perhatian PKB XLVIII 2026, Angkat Jejak Tradisi dari Pecalang hingga Payas Agung Mengwi

balitribune.co.id | Denpasar – Duta Kabupaten Badung tampil memukau dalam Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Bali, Minggu (21/6/2026).

Penampilan ini menjadi ajang Badung menegaskan kekayaan warisan budaya melalui empat busana adat sakral yang sarat makna filosofis dan nilai spiritual.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Pimpin Apel HUT Kota Amlapura ke-386

balitribune.co.id | Amlapura - Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, memimpin Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-386 Kota Amlapura yang mengusung tema "Tak Mudah Tapi Harus Bisa",. Tema ini mengandung makna penting yakni tekad bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.