Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bantu Krama, Desa Kepaon Persiapkan Ritual secara Massal

Prajuru Desa Pakraman Kepaon Desa Pemogan Denpasar Selatan saat beraudiensi dengan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, di ruang kerja walikota, Rabu (6/4) kemarin.

Denpasar, Bali Tribune

Guna membantu beban krama dalam memenuhi kewajiban kepada para leluhur mereka melalui yadnya. Desa Pakraman Kepaon, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan berencana menggelar Upacara Metatah, Ngaben dan Mamukur secara Massal. Ritual ini rencananya digelar pada bulan Juli 2016 nanti. Uniknya, segala biaya yang ditimbulkan atas pelaksanaan yadnya dimaksud gratis bagi krama miskin yang ada di desa tersebut.

Bendesa Pakraman Kepaon, IB Suteja usai beraudiensi dengan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Rabu (6/4) kemarin mengatakan, pelaksanaan ritual Metatah, Ngaben dan Mamukur massal ini merupakan program berkelanjutan Desa Pakraman Kepaon tiap 3 (tiga) tahun sekali.

Melalui pelaksanaan upacara secara  kolektif, Desa Pakraman Kepaon berkeinginan untuk meningkatkan semangat kekeluargaan ‘menyama braya’ dan gotong royong khususnya dalam melaksanakan upacara yadnya."Semua pembiayaan di tanggung oleh LPD Desa Pakraman Kepaon bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar," terangnya.

Sementara, Walikota Rai Mantra menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan yang digagas Desa Pakraman Kepaon tersebut. Terlebih lagi upacara massal tersebut rencananya akan digratiskan dengan pembiayaan semua ditanggung oleh LPD setempat.

Hanya saja, Rai Mantra menyarankan agar prajuru desa dapat mendata krama yang kurang mampu di wilayahnya dan memprioritaskan warga kurang mampu untuk mendapatkan program dimaksud.

”Saya sangat mendukung kegiatan ini, apalagi upacara ini di gratiskan untuk masyarakat. Saya cuma meminta satu hal, agar prajuru desa ini mendata  masyarakat yang kurang mampu didaerahnya dan memprioritaskan mereka terlebih dahulu dalam upacara Metatah, Ngaben dan Mamukur Massal ini dibandingkan masyarakat yang mampu," ucap Rai Mantra.

Ritual Matatah,Mamukur dan Ngaben Massal di Desa Kepaon ini rencananya akan diikuti sekitar 200 peserta. Mereka terdiri dari, ritual Metatah dengan 75 peserta,Ngaben Massal sebanyak 25 orang dan Mamukur diikuti oleh 100 peserta.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.