Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Arus Pemudik Mulai Padat, Pelayaran Waspadai Anomali Cuaca

Bali Tribune/ PATROLI - Petugas Pos PP Jembrana bersama BKO Pos PP Buleleng serta Satpol Air mengintensifkan patroli di perairan selat Bali.
balitribune.co.id | Negara - Masa angkutan lebaran 2019 telah berlangsung sejak Rabu (29/5). Arus pemudik menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kamis (30/5), sudah mengalami peningkatan. Sejumlah instansi kini juga siaga mengantisipasi adanya gangguan pelayaran yang dapat diakibatkan oleh anomali cuaca yang terjadi di perairan selat Bali.
 
Berbagai upaya dilakukan untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2019 ini. Selain di jalur darat, antisipasi juga dilakukan di jalur laut di Selat Bali yang menjadi jalur utama arus mudik Jawa-Bali. Selain menyiagakan personil di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, instansi terkait juga melaksanakan pemantauan diperairan. Sejumlah armada kini dikerahkan untuk patroli laut dijalur pelayaran Jawa-Bali oleh petugas gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) dan Satpol Air Polres Jembrana.
 
Seperti patroli laut yang dilakukan kemarin. Puluhan personel BNPP dan Satpol Air Polres Jembrana dikerahkan untuk memonitor aktiftas penyeberangan dijalur lintasan kapal. Selain armada boat patroli kepolisian, juga dioperasikan satu unit jet ski, dua unit rib dari Pos Pencarian dan Pertolongan (PP) Jembrana. 
 
Kordinator Pos PP Jembrana, I Komang Sudiarsa dikonfirmasi kemarin mengatakan pihaknya rutin menggelar patroli laut ini. Pihaknya berkolaborasi dengan instansi terkait yang terlibat dalam Pengamanan Mudik Lebaran seperti dari Satpol Air, TNI AL dan Sayhbandar, terlebih dengan adanya peningkatan arus pemudik yang menggunakan jalur darat dan akses penyeberangan. “Kami suah rapat dan seluruh potensi SAR memperkuat kapasitasnya dan apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, seluruh potensi sudah siap melaksanakan pelayanan jasa SAR,” ungkapnya. 
 
Pihaknya kini mengantisipasi salah satunya anomali cuaca di Selat Bali. Cuaca yang tidak menentu ini menurutnya sangat riskan bagi pelayaran kapal. “Anomali cuaca diselat Bali memang susah ditebak, untuk perkiraan sementara memang ada angin kencang dengan kecepatan sampai 40 km perjam.Jadi ini sangat riskan bagi pelayaran dilintas Ketapang-Gilimanuk,” paparnya. Bahkan menurutnya alur yang terdapat di Gilimanuk ini cukup dangakal. “Di Selat Bali memang sering terjadi kapal kandas, kami sudah siap dan antisipasi semua kemungkinan. Kita antisipasi alur penyeberangan,” jelasnya.
 
Kasatlantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko mengatakan kepadatan pemudik mulai terjadi Rabu (29/5) malam. Bahkan hingga Kamis pagi pemudik dengan sepeda motor memadati tenda yang didirikan dijalur menuju pintu masuk Pelabuhan. “Padatnya mulai malam hari hingga pagi. Siang sampai sore lancer,” ujarnya. Begitupula GM PT ASDP Indonesia Fery Cabang Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni juga menyatakan pelabuhan mulai ramai pukul 18.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita.
 
Data penyeberangan Mudik 2019, pada H-7 lebaran Rabu (29/5) pukul 08.00 Wita hingga Kamis (30/5) pukul 08.00 Wita, dari 56 kapal yang dioperasikan baru 33 kapal dengan 264 trip. Sama seperti Tahun 2018 lalu, penyeberangan Jawa-Bali pada arus mudik tahun ini juga akan dibantu dengan armada kapal berkapasitas jumbo untuk mencegah "Kemudian kami menambah loket di dua sisi Ketapang maupun Gilimanuk. Akan ada penambahan kapal besar besok didatangkan. Kapal Drajat Paciran dari Lamongan," tandasnya. uni
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Libur Nataru Berakhir, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Padang Bai

balitribune.co.id | Amlapura - Arus penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai Karangasem pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru berlangsung padat. Pihak ASDP Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, mencatat adanya peningkatan arus kendaraan dan penumpang sejak tiga hari jelang puncak arus balik.

Baca Selengkapnya icon click

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.