Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bawa Sajam, Dua Terdakwa Dituntut Setahun

JPU
Ishak alias Pak Is (depan) dan IGA Ngurah Niryawan alias Gung Iwan (belakang) saat menerima tuntutan JPU.

Denpasar, Bali Tribune

Dua dari 14 terdakwa perkara bentrok ormas di Jalan Teuku Umar Denpasar yang mengakibatkan dua orang tewas, Kamis (16/6) menjalani sidang dengan agenda tuntutan di PN Denpasar. Mereka adalah terdakwa Ishak alias Pak Is (37) dan IGA Ngurah Niryawan alias Gung Iwan (42) yang selanjutnya dituntut hukuman satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi Ardika dkk.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Achmad Peten Silli, JPU menyatakan kedua terdakwa yang disidang secara terpisah dalam dua berkas, dinyatakan bersalah sesuai pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Setelah mempertimbangkan hal memberatkan yaitu meresahkan masyarakat dan hal meringankan, yaitu sopan dan berterus terang dalam sidang, JPU membacakan tuntutan yang pertama untuk Pak Is. “Menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dikurangi masa penahanan,” ujar JPU.

Tuntutan yang sama juga dibacakan untuk terdakwa Gung Iwan yaitu satu tahun penjara dikurangi masa penahanan. Jaksa menilai meski tidak ikut serta melakukan penganiayaan, namun dalam kejadian tersebut, terdakwa Pak Is dan Gung Iwan datang dengan membawa tombak dan alat pemukul. “Mereka waktu itu hanya turun sambil membawa alat pemukul dan tombak,” jelasnya. Atas tuntutan itu, Pak Is dan Gung Iwan tidak mengajukan pledoi alias pembelaan, sehingga putusan dijadwalkan Senin (20/6) mendatang.

Sebagaimana diuraikan dalam tuntutan, bahwa ketika itu, Ishak pada 17 Desember 2015 sekitar pukul 16.30 Wita menerima pesan singkat dari Dedek (Sekertaris ormas Laskar Bali) untuk siaga satu di posko ormas di Jalan Kampung Kepaon Depasar. Dari pesan singkat itu, saksi Dedek memberikan informasi bahwa terjadi keributan di Lapas Kerobokan antara ormas Baladika dan Laskar Bali. Kemudian, terdakwa menuju ke Lapas Kerobokan dengan membawa sepeda motor dan membawa senjata tajam (tombak terbuat dari besi).

Namun, belum tiba di Lapas, tepatnya di Jalan Mahendradatta terdakwa bertemu dengan sesama anggota Laskar yang saat itu menggunakan mobil Ford Ranger mengarah ke Jalan Teuku Umar. Saat melintas di Jalan Teuku Umar itu melihat ada keributan depan Rumah Makan Simpang Ampek.

Selanjutnya, semua teman-teman terdakwa yang ada di dalam mobil turun ke jalan karena melihat sekelompok anggota ormas Baladika. Namun, saat itu terdakwa tidak melakukan penebasan dengan senjata yang dibawanya itu.

Berbeda dengan terdakwa IGA Ngurah Niryawan alias Gung Iwan yang berangkat dari Tabanan karena menerima kabar melalui pesan singkat dari Ketut Putra Ismaya Jaya untuk menuju Lapas Kerobokan. Namun, saat terdakwa sudah berangkat dengan sejumlah temannya (Hery Sujana dan Abdus Syukur) menggunakan mobil kijang Inova bernopol DK 6112 VY diminta berkumpul di Jalan Malboro Denpasar.

Saat itu, terdakwa bersama rombongan menuju Jalan Teuku Umar Denpasar melihat salah satu anggota ormas Baladika Bali menggunakan motor. Selanjutnya, terdakwa Ngurah Niryawan bersama teman-temannya membawa senjata berupa pipa besi. Akibat perbuatannya, kedua terdakwa yang duduk dikursi terdakwa dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, dalam sidang untuk 8 terdakwa lainnya yaitu Susanto alias Antok, Robertus Korli alias Robi, I Kadek Latra alias Caplus, I Ketut Merta Yusa alias Toplus (dalam satu berkas) dan I Dewa Kadek Dedi Kota Widiatmika alias Dewa Jebir, I Gusti Putu Eka Krisna Aryanto alias Ngurah Krisna, I Wayan Ginarta alias Egi dan I Nyoman Suanda alias Wanda menghadirkan saksi Sekjen Laskar Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya.

