Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

“Bali Pay” Terobosan Uang Elektronik Bank BPD Bali

Bali Tribune / Direktur Operasional Bank BPD Bali, IB Setia Yasa.
balitribune.co.id | Semarapura - Langkah inovatif juga telah dilakukan Bank BPD Bali dalam upaya optimalisasi layanan guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi kepada nasabah, salah satunya melalui layanan digitalisasi. Terbaru, Bank BPD Bali telah resmi meluncurkan produk digital, yakni Uang Elektronik Servered Based “Balipay” yang dapat digunakan untuk transaksi pembayaran ataupun pembelian pada berbagai jenis layanan dan merchant tanpa harus membuka rekening baru atau cukup dengan nomor handphone dan email.
 
“Balipay dapat membantu masyarakat dalam kegiatan Cashless dan Contactless Society dimana menciptakan budaya bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran melainkan menggunakan aplikasi pembayaran dengan sarana Mobile,” ujar Direktur Operasional Bank BPD Bali, IB Setia Yasa, disela-sela kunjungan di Nusa Penida, Klungkung bersama media, Jumat (23/12).
 
Selanjutnya dikatakan, selain Balipay, Bank BPD Bali melebarkan sayapnya berkolaborasi dengan Bank Indonesia, mengembangkan fitur kanal QRIS Lintas Negara (Crossborder). Pengguna dapat menggunakan QRIS Crossborder untuk bertransaksi dari BPD Bali Mobile di merchant Luar Negeri.
 
“Solusi ini merupakan cara bertransaksi dengan menggunakan fitur transaksi QRIS pada BPD Bali Mobile yang memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran di negara yang berbeda,” katanya.
 
Dijelaskan, saat ini kemudahan transaksi tersebut baru dapat dinikmati di Negara Thailand, dimana saat berbelanja dan membayar, nasabah dapat melakukan pembayaran dengan melakukan scan kode QR yang disediakan merchant di Thailand (dari bank partner Thailand yang terintegrasi jaringan QRIS).
 
“Selain praktis dengan transaksi QRIS pada BPD Bali Mobile, nominal transaksi yang dilakukan akan dikonversikan otomatis dengan kurs yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Begitu pun sebaliknya bagi merchant di Indonesia, QR Cross-border juga bisa menguntungkan karena wisatawan Thailand yang datang ke Indonesia juga bisa langsung bertransaksi dengan mudah melalui QRIS,” urainya.
 
Sedangkan dari sisi lain untuk memperkuat permodalan, Bank BPD Bali mengambil langkah-langkah strategis ke depannya. Yaitu, meningkatkan kualitas pengelolaan governance, risk management dan compliance, meningkatkan kualitas kredit melalui pengendalian Non Performing Loan (NPL) secara ketat, mendorong pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga, mendorong segmen UMKM sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dan pembangunan daerah dengan menetapkan share kredit UMKM minimal, meningkatkan kolaborasi ekosistem digital dengan Pemerintah Daerah, meningkatkan inovasi produk dan layanan dalam rangka penguatan loyalitas pelanggan, memperluas jangkauan layanan dan akses dengan memanfaatkan digitalisasi, memperkuat peran sebagai Bank Devisa, meningkatkan aliansi strategis dengan sejumlah mitra, meningkatkan corporate brand, memperkuat organisasi dan meningkatkan kapabilitas strategis SDM serta internalisasi budaya perusahaan dan mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi sebagai backbone pelayanan kepada nasabah maupun pengelolaan internal.
 
“Bank BPD Bali tetap berinovasi dalam mencetak kinerja positif pada November tahun 2022. Terbukti dari total aset Bank BPD Bali tumbuh sebesar 9,11% (y-o-y) dari sebelumnya pada November 2021 sebesar Rp 29,574 miliar menjadi Rp 32,269 miliar pada November 2022,” ungkapnya.
 
Sementara pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BPD Bali pada November tahun 2022 mengalami pertumbuhan signifikan yang mana proporsi terbesar bersumber dari peningkatan giro sebesar 50,37%, dari sebelumnya sebesar Rp 3,230 miliar menjadi Rp 4,857 miliar. Peningkatan DPK juga ditunjukkan dengan pencapaian tabungan yakni 26,62%, dari sebelumnya sebesar Rp 9,263 miliar menjadi Rp 11,728 miliar.
 
Dalam kondisi perekonomian saat ini, Bank BPD Bali tetap menjaga pencapaian rasio keuangan pada posisi baik, yaitu Non Performing Loan (NPL) terjaga baik di angka 2,74%. Sedangkan untuk rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 73,66%, rasio kecukupan modal Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,41%, rasio profitabilitas Return on Asset (ROA) sebesar 2,85%, rasio Return on Equity (ROE) sebesar 20,49%, dan rasio efisiensi Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 67,10%.
wartawan
ARW
Category

Menkomdigi Pantau Infrastruktur Telekomunikasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

balitribune.co.id I Kuta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia memastikan kesiapan infrastruktur telekomunikasi nasional dalam menghadapi lonjakan trafik selama masa mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Guna mendukung kelancaran arus balik Lebaran, Menteri Komdigi, Meutya Hafid melaksanakan kegiatan pemantauan telekomunikasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (24/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukcapil Denpasar Buka Selama Cuti Bersama, Layani 273 Dokumen Kependudukan

balitribune.co.id I Denpasar - Selama cuti bersama Idul Fitri menjadi momen bagi warga Denpasar untuk mengurus dokumen kependudukan di Dukcapil yang bertempat di Lumintang, Denpasar. Kondisi ini menjadi waktu luang bagi warga, selain tidak banyak antre juga pelayanan lebih cepat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Arus Balik Lebaran di Padang Bai Padat, Penumpang Mengeluh Tidak Dapat Tempat Duduk di Atas Kapal

balitribune.co.id I Amlapura - Arus balik di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, pada H+3 Lebaran berlangsung padat, Selasa (24/3/2026). Sejumlah penumpang kapal dari Pelabuhan Lembar, Lombok yang tiba di Padang Bai bahkan mengaku sampai tidak mendapatkan tempat duduk diatas kapal sehingga mereka harus menyewa atau membeli tikar dengan harga yang cukup mahal.

Baca Selengkapnya icon click

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.