Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Arak hingga Loloh, Minuman Sumber Pengobatan Tradisional

Bali Tribune/ SARASEHAN- Narasumber sarasehan "Mretha Usadha Sidhi", di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Rabu (6/7).


balitribune.co.id | Denpasar - Minuman tradisional dari arak hingga loloh dibahas dalam Temu Wirasa (Sarasehan) Jantra Tradisi Bali tahun 2022 di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Rabu (6/7).

Dengan tema “Mretha Usadha Sidhi”, kegiatan tersebut membahas manfaat minuman sebagai sumber pengobatan tradisional.

Dilaksanakan secara daring, peserta yang hadir antara lain perwakilan Dinas Kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdagang, Para Pengerajin, Gotra Pangusadha Provinsi Bali, Forum Komunikasi Penyehat Tradisonal, Penyuluh Bahasa Bali, Perwakilan dari Perguruan Tinggi serta masyarakat umum peminat mengenai pengobatan.

Narasumber sarasehan, Dr Nyoman Sukarta MHum menjelaskan berbagai manfaat minuman tuak, cuka maupun arak. Sebagai minuman alkohol tradisional Bali, ternyata juga dapat meringankan berbagai macam gangguan kesehatan. Tentunya dengan mencampur berbagai tanaman obat lainnya hingga menjadi minuman.

Akademisi yang juga ahli hipnoterapi ini menyebutkan beberapa manfaat racikan minuman tersebut, antara lain menjaga kehangatan tubuh, meredakan sariawan, membantu menenangkan, melancarkan sistem pencernaan serta kesehatan tulang.

"Dengan mengkonsumsi minuman tradisional seperti tuak dan arak, kita bisa mendapat manfaat itu semua. Namun dengan catatan, minumnya jangan sampai berlebih," imbuhnya.

Selain memaparkan khasiatnya, Ia juga memberikan pandangan secara umum tentang membangkitkan kemampuan bawah sadar seseorang.

“Bagaimanapun upaya pengobatan yang dilakukan jika belum bisa membangkitkan kemampuan bawah sadar seseorang, dalam kondisi tertentu tidak akan dikehendaki kesembuhan.” kata Sukarta.

Sementara narasumber lain, Dr Ida Bagus Suatama menyajikan materi mengenai loloh atau jamu dengan bahan dasar lokal Bali.

 Menurutnya, sudah banyak masyarakat kenal dan tau cara membuat loloh, namun satu yang perlu diperhatikan, dalam proses pembuatan loloh, diupayakan menjaga kebersihan dan kehigenisannya termasuk juga dengan aromanya.

Terdapat berbagai macam loloh, seperti loloh cemcem, loloh daun kayu manis, loloh kunyit, loloh sembung, loloh daun piduh, dan masih banyak lagi. Tidak kalah pentingnya yaitu manfaatnya bagi tubuh, selain melepas dahaga, juga bisa meredakan panas dalam, melancarkan pencernaan, bahkan membantu menurunkan tekanan darah.

Dalam kesempatan itu, Ia juga menjelaskan bagaimana seorang balian atau ahli pengobatan tradisional Bali menerapkan cara-cara penanganan pasien, mulai dari menanyai keluhan, pengenalan penyakit (diagnosa), hingga menemukan solusi pengobatan yang sesuai.

Suatama menyarankan, seorang ahli pengobatan tradisional juga harus memiliki jiwa humoris, dan menjaga emosi serta ambisi agar tidak berlebihan. Sebab dalam proses pengobatan mesti bisa mengelaborasi pasien, sehingga pasien yang sakit, penyembuhannya bisa lebih cepat dan optimal.

Lebih jauh ia menerangkan, seorang dukun juga harus menjaga etika, seperti misalnya dalam mendiagnosis penyakit, tidak boleh dilakukan sembarangan. “Terkait etika dan sopan santun, dalam mendiagnosa pasien itu tidak boleh sekadar menyentuh atau meraba, tapi tahu dan paham. Selain itu, jauhkan pikiran yang tidak baik dan fokus pada tujuan mengobati," terangnya.

Suatama yang juga Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Hindu Indonesia menambahkan, memang dalam penggunaan minuman sebagai obat tradisional ini belum bisa diuji klinis, sebab itu merupakan ranah Dinas terkait maupun lembaga kesehatan medis.

Kendati demikian, pengalaman pasien dapat dijadikan catatan pengujian secara empiris, tentang bagaimana pasien tersebut merasakan langsung khasiatnya.

wartawan
M3
Category

Volume Sampah ke TPA Peh Turun Hingga 30 Ton Perhari

balitribune.co.id I Negara - Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam membatasi sampah organik ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh menunjukkan hasil signifikan. Volume sampah yang masuk ke TPA Peh mengalami penurunan drastis berkat peran aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Baca Selengkapnya icon click

Hutan Taman Wisata Alam Gunung Batur Block Seked Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Hutan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur  di Block Seked, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani terbakar  pada Minggu (30/8/2026). 

Api melahap  areal seluas 2 hektar berupa berupa semak belukar dan pohon jenis kayu tiblun serta cemara hutan. Upaya memadamkan api dipimpin langsung oleh Kapolres Bangli AKBP Anggung Andhika Putra.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lima Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang, Satu Ruko di Buleleng Rusak

balitribune.co.id I Singaraja - Angin kencang memicu sejumlah pohon tumbang di beberapa wilayah Kabupaten Buleleng, Minggu (30/8/2026). 

Sedikitnya lima kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan perkotaan Singaraja hingga wilayah Kecamatan Sukasada, Kubutambahan, dan Sawan.

Baca Selengkapnya icon click

Pendataan Perlinsos Capai 64,3 Persen, Buleleng Peringkat Kedua Nasional

balitribune.co.id I Singaraja - Kabupaten Buleleng mencatat progres tinggi dalam pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Berdasarkan pembaruan data per 30 Agustus 2026, sebanyak 173.355 kepala keluarga (KK) di Buleleng telah terdaftar atau mencapai 64,37 persen dari total 269.323 KK.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Macet Makin Parah, Badung Siapkan JLS Rp2,9 Triliun

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung terus menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur untuk memperkuat konektivitas sekaligus mengurai kemacetan di kawasan pariwisata.

Pembangunan jaringan jalan baru menjadi salah satu prioritas, terutama di wilayah Badung Selatan dan Badung Utara yang mengalami peningkatan mobilitas kendaraan.

Baca Selengkapnya icon click

Uji Coba First Car Free Day di Kerobokan, Bupati Badung Komitmen Perluas Ruang Terbuka Hijau

balitribune.co.id I Mangupura - Desa Adat Kerobokan secara resmi menggelar uji coba perdana program Badung First Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, pada Minggu (30/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.