BBTF 2017 Targetkan 241 Tour Operator | Bali Tribune
Diposting : 18 April 2017 19:57
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
audiensi
AUDIENSI - Saat audiensi dengan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Senin (17/4), Ketua Asita Bali, Ketut Ardana, menyampaikan rencana penyelenggaraan event BBTF 2017.

Denpasar, Bali Tribune

Ajang promosi pariwisata berskala internasional Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) pada tahun ini kembali digelar. Event tahunan yang mempertemukan pembeli dan penjual dari luar negeri dan sejumlah daerah di Indonesia ini akan diselenggarakan pada Juni 2017 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Bali, saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Senin (17/4).

Dalam kesempatan itu Sudikerta menyampaikan bahwa event BBTF sangat baik bagi kemajuan pariwisata Bali. “Kami menyambut positif penyelenggaraan BBTF yang akan dilaksanakan bulan Juni nanti. Event ini sangat bagus karena akan mempromosikan pariwisata Bali. Kita harus memikirkan bagaimana pariwisata kita bisa berkualitas dan bisa bersaing. Jika tidak, maka akan tergerus pariwisata dunia,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bali, kata Sudikerta, akan terus meningkatkan kualitas pariwisata Bali. Sebab belakangan ini pariwisata Bali sudah mulai jenuh. Menyikapi hal itu, pemerintah, kata dia, akan mengambil langkah dengan berbagai perbaikan agar pariwisata Bali tidak monoton. “Destinasi pariwisata harus kita perbaiki dan juga kedepan kita akan membuat destinasi baru agar wisatawan tidak jenuh,” tegas Sudikerta didampingi Kadis Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra.

Selain itu, Pemprov Bali akan menciptakan destinasi wisata alternatif di wilayah Bali Utara agar pembangunan pariwisata dengan Bali Selatan mengalami pemerataan. Dalam hal pengembangan pariwisata di Bali Utara dijelaskan Sudikerta bahwa ke depan Pemprov Bali akan membuat kawasan baru seperti ITDC. Kawasan yang menyerupai ITDC ini rencananya akan dikembangkan di wilayah Buleleng Barat dengan tiga konsep destinasi pariwisata diantaranya marina, alam dan juga spiritual.

“Kalau sekarang kan timpang antara selatan dan utara. Jadi kedepan kita akan tata ini. Di wilayah Buleleng Barat kita akan kembangkan dengan tiga konsep yakni marina, alam dan juga spiritual karena di sana banyak Pura. Nanti akan kita lengkapi dengan akomodasinya juga di sana, untuk menunjang hal tersebut kedepan akan kita perbaiki infrastruktur jalannya agar aksesnya bisa lebih mudah dan cepat,” jelas Sudikerta.

Terkait pengembangan Buleleng Barat ini menurutnya, sangat diperlukan peran Asita Bali. “Jadi saya minta tingkatkan kualitas paket-paket wisata yang ditawarkan agar bisa bersaing di era globalisasi ini,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana memaparkan pada penyelenggaraan BBTF ke-4 tahun 2017 ini ditargetkan diikuti oleh 241 tour operator dari seluruh negara. Sedangkan pada BBTF tahun 2016 berhasil menghadirkan 228 tour operator.

Hingga saat ini diungkapkannya sudah ada 210 operator yang telah mendaftarkan diri untuk hadir pada BBTF yang akan dilaksanakan 7-11 Juni 2017 mendatang. Ardana berharap, ajang ini mampu memberikan kontribusi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. “Jika target kita terpenuhi, maka Bali akan bisa menyumbangkan lebih besar kunjungan wisatawan bagi Indonesia,” ujarnya.