balitribune.co.id I Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan kesiapan operasional mesin pirolisis di Tempat Olahan Sampah Setempat (TOSS) Karangdadi, Kusamba, Klungkung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klungkung, Dewa Komang Aswin, Rabu (13/5/2026) menyatakan bahwa seluruh fasilitas pengolahan sampah di TOSS Karangdadi, Kusamba ini ditargetkan mulai melakukan ujicoba alat (running) pada awal Juni 2026 mendatang.
"Kita targetkan awal Juni sudah bisa ujicoba," ujar Dewa Komang Aswin pada awak media.
Meski demikian, jadwal operasional ini sempat mengalami kemunduran dari rencana awal. Dewa Aswin menjelaskan bahwa penyebab molornya jadwal tersebut disebabkan oleh adanya kebutuhan pekerjaan tambahan di area teknis penunjang.
"Dalam pelaksanaannya, kami harus menambahkan pekerjaan infrastruktur di sebelah bangunan utama, yaitu pembangunan cooling tower (menara pendingin) dan kolam pendingin. Namun, kami sudah berusaha maksimal untuk mempercepat proses ini agar target Juni tetap terealisasi," ungkapnya.
Kondisi hingga saat ini, kata Dewa Aswin, sejumlah unit komponen utama mesin telah didatangkan di TOSS Center Karangdadi. Teknologi yang diadopsi adalah Mesin Pirolisis Sistem 4 Ribu Batch produksi vendor Inpac Andersons, yang dibawa melalui kerja sama dengan PT Bali Bersih Bersinar.
Langkah akselerasi ini menjadi sangat krusial mengingat volume sampah di Kabupaten Klungkung terus meningkat. Saat ini, total produksi sampah di wilayah daratan Klungkung saja sudah menembus angka 150 ton per hari.
Kehadiran mesin pirolisis berskala besar ini diproyeksikan mampu menjadi solusi sapu jagat bagi masalah limbah daerah. Dengan kapasitas yang sangat besar, sistem ini dirancang untuk mensuport penanganan residu sampah yang ada di masing-masing desa.
"Target kami, pada akhir Juli 2026, seluruh residu sampah di Klungkung sudah bisa dikelola dan diselesaikan sepenuhnya di TOSS Center," tegasnya.
Dilain pihak Direktur Utama PT Inpac Solution Indo, Anak Agung Pablo Subamia, menyatakan tidak ada kendala dalam pemasangan mesin pirolisisnya. Begitu juga dengan pengiriman mesin tambahan yang masih dalam perjalanan. Salah satu alat krusial yang ikut dihadirkan adalah mesin pemilah otomatis yang berfungsi memisahkan sampah organik dan non-organik sebelum masuk ke ruang bakar pirolisis.
"Itu nanti yang belum datang. Sejauh ini proses persiapan alat sudah baik. Satu mesin sudah bisa menyala. Instalasi listrik juga sudah terpasang," terangnya.
Menurut dia tenaga kerja yang diperlukan untuk menangani mesin yang ada di TOSS Karangdadi,Kusamba sekitar 20 hingga 60 orang.