balitribune.co.id I Badung - Wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Bali pada tahun 2025 didominasi wisatawan dari Australia yakni sebanyak 1,6 juta kunjungan. Disusul wisman India pada posisi terbanyak kedua berkunjung ke Bali yang tercatat 570 ribu lebih. Di posisi ketiga yakni Tiongkok sebanyak lebih 520 ribu kunjungan.
Ditengah konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini, pelaku pariwisata Bali tetap mengharapkan wisman Australia menjadi kontributor peningkatan kunjungan wisman ke Pulau Dewata pada tahun 2026 ini. Pasalnya, sejumlah maskapai masih menutup penerbangannya ke Timur Tengah yang dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan jumlah wisman ke Bali pada tahun ini.
Di sisi lain, letak Australia yang jauh dari tempat konflik di Timur Tengah diharapkan akan membawa harapan bagi pariwisata Bali. Apalagi baru-baru ini maskapai asal Australia telah menambah rute penerbangan langsung dari/ke Australia-Bali yakni rute Avalon dan Sunshine Coast. Kehadiran rute ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat akses wisman khususnya dari Australia, menuju Pulau Bali. Penerbangan dar/ke Avalon (AVV)-Denpasar dan Sunshine Coast (MCY)-Denpasar merupakan pertama kalinya rute tersebut terhubung secara langsung dengan Pulau Bali.
Pengelola Kawasan Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika mengatakan, meskipun situasi dunia tidak terlalu ideal tetapi diharapkan wisatawan dari Australia dan Cina (Tiongkok) bisa mengisi kunjungan wisman ke Pulau Dewata. Mengingat saat ini pariwisata Bali menghadapi situasi global yang berefek pada mobilitas wisman dari Amerika dan Eropa ke Bali. "Dalam situasi sekarang ini kita harapkan wisatawan dari Australia bisa membuat stabil tingkat hunian," katanya beberapa waktu lalu di Badung. Menurut Agus Dwiatmika, jika kunjungan wisatawan ke Bali tetap stabil maka tingkat hunian kamar hotel di Bali tidak merosot.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyampaikan beroperasinya rute Avalon, serta rute Sunshine Coast yang menjadi rute terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai. "Ini merupakan bukti bahwa Bali tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan internasional, khususnya dari Australia,” ujar Nugroho Jati.
Penerbangan rute Avalon dilayani 5 kali dalam seminggu pada hari Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Minggu. Sedangkan untuk rute Sunshine Coast beroperasi 3 kali dalam seminggu, yakni pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Australia saat ini masih menjadi negara dengan kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak di Pulau Bali untuk periode dua bulan pertama tahun 2026, dengan jumlah 240.897 wisatawan. Jumlah tersebut selaras dengan Australia yang menjadi negara dengan konektivitas rute internasional terbanyak yakni 11 rute.
Adapun 11 rute yang terhubung langsung dengan Bali tersebut adalah Perth, Melbourne, Sydney, Brisbane, Adelaide, Gold Coast, Darwin, Cairns, Newcastle, serta dua rute terbaru yaitu Avalon dan Sunshine Coast. "Dengan dibukanya kedua rute ini, diharapkan hubungan konektivitas antara Indonesia dan Australia semakin erat, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan industri pendukung lainnya. Dengan dibukanya rute langsung menuju Avalon dan Sunshine Coast, tentunya menjadikan semakin banyaknya alternatif dan pilihan rute penerbangan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Australia, serta sebaliknya,” ujarnya.