balitribune.co.id I Mangupura - Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama organisasi penerbangan sipil internasional, ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan mengikuti ICAO Aviation Security National Instructors Course bersama berbagai negara anggota ICAO di kawasan Asia Pasifik, diantaranya Indonesia, Vietnam, Makau, Republik Rakyat Tiongkok, Timor Leste, serta Maladewa dan Kepulauan Solomon.
Dengan diselenggarakannya program ini diharapkan meningkatkan kompetensi personel Airport Security dengan kemampuan berstandar internasional untuk memastikan keamanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai pintu gerbang udara Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun.
“Hal ini juga sejalan dengan implementasi menghadirkan layanan personel bandara kelas dunia. Tentunya program ini sangat relevan dengan kebutuhan personel Airport Security bandara yang merupakan salah satu unsur pelayanan di garis terdepan kepada pengguna jasa bandara,” ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati dalam siaran persnya, Selasa (12/5/2026).
ICAO Aviation Security National Instructors Course merupakan pelatihan bertaraf internasional untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan, memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan standar keamanan penerbangan, sekaligus memperkuat kolaborasi regional di bidang keamanan penerbangan. "Aspek keamanan merupakan salah satu aspek paling penting dalam operasional kebandarudaraan dan penerbangan," jelas Nugroho Jati.
ICAO Aviation Security National Instructors Course yang berlangsung di Bali ini melibatkan personel Airport Security dari berbagai operator bandara internasional di kawasan Asia Pasifik yang mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas keamanan penerbangan baik di tingkat nasional maupun regional.
Selama pelaksanaan ICAO Aviation Security National Instructors Course, peserta mendapatkan pelatihan teknis maupun kemampuan instruksional dari instruktur ICAO. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan di organisasi maupun negara masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas penyampaian pelatihan sesuai standar ICAO.
“Kami berharap penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara dapat tercipta dengan terselenggaranya kegiatan ini, demi menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme,” tutupnya.