Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali di Persimpangan, Saatnya Pemuda Ambil Kendali

Aapirasi
Bali Tribune / AMPI - Talkshow “Peran Pemuda Bali, Menguatkan Identitas dan Arah Bali di Masa Mendatang” yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Bali di Kantor DPD Partai Golkar Bali, Jumat (24/4/2026).

balitribune.co.id I Denpasar - Generasi muda Bali didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga adat, budaya, sekaligus menentukan arah masa depan Pulau Dewata di tengah derasnya arus modernisasi dan pembangunan yang semakin masif.

Pesan itu mengemuka dalam talkshow bertajuk “Peran Pemuda Bali, Menguatkan Identitas dan Arah Bali di Masa Mendatang” yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Bali di Kantor DPD Partai Golkar Bali, Jumat (24/4/2026).

Ketua Komisi II DPRD Bali yang juga Ketua AMPI Bali, Agung Bagus Pratiksha Linggih, mengatakan generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga budaya Bali. Mulai dari keterbatasan waktu, persoalan biaya, hingga munculnya anggapan bahwa budaya mulai kehilangan relevansinya di era modern.

Pria yang akrab disapa Ajus Linggih itu menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama.

“Apakah masalahnya biaya, waktu, atau relevansi? Ini yang harus dijawab bersama,” ujarnya.

Menurut Ajus, adat dan budaya Bali hingga kini masih memiliki relevansi yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun spiritual.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan sektor pariwisata Bali yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah sangat bergantung pada kelestarian budaya lokal.

“Kalau berbicara relevansi, adat budaya Bali ini sangat relevan di seluruh elemen kehidupan kita, baik dari ekonomi maupun segi spiritual,” tegasnya.

Selain menjaga budaya, Ajus juga menekankan pentingnya sikap kritis generasi muda terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, pemuda harus mampu menjadi kekuatan kontrol agar arah pembangunan Bali tetap berpihak kepada masyarakat dan tidak menyeret desa adat ke dalam kepentingan politik praktis.

“Pemuda harus kritis, karena pemerintah adalah nahkoda arah identitas Bali ke depan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, akademisi Universitas Pendidikan Nasional, Kiki Syah, menilai Bali saat ini tengah berada di persimpangan besar terkait arah pembangunan daerah.

Menurutnya, Bali harus menentukan apakah tetap mempertahankan identitas sebagai wilayah agraris atau bertransformasi menjadi pulau modern.

“Bali mau diarahkan ke mana? Jika agraria, maka pertanian dan swasembada pangan harus diperkuat serta alih fungsi lahan dikendalikan. Jika menuju modern island, regulasinya harus tetap berlandaskan konsep Tri Hita Karana,” jelasnya.

Kiki juga menyoroti dampak pembangunan yang dinilai terlalu masif, terutama terhadap kenaikan harga tanah yang semakin sulit dijangkau generasi muda.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi generasi muda, khususnya Gen Z.

“Dengan pola kerja 9 to 5, generasi muda akan kesulitan mengejar harga tanah yang terus naik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Alumni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (FA KMHDI) Bali, I Ketut Sae Tanju, menilai kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam pembangunan Bali ke depan.

Menurutnya, pembangunan fisik dan infrastruktur tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa diimbangi kualitas pendidikan yang baik.

“Tidak bisa membangun Bali tanpa SDM yang kuat. Pendidikan adalah jalan menuju kebijaksanaan,” katanya.

Ia juga menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dengan kualitas pendidikan di Bali. Selain itu, ia mempertanyakan implementasi konsep Tri Hita Karana yang dinilai kerap hanya menjadi jargon.

“Konsepnya dijual, tetapi implementasinya belum tentu ada,” kritiknya.

Sae Tanju menegaskan penguatan identitas Bali harus dimulai dari peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi masyarakat, serta roadmap pembangunan yang jelas dari pemerintah daerah.

Talkshow tersebut dihadiri anggota AMPI Bali, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali.

Para pembicara sepakat bahwa masa depan Pulau Dewata sangat bergantung pada kemampuan generasi muda dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan di tengah laju modernisasi yang terus berkembang.

Pemerintah pun diharapkan hadir melalui kebijakan konkret serta alokasi anggaran yang berpihak pada pelestarian identitas Bali agar tidak tergerus zaman.

wartawan
ARW
Category

Melalui Fasilitas QRIS, BRImo, EDC dari BRI, Depot Betty Mengadopsi Pembayaran Non-tunai

balitribune.co.id | Tabanan - Didirikan pada 2001 oleh orangtua, Depot Betty awalnya hanya warung sederhana yang menjual babi guling sekaligus daging mentah di Pasar Tradisional Pancasari. Namun tongkat estafet usaha beralih pada 2013, saat I Putu Bayu Ekayana mengambil alih usaha keluarga ditengah kondisi kesehatan sang ibu yang menurun.

Baca Selengkapnya icon click

125 Tahun Pengabdian, Pegadaian Kanwil VII Denpasar Optimis Mampu Terus Tumbuh

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-125 PT Pegadaian menjadi tonggak penting dalam mempertegas arah transformasi perusahaan, khususnya di wilayah kerja Kanwil VII Denpasar yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Panggung Balap Calon Juara Dunia

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghadirkan ajang balap yang dinantikan para pecinta motorsport Tanah Air melalui Astra Honda Dream Cup 2026 (AHDC). Ajang ini menegaskan perannya sebagai bagian dari sistem pembinaan pebalap berjenjang di Indonesia, sekaligus mengajak para penggemar balap merasakan sensasi melesat kencang di lintasan di berbagai daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Apresiasi Pelanggan, Telkomsel Hadirkan Fitur Stamp Berhadiah di Aplikasi MyTelkomsel

balitribune.co.id | Denpasar - Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman digital yang relevan dan bernilai tambah bagi pelanggan melalui inovasi di aplikasi MyTelkomsel. Salah satunya melalui fitur Stamp Berhadiah, yang dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi pelanggan untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital dalam keseharian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berlaku Hingga 31 Juli, Simak Aturan Baru Pembuangan Sampah Organik ke TPA Suwung

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 orang perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) pada Kamis (16/4/2026) pagi di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Sampaikan Sejumlah Tuntutan, Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali Gelar Aksi Damai

balitribune.co.id I Denpasar - Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (SSB) menggelar aksi damai di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Bali Nusra di Renon, Denpasar, Kamis (16/4/2026). Ratusan jasa pengangkutan sampah swakelola yang tergabung dalam Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali saat aksi damai itu untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.