Bali Siap Sambut Wisman | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Desember 2021
Diposting : 6 October 2021 06:25
YUE - Bali Tribune
Bali Tribune / KETERANGAN - Gubernur Bali Wayan Koster Bersama Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir memberikan keterangan pers di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Selasa (5/10/2021).

balitribune.co.id | DenpasarGubernur Bali, Wayan Koster beserta Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir memberikan keterangan pers di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Selasa (5/10/2021) terkait rencana pembukaan Bali sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara pada 14 Oktober 2021 mendatang.

"Kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir, berkaitan dengan rencana Bali akan mulai membuka pintu pariwisata untuk wisatawan mancanegara yang sudah dibahas beberapa kali dengan Menko Marves, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan," ungkap Gubernur Koster.

Kata dia, kondisi sekarang sudah memungkinkan untuk dilakukan pembukaan pintu untuk wisatawan mancanegara. Pasalnya, penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali sudah semakin membaik dilihat dari beberapa indikator. Pertama, munculnya kasus harian yang terus menurun hingga ke angka dua digit. Kemarin (4/10) angka positif sudah mencapai 52 orang, sedangkan yang sembuh 125 orang dan secara kumulatif tingkat kesembuhan sudah mencapai 96%.

Kemudian yang meninggal akibat terpapar Covid-19 angkanya kini sudah menurun drastis, setelah sempat mencapai 50 orang per hari. "Sekarang atas upaya keras semua pihak dan dukungan pemerintah pusat, termasuk dukungan Panglima dan Pangdam, sekarang yang meninggal sudah berada di satu digit," cetus Koster. 

Dikatakannya, menurut kearifan lokal Bali pada tanggal 14 Oktober adalah hari yang baik akan dibukanya penerbangan internasional wisatawan mancanegara untuk masuk ke pulau ini. Terutama untuk negara yang dengan risiko Covid-19 rendah dan penerbangannya langsung ke Bali atau tidak ada transit. 

"Juga akan memakai syarat perjalanan seperti sudah 2 kali vaksin, kemudian harus (tes, red) PCR H-3 sebelum keberangkatan dan juga mengisi aplikasi e-HAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi dan aplikasi Welovebali. 

Demikian juga di Bandara Ngurah Rai, akan dites PCR, menunggu satu jam dan akan di tempatkan di hotel sementara selama 8 hari dan kita Swab kembali. Jika negatif kita persilakan untuk berwisata di Bali atau pidah hotel," papar orang nomor satu di Bali ini. 

Ia menambahkan, untuk kualitas hotel dan fasilitas yang disiapkan sudah memenuhi sertifikat CHSE dan berkelas atau biasa dipakai untuk wisatawan mancanegara. 

Walau istilahnya hotel sementara, namun tidak menutup kemungkinan bisa digunakan permanen selama berwisata di Bali.

Protokol kesehatan di setiap hotel kata dia diterapkan dengan ketat, begitupun petugas-petugas yang di tempatkan di semua titik sudah dibuatkan SOP dan buku panduan. "Harapan pemerintah pusat, harus sangat berhati-hati jangan sampai menimbulkan kasus baru, jangan ada lonjakan kasus baru. Sehingga diperlukan penanganan yang baik. Salah satu titik sentralnya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan maskapai Garuda sebagai BUMN," imbuh Koster. 

Ia berharap, kedatangan wisatawan tidak akan menimbukan lonjakan kasus baru, semua bisa tertangani dengan baik. "Pembukaan pintu wisatawan mancanegara ini sudah ditunggu sejak lama dan semoga pariwisata Bali bisa pulih, perekonomian bisa pulih kembali," harapnya.

Pada kesempatan itu Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan komitmen untuk memperbaiki Pelabuhan Benoa. Ia berharap dalam 1-2 tahun bisa menjadi kenyataan dan dapat membantu pula pariwisata Bali tidak hanya dari udara, tapi juga dari laut. "Kami Kementerian BUMN beserta jajaran akan terus mendukung bagaimana kebangkitan wisata di Bali sesuai dengan kerja sama kami dengan pemerintah daerah," katanya.