Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bansos Salah Sasaran, Kepala Wilayah Jadi Sasaran

Bantuan Beras
Bali Tribune / BANTUAN BERAS - Pembagian beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dikawal petugas kepolisian.

balitribune.co.id | Gianyar - Sejumlah kepala kewilayahan di Kabupaten Gianyar menjadi sasaran kekesalan warga menyusul turunnya daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial periode Juli–September 2026. Protes mencuat lantaran data penerima dinilai tidak tepat sasaran dan salah pilih.

Di Desa Peliatan, Ubud, warga mempertanyakan masuknya keluarga berkategori mampu dan memiliki lahan sawah ke dalam daftar penerima bantuan. Sebaliknya, warga yang benar-benar miskin justru luput dari bantuan.

Aparat kewilayahan yang bertugas menyalurkan informasi pun hanya bisa memberikan jawaban klasik bahwa data tersebut diturunkan langsung dari pusat tanpa ruang perubahan di tingkat bawah.

Untuk mengantisipasi polemik dan menjaga situasi tetap kondusif saat pembagian, aparat TNI-Polri memperketat pengawalan di lapangan. Salah satunya terlihat dalam penyaluran 8,37 ton beras bantuan bagi 279 KK di Balai Sorga, Desa Belega, Blahbatuh, Rabu (23/9/2026).

Masing-masing KPM menerima 30 kilogram beras untuk jatah tiga bulan. Penyaluran komoditas pangan ini dikawal ketat oleh Bhabinkamtibmas Aipda I Ketut Urip Artana dan Babinsa Serka I Nyoman Mulatra.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini, menegaskan bahwa pengawalan ini merupakan bagian dari pelayanan untuk menjamin transparansi dan kelancaran program pemerintah.

“Kami hadir untuk memastikan proses penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Kompol Sri Sumartini. Sinergi lintas instansi ini terbukti efektif meredam potensi gesekan, sehingga proses pembagian di Desa Belega terpantau aman hingga usai.

wartawan
ATA
Category

Bos PMA Asal India Kabur Bawa Ratusan Miliar, Komisaris Serahkan Mobil Mewah ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Aksi investasi bodong berkedok jual beli emas kembali menelan ratusan korban di Indonesia. Direktur Utama PT Nellafa Refinery and Bullion sekaligus PT Nellafa Fine Jewellery, Jaya Krishna Reddy, warga negara asing (WNA) asal India, dilaporkan kabur ke luar negeri setelah melarikan dana dan emas nasabah yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Selengkapnya icon click

Gerebek Bandar Sabu Polisi Temukan Senpi

balitribune.co.id | Singaraja - Satresnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang petani berinisial MN (50) di rumahnya, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Banjar, Buleleng (3/9/2026). Penangkapan tersangka pengedar sabu ini justru membuka kasus pidana lain setelah polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan beserta delapan butir amunisi ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.