Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bakso Keju di Bali Dicicipi Wakil Menteri UMKM

Bali Tribune / UMKM - pengusaha bakso di Bali, Eric Indarto (kiri berkacamata) bercanda bersama Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza (paling kanan menggunakan batik coklat) dalam acara MikroEX Summit 2024 di Bali

balitribune.co.id | BadungPada acara MikroEX Summit 2024 yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Discovery Mall Kabupaten Badung, pedagang bakso asal Bali, Eric Indarto menyajikan bakso untuk Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza. Hal inipun ramai di media sosial, tampak Wakil Menteri UMKM begitu menikmati hidangan yang disajikan pemilik Buka Baju (Gubug Makan Bakso Keju) yang berlokasi di Bali.

Eric mengaku bangga dagangannya bisa dicicipi Wakil Menteri UMKM. "Pastinya kita (Buka Baju) bangga banget bisa dapat kesempatan menyajikan bakso keju ke pak Wakil Menteri. Siapa yang sangka saya mulai dari 2013 tidak ada pengalaman membuat bakso sama sekali sampai bisa menghidangkan ke Wakil Menteri,” ujar Eric.

Buka Baju (Gubuk Makan Bakso Keju) berdiri pada 2013, dengan menyasar pelanggan masyarakat Bali. Saat itu, pelanggan Buka Baju masih sangat terbatas, Eric bahkan bercerita dirinya pernah gagal dan usahanya hampir tutup. “Iya, waktu itu pernah hampir tutup karena ternyata racikan bakso yang kami buat rasanya mungkin kurang cocok dengan pelanggan dan promosi yang kurang," ungkapnya.

Eric terus menyempurnakan resep dan juga beradaptasi dengan perubahan teknologi. “Setelah kami yakin resep bakso kami sudah dapat diterima dengan pelanggan, kami memanfaatkan teknologi untuk melebarkan pasar dengan berjualan via online, dan juga selalu beradaptasi dengan teknologi terbaru yang kami rasa bisa membantu operasional bisnis kami," katanya. 

Ia mengakui, mengadopsi teknologi aplikasi GoPay Merchant dan juga GoPay Spiker. "Bersyukur dengan keduanya kami dapat membuat bisnis kami berjalan dengan lebih efisien," terang Eric.

Selain itu dengan aplikasi GoPay Merchant pengecekan pembukuan juga bisa lebih mudah, dan dengan fitur pencairan hasil usaha yang bisa kapan saja dan gratis ke bank manapun bisa membantu usahanya lebih sustainable.

Kombinasi keduanya, kata dia bisa membuat usahanya semakin berkembang bahkan berhasil melewati badai pandemi yang terjadi sejak awal Maret 2020. Saat ini Buka Baju telah memiliki 8 outlet yang tersebar tidak hanya di Bali, tetapi juga di Surabaya, Solo, dan Lombok dengan menu andalan bakso berisi keju dan juga bakso bakar. Cita rasa bakso Buka Baju juga telah diakui oleh tokoh masyarakat seperti Tantowi Yahya, yang terlihat di akun instagramnya @bukabaju.

wartawan
YUE
Category

Galaxy A37 5G, Samsung Galaxy A Series Terbaru di Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Samsung menghadirkan Galaxy A series terbaru di Indonesia, Galaxy A37 5G sebagai solusi paling lengkap untuk anak muda, baik untuk menikmati konten maupun menciptakan konten versi mereka sendiri. Ponsel ini menggabungkan kamera canggih dengan kemampuan Nightography, performa stabil, AI unggulan, baterai tahan seharian, dan durabilitas tinggi dalam satu perangkat yang siap dipakai seharian penuh.

Baca Selengkapnya icon click

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.