Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bau "Sangit" Pasar Ubud Usik Aktivitas Pariwisata

Bali Tribune / PASAR UBUD - Kondisi Pasar Ubud Pascakebakaran.

balitribune.co.id | Gianyar - Dua pekan lebih pascakebakaran, Pasar Tematik Ubud di areal titik kebakaran masih di policeline. Puing-puing kebakaran belum dibersihkan dan bau "sangit" bekas plastik maupun karet terbakar masih menyebar. Hal ini sangat mengusik aktivitas pariwisata. Bahkan berdampak pada pengusaha resto dan penginapan di sekitar Pasar.

Dari keterangan sejumlah warga dan pengusaha di Ubud, bau "sangit" bekas karet maupun plastik terbakar masih terasa kuat. Bahkan di malam hari baunya sangat menyengat. Belum lagi kondisi pasar yang gelap di malam hari.

"Saya di rumah ada beberapa kamar untuk disewakan. Karena bau menyengat ini banyak yang komplin dan memilih chek out lebih awal," ungkap salah seorang warga.

Pak Made yang pemilik usaha resto juga mengeluhkan hal yang sama. Disebutkan, akibat kebakaran basement pasar Ubud ini telah merembet. Bukan hanya merugikan pedagang yang berjualan di TKP, tetapi juga sejumlah pemilik restoran  maupun penginapan yang berdekatan dengan pasar ini.

"Bau "sangit" karet yang terbakar masih terasa. Bau ini menyebabkan banyak tamu yang membatalkan untuk makan di restoran. Dikarenakan tidak nyaman," ungkap Made.

Pihaknya berharap proses penyelidikan aparat kepolisian segera selesai, supaya TKP bisa segera dibersihkan agar bau angit sisa kebakaran cepat hilang. Sebab ia meyakini, jika TKP tetap seperti itu akan menganggu sampai berbulan-bulan.

"Jika proses penyelidikan aparat kepolisian bisa selesai, ditemukan penyebabnya, kami berharap puing-puing kebakaran segera  dibersihkan," harapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar Luh Gede Eka Suary saat dimintai keterangannya belum merespon terkait hal ini. Saat ditelepon, ia tak mengangkat, dan pesan WhatsApp yang dikirim tak direspon.

Sementara itu, Anggota DPRD Gianyar, I Made Budiasa berharap pihak terkait menindaklanjuti persoalan yang ada di masyarakat. Politikus PDIP asal Dapil Ubud inu tidak ingin kebakaran pasar Ubud ini menimbulkan kerugian  berlanjut pada akomodasi pariwisata lainnya.

Sebab bau "sangit" tak hanya mengganggu kenyamanan. Tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat. "Kami mendorong pihak terkait untuk merespon kondisi yang saat ini terjadi. Kami di DPRD Gianyar akan segera mengagendakan turun ke lapangan untuk mencarikan solusi dalam mengatasi persoalan ini. Karena alat kelengkapan dewan belum terbentuk, sehingga saat ini kita belum bisa bertindak," jelasnya.

wartawan
ATA
Category

Virus ASF Mengancam, Denpasar Antisipasi Kematian Babi

balitribune.co.id I Denpasar - Kasus kematian massal babi yang melanda peternak di Canggu (Kabupaten Badung) dan Payangan (Kabupaten Gianyar) mulai memicu kekhawatiran di kalangan peternak babi di Kota Denpasar. Kematian mendadak tersebut diduga kuat akibat serangan virus African Swine Fever (ASF), yang sebelumnya juga pernah melumpuhkan industri peternakan babi lokal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rumah Joglo Dua Lantai di Tabanan Ludes Terbakar

balitribune.co.id I Tabanan - Sebuah rumah bergaya joglo dua lantai beserta satu unit mobil dan sepeda motor di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, ludes terbakar pada Minggu (24/5/2026) petang. Kobaran api yang muncul sejak pukul 18.00 Wita melahap habis bangunan milik I Nengah Alit Mustika tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Karangasem Tekankan Pentingnya Satu Tahun Prasekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mematangkan kesiapan dunia pendidikan dalam menyambut program nasional Wajib Belajar 13 Tahun. Langkah nyata ini diawali dengan penguatan pada jenjang prasekolah sebagai fondasi utama pendidikan anak.

Baca Selengkapnya icon click

Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Kayuambua Sepi Aktivitas

balitribune.co.id I Bangli - Menjelang hari raya Idul Adha aktivitas jual beli sapi di Pasar Hewan Kayuambua, Kecamatan Susut, Bangli, mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diutarakan  Koordinator Pasar Hewan Kayuamba I Nengah Degdeg, pada Senin (25/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.