AMAN Berang, Koster Turun Tangan | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 02 Maret 2024
Diposting : 28 June 2017 20:23
redaksi - Bali Tribune
PDIP
RAPAT - Wayan Koster turun ke Gianyar dan pimpin rapat internal PDIP Gianyar.

BALI TRIBUNE - Menjelang turunnya Rekomendasi  DPP PDIP, Paket AMAN (Agus Mahayastra- AA Gde Mayun), justru tidak aman lagi. Menyusul mencuatnya nama I Nyoman Parta yang siap bersaing mendapatkan rekomendasi  untuk menjadi ‘jagoan’ PDIP di Pilkada Gianyar  mendatang. Kondisi ini kontan membuat partai banteng moncong putih  bergoyang dalam sepekan terakhir.

Menyikapi friksi di internal PDIP Gianyar yang kian meruncing melanggar mekanisme partai. Jajaran Pengurus DPC  PDIP Gianyar menggelar rapat tertutup di Kantor DPC PDIP Gianyar, Selasa (27/6) pagi. Ketua PDIP Bali, I Wayan Koster langsung turun memimpin  rapat, namun tidak mengundang I Nyoman Parta  yang menjabat Koordinator Wilayah PDIP Bali untuk Gianyar.  Kondisi ini  justru memperparah situasi, karena sejumlah ranting kecewa dan meminta   Parta hadir, sekalipun tidak diundang.

Dalam rapat itu, Ketua PDIP Bali I Wayan Koster meminta kader PDIP Gianyar menjaga soliditas antar kader. Sebab, kekalahan selalu terjadi ketika terjadi gejolak di internal partai. Setiap kader juga diwajibkan  mengikuti mekanisme partai.  Termasuk pemasangan baliho pencalonan dalam Pilkada Gianyar, baru boleh dilakukan dalam masa penjaringan. “Karena kekalahan terjadi dalam sejumlah hajatan politik, karena  masalah di internal PDIP  yang  tidak solid. Ikuti mekanisme partai. Kalau mau ikut (Pilkada Gianyar), silahkan mendaftar, jangan grasa grusu,” terang Koster.

Ketua PDIP Gianyar I Made Mahayastra menyatakan rapat tersebut dilakukan untuk menyolidkan kader partai. Sebab menurut dia, pemasanga baliho Parta, dinilai  berisiko mengancam soliditas PDIP Gianyar. Sebab PDIP Gianyar selama ini telah membulatkan tegad mengusung Paket Aman.

Kata Mahayastra, hingga saat ini memang belum ada rekomendasi terkait Paket Aman. Karena itu, Parta masih memiliki peluang untuk maju ke Pilkada menggunakan kendaraan PDIP. Hanya saja, apa yang dilakukan Parta saat ini telah menyimpang dari mekanisme partai. Yakni memasang baliho sebelum mengikuti mekanisme penjaringan calon. Karena itu, Mahayastra berharap supaya simpatisan Parta menurunkannya sendiri. “Kira-kira Juli kita buka penjaringan, karena Agustus rekomendasi keluar. Saat tahapan penjaringan, baru boleh memasang baliho,” terangnya.

Sementara itu, Korwil PDIP Bali untuk Gianyar, I Nyoman Parta tiba di Sekretariat DPC PDIP, namun sayang rapat sudah ditutup. Parta dan Mahayastra pun terlibat argimentasi. Parta tak terima disebut melanggar mekanisme partai. Menurut Parta, pemasangan baliho tersebut untuk menuntut diadakannya penjaringan dalam menentukan calon yang akan diusung PDIP di Plkada Gianyar 2018. Parta malah menilai,  selama ini tidak ada indikasi PDIP Gianyar akan melakukan penjaringan. “Jika saya melanggar mekanisme, (Paket) Aman kan (masang baliho) bawa-bawa nama partai sudah sejak 1,5 tahun lalu. Saya baru tiga hari, itupun dipasang rakyat,” terangnya singkat.