Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Aplikasi Laut Nusantara, Harapan Baru bagi Nelayan di Gianyar

Bali Tribune/ PELATIHAN - Nelayan Gianyar ikuti pelatihan Aplikasi Laut Nusantara.
balitribune.co.id | Gianyar - Meningkatkan hasil tangkapan ikan, nelayan di Gianyar kini dibekali pengetahuan baru untuk mendeteksi keberadaan ikan. Sehingga ke depannya, nelayan tidak lagi buang-buang energi untuk mencari sebaran ikan, dan tinggal melakukan penangkapan. 
 
Hal itu terungkap dalam Pelatihan Pembuatan Bioreeftek dan Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara, di Balai Subak Masceti, Gianyar. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar Ir. Dewi Hariani mengatakan, di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, masyarakat nelayan harus turut berkembang seiring dengan lajunya teknologi. Begitu banyak hasil riset kelautan yang inovatif yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat nelayan. "Sudah saatnya bagi kita untuk siap bertransformasi," kata Dewi Hariani.
 
Kabupaten Gianyar memiliki panjang pantai 14,30 Km yang terbentang dari Pantai Siyut Desa Tulikup Kecamatan Gianyar hingga Pantai Gumicik Desa Ketewel Kecamatan Sukawati Gianyar. Selain itu  Kabupaten Gianyar juga memiliki potensi sumber daya perikanan tangkap. Dengan potensi tersebut, didukung oleh kelompok nelayan sebanyak 27 KUB dengan anggota 771 orang nelayan.
 
Menurut Dewi Hariani, sesuai survey Potensi Produksi Lestari, ketersediaan sumber daya pesisir dan laut di Kabupaten Gianyar belum dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. “Untuk mengatasi hal itulah kami bekerjasama dengan Balai Riset dan Observasi Laut, Badan Riset dan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Kementerian Kelautan dan perikanan menyelenggarakan  Bakti Inovasi teknologi dengan mengadakan pelatihan Bioeeftek dan Aplikasi laut Nusantara,” jelas Dewi Hariani.
 
Aplikasi laut Nusantara adalah sebuah aplikasi berbasis android yang sangat bermanfaat bagi para nelayan di seluruh nusantara. Melalui aplikasi ini nelayan mendapatkan informasi mengenai sebaran ikan nasional, sebaran ikan pelabuhan dan sebaran ikan berdasarkan jenisnya. Selain itu, juga tersaji informasi mengenai potensi dan isu kelautan lainnya seperti terumbu karang, pelestarian biota laut hingga ancaman pencemaran. Para peserta pelatihan juga dilatih berbagai cara pemulihan terumbu karang dari kerusakan seperti transplantasi dan pembuatan terumbu karang buatan. 
 
BROL, kata Dewi Hariani, telah merintis teknologi transplantasi karang yang disebut dengan Bioreeftek. Bioreeftek merupakan salah satu jenis artificial reef (terumbu buatan) yang sudah mulai dikembangkan sejak tahun 2008. Fungsi Bioreeftek adalah untuk merekrut larva planula karang secara alami. Dengan adanya teknologi baru ini, tentunya menjadi harapan baru bagi kelestarian ekosistem terumbu karang di Kabupaten Gianyar. (u)
wartawan
Redaksi
Category

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.