Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Abu Vulkanik Sasar Buleleng

SEBAR MASKER - Abu vulkanik Gunung Agung merambah wilayah udara Buleleng, PMI sebar masker.

BALI TRIBUNE - Abu vulkanik pasca Gunung Agung erupsi mulai merambah wilayah udara Buleleng. Beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng mengalami hujan abu tipis, membuat beberapa warga mengalami kesulitan saat beraktifitas di luar rumah.  Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng membagikan ribuan masker kepada masyarakat di beberapa titik wilayah Kota Singaraja, Selasa (3/7). Sekretaris BPBD Buleleng Made Susila mengatakan, pembagian ribuan masker ini sebagai langkah antisipasi pasca semburan abu vulkanik Gunung Agung yang sudah masuk ke beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng. “Kita ambil langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada warga masyarakat berkoordinasi dengan PMI,” ucap Susila. Susila juga mengatakan, BPBD Buleleng telah menyiapkan sejumlah tempat untuk dijadikan tempat mengungsi bagi warga terdampak jika sewaktu-waktu Gunung Agung meletus. ”Semua peralatan standar untuk pengungsian sudah disipakan termasuk tenda.Ini bentuk kesiapan kami jika sewaktu-waktu ada gelombang pengungsian masuk ke Buleleng,” imbuhnya. Menurut Susila, setelah sempat erupsi, belum ada gelombang pengungsi masuk ke wilayah Kabupaten Buleleng seperti waktu sebelumnya, namun ada beberapa pengungsi yang ditampung oleh keluarganya. ”Intinya kami siap jika kedatangan pengungsi dengan fasilitas umum lainnya. Titik pengungsian sama dengan sebelumnya. Kita tampung dulu di balai masyarakat Desa Tembok kalau penuh baru kita arahkan ke posko,” ujarnya. Hal yang sama disampaikan Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setda Buleleng, Made Arya Sukerta. Katanya, selama ini penanganan pengungsi Gunung Agung dilakukan oleh Satgas Penanganan Pengungsi. Hanya  saja satgas sebelumnya telah bubar karena tak ada lagi warga yang mengungsi ke wilayah Kabupaten Buleleng,” ucapnya. Terkait pengungsi, Arya Sukerta mengatakan belum ada gerakan pengungsi yang masuk ke Kabupaten Buleleng. Sebab warga yang mengungsi, lebih banyak mengungsi di wilayah Kabupaten Karangasem.Namun pihaknya tetap menyiapkan lokasi pengungsian lengkap  dengan sarana dan prasarana. ”BPBD Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng sidah kami inta untuk menyiapkan lokasi dan fasilitasnya termasuk melakukan langkah siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tandasnya.  

wartawan
Khairil Anwar
Category

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Program MBG, Perumda Swatantra Amankan Rantai Pasok di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Rencana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok). Merespons situasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra memastikan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan rantai pasok pangan di wilayah Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ngutil di Toko Modern Berjejaring, Dua Pria Dibekuk

balitribune.co.id I Amlapura - Aksinya tertangkap kamera pengawas, dua orang warga asal Bondowoso, Jawa Timur, akhirnya dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Karangasem, setelah berhasil mengutil sejumlah barang di Toko Modern Berjejaring di wilayah Kota Amlapura, tepatnya di Jalan Veteran Jalur 11 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.