Dalam keterangannya dihadpaan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa, Ismaya mengaku sempat melintas di Jalan Teuku Umar sesaat setelah peristiwa terjadi. Saat itu ia hanya melihat satu orang berkaos merah tergeletak di pinggir jalan. Ismaya sendiri baru tahu jika orang tersebut kroban bentrok setelah tiba di rumahnya di Renon. “Saya baru tahu waktu di rumah,” jelasnya.

Hakim sempat menayakan terkait adanya SMS dari Ismaya sebagai Sekjen Laskar Bali yang meminta anggota bersiap karena ada keributan dengan ormas lain. Ismaya mengakui jika dirinya yang mengirimkan SMS tersebut. Namun setelah tiba di Lapas, ia dan Kapolresta Denpasar membubarkan anggotanya karena sudah menyerahkan semua proses kepada polisi. “Waktu itu memang ada yang bawa senjata tapi ada banyak yang tidak bersenjata,” ujarnya.

Selain banyak menggali terkait kejadian tersebut, majelis hakim juga sempat mempertanyakan vis dan misi Laskar Bali. “Misi dan visi kami menjaga ikut berpartisipasi menjaga keamanan Bali dan menyejahterakan anggota kami,” jawab Ismaya.

Selain kasus bentrok ormas di Jalan Teuku Umar, PN Denpasar juga menggelar sidang pledoi (pembelaan) empat terdakwa bentrok ormas di dalam Lapas Kerobokan yang juga mengakibatkan dua orang tewas.

Dalam pledoi, penasihat hukum para terdakwa, Kadek Agus Suparman dkk, dihadapan JPU Dewa Arya Lanang Raharja dan majelis hakim yang diketuai Achmad Peten Sili, empat terdakwa yaitu Kadek Lingga Januarta alias Lingga (32) tinggal di Blok C (kasus penggelapan), I Putu Heri Saptrawan (33) tinggal di Blok C2 (kasus narkotika), I Wayan Sumerta Antara alias Beji (27) tinggal di Blok C1 (tahanan kasus narkoba) dan I Made Atmaja Eka Putra alias Girut (19) tinggal di Blok C (kasus penganiayaan) minta dihukum ringan. Sebelumnya, keempat terdakwa ini dituntut satu tahun penjara oleh JPU.

wartawan
soegiarto
Category

Ratusan Bikers Honda Ramaikan Regional Public Exhibition New Honda Vario EVO 160 Lewat City Rolling #Cari_Aman

balitribune.co.id | Denpasar – Regional Public Exhibition New Honda Vario EVO 160 yang diselenggarakan Astra Motor Bali, Sabtu (11/7/2026) berlangsung semakin semarak dengan kehadiran sekitar 50 bikers dari berbagai komunitas Honda di Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Hadiri Loka Sabha VII MGPSSR, Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pesemetonan MGPSSR dalam memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Bertahun-Tahun Hadapi Krisis Air, 732 Rumah di Desa Pejukutan Akhirnya akan Teraliri Air Bersih

balitribune.co.id I Semarapura - Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus digenjot. Bupati Klungkung I Made Satria, menghadiri langsung acara Sosialisasi Pekerjaan Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) yang berlangsung di Kantor Perbekel Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Senin (13/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Kembang Minta MPLS di Jembrana Bebas Perploncoan

balitribune.co.id I Negara - Tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai pada Senin (13/6/2026). Seluruh siswa baru pada setiap jenjang pendidikan mengawalinya dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pihak sekolah baik tenaga pendidik maupun Pengurus OSIS diingatkan agar pelaksanaan MPLS bebas dari perploncoan. 

Baca Selengkapnya icon click

Mahasiswa Cipayung Plus Datangi DPRD Buleleng, Bahas Kepastian Bandara Bali Utara

balitribune.co.id I Singaraja - Pimpinan DPRD Kabupaten Buleleng menerima audiensi dari Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus untuk membahas sejumlah isu strategis pembangunan daerah, Senin (13/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng itu dipimpin Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya didampingi Wakil Ketua Nyoman Wandira Adi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.