Aset PD Swatantra Naik Drastis, Kini Miliki Aset Miliaran | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 03 Juli 2020
Diposting : 16 January 2020 23:24
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune/Dirut PD Swatantra,Ketut Siwa.
balitribune.co.id | Singaraja - Salah satu badan usaha milik Pemerintah Buleleng yang kurang diperhitungkan adalah Perusahaan Daerah (PD) Swatantra.Perusahaan dengan modal awal nol persen ini nyaris tanpa memiliki aset, bahkan  tak memiliki unit usaha apapun.Hanya diberikan hak mengelola  kebun seluas 80 hektar milik Pemkab Buleleng yang lokasinya  tersebar dibeberapa kecamatan.
 
Namun,kebun yang didalamnya berisi pohon kopi dan cengkeh, tidak mampu menghasilkan keuntungan karena ruang untuk melakukan inovasi tertutup akibat keterbatasan sumber daya melakukan pengembangan.
Tangan dingin Ketut Siwa yang dipercaya menjadi nakhoda berhasil membawa perusahaan itu bisa mengembangkan unit usaha lain dan menghasilkan profit signifikan.
 
Diakhir masa jabatannya pada bulan Pebruari 2020,setelah 8 tahun berjuang membesarkan PD.Swatantra,Ketut Siwa,telah mencatatkan keuntungan hingga Rp 12 miliar dan menyumbang ke sektor PAD mencapai Rp 492 juta lebih.
 
Menurut Siwa,sejumlah aset perusahaan kini telah dimiliki.Diantaranya 76 buah mobil jenis inova dan avanza.Bahkan karyawan yang sebelumnya hanya berjumlah 2 orang kini menjadi 13 orang.
 
"Aset yg kita miliki saat ini berupa mobil jenis inova  sebanyak 57 buah dan 19 avanza,termasuk asset lainnya yang kini menjadi aset PD Swatantra,"ujar Siwa,Rabu (15/1).
 
Awal dirinya diberi kepercayaan,sambung Siwa,perusahaan sama sekali tidak memiliki aset yang cukup untuk mengembangkan usaha.Sambil berjalan Siwa mengaku terus melakukan analisa dan kajian.Hasilnya,celah bisnis ditemukan melalui sewa mobil untuk kendaraan dinas para pejabat Pemkab Buleleng.Studi kelayakan pun dilakukan dan hasilnya cukup menjanjikan.Tim audit independen yang ditunjuk juga mengambil kesimpulan yang sama.
"Saya kemudian meyakinkan dewan pengawas kalau usaha bisnis ini menguntungkan,"imbuhnya.
 
Akhirnya untuk kali pertama perusahaan diberi suntikan modal oleh pemerintah sebesar Rp 1,2 miliar."Pertama kita mendapat suntikan melalui kredit usaha dari bank sebesar Rp 10 miliar lebih pada tahun 2013.Kita beli mobil sebanyak 63 unit dan dalam jangka 4 tahun kewajiban pada pihak bank lunas,"papar Siwa.
 
Dan setelahnya,menurut Siwa,perusahaan dapat mengembangkan unit usaha sewa mobil dengan transaksi berjalan mencapai Rp 500 juta/bulan.Dan sebelumnya beberpa mobil sempat dilelang untuk melakukan peremajaan termasuk menambah 9 unit mobil Avanza untuk mobil dinas para camat.
 
"Paling tidak saat ini perusahaan memilki asset senilai Rp 12 miliar dengan kewajiban kepada pihak bank sebesar Rp 4 miliar lebih,"kata Siwa.
 
Dengan memiliki unit usaha sewa mobil selain mengelola kebun seluas 80 hektar,Siwa mengaku mampu menggerakan roda perusahaan dengan menambah jumlah karyawan menjadi 13 orang.
 
"Hasil kebun kopi dan cengkeh sebesar Rp 400 juta setahun kotor,dengan menggunakan sistim bagi hasil kepada pihak pengelola dalam hitungan usaha tak memberikan keuntungan,"ujarnya.
 
Hanya melalui unit usaha sewa mobil barulah PD.Swatantra,Siwa mencatatkan keuntungan yang cukup untuk menggerakkan roda perusahaan."Itu yang dapat saya lakukan selama memimpin.PD Swatantra,"tandas Siwa.War