Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Anggaran Ogoh-ogoh Direfocusing untuk Penanganan Covid-19, Nyepi 2021 Tanpa Arakan Ogoh-ogoh

Bali Tribune/ DITIADAKAN - Akibat pandemik Covid-19, tahun 2021 arak-arakan Ogoh-ogoh ditiadakan. Sekaa Teruna pun tidak lagi mendapat kucuran dana membuat ogoh-ogoh karena anggaran direfocusing untuk penanganan Covid-19.
balitribune.co.id | Mangupura - Perayaan Hari Suci Nyepi Saka 1943 (2021) dipastikan tanpa arak-arakan ogoh-ogoh. Pasalnya, selain masih suasana pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung juga tidak mengalokasikan anggaran untuk pembuatan ogoh-ogoh.
 
Bantuan pemerintah yang biasa dikemas dalam bentuk bantuan kreatifitas sekaa teruna (ST) ini dipastikan tidak ada menyambut Nyepi tahun ini. Pihak Dinas Kebudayaam Kabupaten Badung menyebut alokasi anggaran untuk kreatifitas pemuda ini kena refocusing untuk penanganan Covid-19.
 
“Sekarang kan tidak boleh adanya pengarakan ogoh-ogoh," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha, Jumat (19/2).
 
Peniadaan pawai ogoh-ogoh ini  juga karena tahun ini tidak diberikan dana membuat ogoh-ogoh.  Semua itu pun sesuai dengan Surat Edaran Bersama dari Provinsi Bali. Selain itu juga ada surat dari pusat untuk merealokasi anggaran untuk  penanganan Covid-19, salah satunya seperti pembelian vaksin dan sebagainya.
 
"Karena tidak ada pembuatan ogoh-ogoh, jadi anggarannya direfocusing untuk penanganan Covid-19," katanya.
 
Mantan Camat Petang ini juga menyebutkan bahwa Pemkab Badung awalnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar pada tahun 2021 untuk membantu peningkatan kreatifitas pemuda dalam pembuatan ogoh-ogoh.
 
“Sebenarnya sudah kita anggarkan kurang lebih Rp 12 miliar  untuk kreativitas pemuda di Badung, tapi direfocusing,” jelasnya.
 
Berarti sama sekali tidak ada pawai ogoh-ogoh tahun 2021 ini? Ditanya begitu, Sudarwita mengaku masih menunggu petunjuk pimpinan.
 
"Bisa saja akan dilaksanakan pergelaran online di perubahan APBD. Tapi kami belum membuat konsepnya. Karena kalau dibuat dalam olah gerak tetap harus ada pembatasan. Yakni maksimal 50 orang. Jadi kami agak kesulitan,” tukasnya.  
wartawan
I Made Darna
Category

Dekatkan Akses Digital Masyarakat, Telkomsel Hadirkan Tiga Site Baru di Wilayah Kabupaten Kupang

balitribune.co.id | Kupang - Konektivitas digital kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari berkomunikasi dengan keluarga, mendukung aktivitas belajar dan bekerja, menjalankan usaha, hingga mengakses layanan pemerintahan, masyarakat semakin membutuhkan jaringan telekomunikasi yang andal dan berkualitas.

Baca Selengkapnya icon click

Bunda Rai Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Aksi Berbelanja dan Berbagi untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Bangli - Komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digagas TP PKK Provinsi Bali kembali ditunjukkan melalui kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Video Syur Guru PPPK Viral, Polisi Buru Mantan Suami

balitribune.co.id I Negara - Sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan rekaman video pribadi seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jembrana mendadak viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam hitungan jam, video berdurasi sekitar empat menit lebih itu menyebar luas, memicu beragam reaksi dari warganet.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Hadiri Tiga Pujawali di Darmasaba, Tegaskan Penguatan Infrastruktur dan Keamanan Berbasis Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian tiga kegiatan Pujawali di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam melestarikan adat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pekerjakan LC Dibawah Umur, Pemilik Kafe Terancam 15 Tahun Penjara

balitribune.co.id I Negara - Di balik gemerlap lampu dan hingar-bingar musik tempat hiburan malam, tersimpan kisah yang seharusnya tidak dialami seorang remaja berusia 16 tahun. Jauh dari kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gadis berinisial TW justru berakhir menjadi Lady Companion (LC) atau pemandu lagu di sebuah kafe di Kabupaten Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.