Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Awal Musim Penghujan, Jembrana Dilanda Musibah

Bali Tribune / MENDISTRIBUSIKAN - Petugas Pemadam Kebakaran mendistribusikan air bersih di permukiman warga di Desa Pengambengan yang tergenang luapan air.
balitribune.co.id | NegaraHujan yang mengguyur wilayah Jembrana sejak Jumat (7/10) lalu menyebabkan sejumlah musibah di sejumlah wilayah yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Tingginya curah hujan menyebabkan peningkatan debit air yang berakibat banjir di sejumlah lokasi. Bahkan cuaca ektrem di awal musim penghujan ini juga menyebabkan pergerakan tanah yang memicu longsor di beberapa titik.
 
Wilayah Jembrana sejak Jumat lalu diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi. Hujan deras mengakibatkan meningkatnya debit air. Sehingga sejumlah wilayah mengalami banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data yang dihimpun dari Ruang Pusat Pengendali dan Operasi (Rupusdalops) BPBD Kabupaten Jembrana hingga Senin (10/10) tercatat 20 kejadian musibah sejak Jumat lalu. Kejadian tersebut mulai dari banjir hingga tanah longsor.  Bahkan tercatat sempat terjadi angin putting beliung yang menerjang rumah warga.
 
Musibah tersebut tersebar di sejumlah desa/kelurahan di tiga empat kecamatan di Jembrana yakni Pekutatan, Mendoyo, Jembrana dan Negara. Selain menyebabkan terganggunya aktifitas dan mobilitas masyarakat, musibah yang terjadi di kawasan permukiman ini, juga menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur. Tercatat 1 titik musibah mengakibatkan bangunan rusak berat yakni longor yang menyebabkan jebolnya senderan bangunan rumah warga di Banjar Ledok, Desa Pulukan, Pekutatan pada Minggu (9/10) sekitar pukul 18.00 Wita.
 
Ada dua bangunan rusak sedang. Pertama akibat longsor yang menyebabkan tembok rumah warga roboh di Banjar Kaleran, Desa Yehembang pada Jumat (7/10) sekitar 20.40 Wita. Kedua, kejadian pohon tumbang di Kelurahan Pendem pada Minggu (9/10) sekitar pukul 18.40 Wita. Sedangkan kerusakan infrastruktur ringan terjadi di enam titik, yakni di Lingkungan Bale Bale Agung dan Bilukpoh Kelurahan Tegalcangkring, Banjar Sumbul Yehembang Kangin, Banjar Sekarkejula Yehembang Kauh, Dangin Brawah Perancak dan Masean Batuagung.
 
Bahkan hingga Senin kemarin masih terdapat wilayah permukiman warga yang tergenang luapan air. Seperti yang terjadi di Desa Pengambengan Negara. Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan memperoleh air bersih. Kepala Pelaksana BPDB Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra Senin kemarin mengatakan intensitas hujan tinggi di awal musim penghujan Oktober ini menyebabkan terjadinya banjir di berbagai wilayah di Jembrana. “ini baru awal musim hujan, beberapa daerah di Jembrana ini memang rawan banjir,” ujarnya.
 
“Potensi banjir ini disebabkan luapan air karena debit air pada saluran drainase maupun sungai meningkat,” imbuhnya. Ia juga mengakui beberapa wilayah Jembrana juga rawan tanah longsor, “peringatan pergerakan tanah sudah dimulai bulan Juni. Karakter tanah di sejumlah wilayah di Jembrana memang labil dan wilayah utara banyak tebing. Sehingga saat musim penghujan sangat rawan longsor,” ujarnya. Pihaknya pun mengaku sudah beberapa kali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
 
“Sudah sering saya sampaikan melalui kepala desa untuk mengimbau masyarakat untuk waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan wilayah rawan longsor,” jelasnya. Terhadap musibah akibat musim penghujan ini, pihaknya mengaku sudah melakukan respon, “kami sudah lakukan assessment, termasuk penanganan untuk evakuasi serta pembersihan material longsor dan banjir bersama warga setempat dan instansi terkait baik itu kepolisian maupun pemadam kebakaran untuk membuka akses jalan dan rumah warga,” jelasnya.
Pihaknya mengakui perubahan cuaca akhir-akhir ini sangat dinamis. Kondisi ini menurutnya akibat cuaca ekstrem, “Untuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan warga, kami tetap memberikan peringatan dini. Salah satunya melalui informasi update informasi cuaca. Seperti intensitas hujan dan wilayah terdampak tetap kita sampaikan. Apalagi cuaca ektrem, perubahannya sangat cepat. Kalau dulu mungkin sampai seminggu atau sepuluh hari perubahan cuacanya, sekarang sehari bisa dua kali ada perubahan update cuaca,” tandasnya.
 
wartawan
PAM
Category

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Program MBG, Perumda Swatantra Amankan Rantai Pasok di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Rencana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok). Merespons situasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra memastikan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan rantai pasok pangan di wilayah Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.