Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Angkat Film Horor, Mimi Jegon Garap “Leak”

Leak
LEAK – Didampingi para pemeran dalam film horor “Leak”, sang sutradara Mimi Jegon (membalikkan tubuhnya/tengah) saat sesi foto bersama usai menyaksikan tayangan perdana film berdurasi sekitar 60 menit itu, di Denpasar Cineplex, Minggu (3/12) pagi.

BALI TRIBUNE - RATUSAN penonton di Denpasar Cineplex, memberikan apresiasi terhadap karya sang sutradara dan para pemain pendukung film horor berjudul “Leak” garapan Mimi Jegon, usai menyaksikan tayangan perdana film berdurasi sekitar 60 menit itu, Minggu (3/12) pagi.  

“Penggarapan film horor ini mengambil lokasi syuting di dua lokasi, yaitu di salah satu villa di Blahkiuh, Abiansemal, Badung, dan di Vaspa, Sesetan, Denpasar, selama 20 hari, sejak 27 Agustus 2017. Melibatkan 12 crew dan seorang spiritual,” ujar sang sutradara Mimi Jegon, yang merangkap sebagai penulis naskah sekaligus produser film “Leak”, di sela acara tersebut.

Dikisahkan, tragedi horor tersebut berawal dari larangan sang pemilik resto Vaspa (boss tua) – yang tengah menderita stroke -- kepada putranya (boss muda) yang memaksa ingin melanjutkan usaha tersebut. Bahkan dengan rasa percaya diri agar Vaspa selalu ramai pengunjung, boss muda mulai merekrut “brand ambasador 5DJ” dan mendapat fasilitas menginap di sebuah villa angker.

Suatu malam, ketika mereka asyik berenang tiba-tiba menghilang tanpa jejak, dan misteri ini terdengar boss tua hingga meluapkan kemarahnnya dan kembali melarang boss muda untuk tidak melanjutkan usaha tersebut. Namun hal itu tak digubris boss muda yang justru kembali membentuk Band Vaspa sebagai “brand ambassador”

Hal serupa dialami para personel Vaspa Band, bahkan sang vokalisnya (Tika) sempat melihat foto dari “brand ambasador” terdahulu (Trio Centil) -- yang mati mengenaskan dianiaya pengunjung. Singkat cerita kelima personel Vaspa Band mulai sering dihantui “Leak” dan setelah berkonsultasi dengan seorang dukun, disarankan untuk membakar lukisan “Leak” yang ada di villa tersebut guna melepaskan kutukan itu.

Para pendukung film tersebut, antara lain Tika Pagraky, Wira Krisna, Ary Kakul, Putra PAF, Kayun Boprox, Rieeana, Sebastian, Dimas Kotten, Yohanes, Gunk Bay, Gek Diah 3G, Yuni, dan Armi. Juga ada nama Made Bawa (Lolot), Aditya Kameshwara, Galuh Bilen, Astrid, D’go, IB Surya, Mesi, Mugi, Susanti, serta para personel dari Tika & Band, Ary Kakul & Band, Rocktober Band, PAF Band, dan Boprox Band.

wartawan
Djoko Moeljono
Category

Tabanan Kembali Berprestasi, Raih Apresiasi Sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif

balitribune.co.id | Tabanan - Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih "Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif" dalam Malam Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kompas TV bertema “Indonesia Bisa”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, kepada Bupati Tabanan, Dr.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Tabanan Minta Evaluasi Kinerja Perumda SS Sebelum Tambah Modal

balitribune.co.id | Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perumda Sanjayaning Singasana (SS) sebelum menyetujui tambahan modal. Evaluasi dirasa perlu untuk melihat secara transparan rekam kinerja dan arah bisnis perusahaan daerah tersebut sebelum menyerap anggaran daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Usai Rekonstruksi, Polres Tabanan Rencanakan Pelimpahan Tahap Pertama Kasus Juwuk Legi

balitribune.co.id I Tabanan – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan berencana segera melakukan pelimpahan tahap pertama kasus penganiayaan terduga maling ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.

Pelimpahan tahap pertama atau berkas pemeriksaan terhadap para tersangka dalam kasus ini yang jumlahnya lima orang itu akan dilakukan setelah penyidik melaksanakan rekonstruksi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Geger! Data Pegawai Simpeg Pemkab Badung Diduga Bocor di Dark Web

balitribune.co.id | ​Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung digegerkan oleh isu dugaan kebocoran belasan ribu data pegawai akibat peretasan. Data dari Sistem Informasi Manajerial Pegawai (Simpeg) tersebut bahkan dikabarkan telah diperjualbelikan oleh peretas di situs dark web.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.