Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bendung Karet Tukad Penet Jebol, Pelanggan Meradang Tak Dapat Air Sejak Galungan

Bali Tribune/Mengeluh - Warga saat meyampaikan keluhan air mati kepada jajaran Direksi Perumda Tirta Sewakadarma Denpasar, Selasa (22/2).
balitribune.co.id | Denpasar - Sejumlah pelanggan mengeluhkan matinya air yang didistribusikan Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sewakadarma Kota Denpasar. Pelanggan mengaku sudah tidak mendapatkan air sejak Galungan. 
 
Salah satu pelanggan, I Nyoman Budiana, mengungkapkan, air pam miliknya sudah mati sejak hari raya Galungan. Sekalinya hidup, hanya sampai pukul 18.00 Wita. Setelah itu air mati hingga pagi hari. Budiana yang merupakan Warga Banjar Binoh Kaja ini mengaku selama ini dia bayar air tidak pernah telat. Sekalinya telat pasti denda yang akan diterima. Sedangkan jika air mati terus-terusan seperti ini pihaknya harus menerima resiko. "Pak kami mengalami air mati sejak Galungan. Kalaupun hidup pasti setelah jam 6 sore. Jadi kami terus-terusan susah mendapatkan air," keluhnya saat menemui Jajaran Direksi Perumda Tirta Sewakadarma Denpasar, Selasa (22/2).
 
Pelanggan lainnya, Putu Sanjaya dari Banjar Batur, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, mengaku sampai belum mandi saat melakukan pertemuan dengan Perumda Tirta Sewakadarma akibat air mati. Dengan tidak ada air yang mengalir dari Perumda Tirta Sewakadarma, kata Sanjaya, seluruh kegiatan rumah tangga mengalami kendala. 
 
Menyikapi adanya keluhan tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Sewakadarma Denpasar IB Gede Arsana, menjelaskan bahwa ada gangguan pengaliran air tersebut akibat dari adanya permasalahan yang terjadi di Bendung Karet SPAM Tukad Penet. Bendungan karet jebol karena mengalami kebocoran yang baru bisa ditangani, Minggu (23/2) oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida selaku pengelola bendung. 
 
Pihaknya mengatakan untuk menangani terjadi gangguan pihaknya melakukan langkah jangka pendek dengan melakukan penyaluran secara bergilir dari IPA Blusung menuju Padang Sambian Kaja, Kelurahan Padang Sambian, dan Padang Sambian Kelod. Selain itu, Ubung Kaja juga terimbas termasuk Kelurahan Ubung karena dalam satu jalur pengairan. 
 
Untuk jangka panjang kata Arsana, pihaknya sudah berkomunikasi dengan BWS untuk segera mencarikan solusi dengan melakukan penggantian Bendung Karet secepatnya. "Kami mohon maaf karena keadaanya memang seperti itu. Jadi kami terus berupaya percepat perbaikan. Jadi, kalau memang ada yang membutuhkan air kami bisa layani kuga dengan tangki air dari Perumda Tirta Sewakadarma," ungkapnya. 
 
Mendengar penjelasan tersebut, warga akhirnya bisa mengerti dan meminta pihak Perumda serta BWS mencari solusi agar air tidak lagi mengalami kendala. Sebab, saat ini air terlalu sering mati tanpa diketahui penyebabnya oleh warga. 
 
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen, Oprasi dan Pemeliharaan II BWS Bali-Penida, I Wayan Yuliartha mengatakan, seringnya bendung karet tersebut jebol karena karet bendung sudah terlalu tua yang dibangun sejak 2008 lalu. Idealnya kata dia, bendung karet harus diganti 10 tahun sekali. Kendala saat ini kata dia, dengan terlalu tuanya bendung tersebut membuat bocor baru dititik yang berbeda. "Terlalu tua, sekarang tambal satu, bocornya di lokasi lain. Jadi itu harus diganti, dan sekarang sudah kami anggarkan untuk antisipasi jangka panjang kami akan ganti termasuk seluruh komponen dan gensetnya. Itu sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2020. Akan digarap Awal Maret 2020 yang memakan waktu sekitar 8 bulan," jelasnya. 
 
Untuk jangka pendek kata dia, pihaknya sudah mulai bekerja dengan menambal bendung karet tersebut sebelum ada pergantian agar bisa digunakan untuk mengolah air baku. Selain itu Yuliartha juga mengatakan pihaknya akan membuat kis dum sementara. "Jangka pendek perbaikan dan pembuatan kis dum. Hari ini UPT belum siap kalau kami sudah dengan peralatan jadi pengerjaannya mulai besok (hari ini, red)," tandasnya.
wartawan
I Wayan Sudarsana

Jebol, Jalan Utama Ditutup Ubud Macet Parah

balitribune.co.id | Gianyar - Guyuran hujan  di Wilayah Ubud, kembali menimbulkan bencana, Kamis (18/12). Selain banjir luapan,  Jalan Raya Ubud di barat Simpang Ambengan Peliatan, jebol lantaran senderan jalan  longsor. Jalan pun terpaksa ditutup dan kemacetan pun tidak terhindarkan.  Di sejumlah jalan yang dijadikan alternatif pun mengalami stuck atau.macet terkunci.

Baca Selengkapnya icon click

HUT ke-130, BRI Region 17/Denpasar Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan untuk Insan BRILiaN

balitribune.co.id | Denpasar - Memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) BRI ke-130, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 17/Denpasar menyelenggarakan kegiatan donor darah dan layanan kesehatan sebagai komitmen BRI untuk terus tumbuh berkelanjutan dengan mengedepankan kepedulian sosial dan kesehatan Insan BRILiaN.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dibandrol Rp27 Jutaan, Motor Listrik Molis Sprinto Resmi Hadir di Pulau Dewata

balitribune.co.id | Denpasar - PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) kembali melanjutkan rangkaian regional launching motor listrik (Molis) terbarunya, Indomobil eMotor (IM) Sprinto, dengan menghadirkan produk ini secara resmi kepada masyarakat Bali.  Acara peluncuran menghadirkan suasana lebih dekat dan interaktif bagi para undangan serta media untuk mengenal lebih jauh karakter dan teknologi yang dibawa Sprinto.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terciduk Google Maps, Tabir Eksploitasi Hutan di Taman Nasional Bali Barat Terbongkar

balitribune.co.id | Negara - Kawasan Hutan Bali Barat, yang selama ini menjadi benteng terakhir kelestarian ekosistem di ujung barat Pulau Dewata, kini dinilai sudah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Berawal dari viralnya tangkapan layar peta digital Google Maps yang menunjukkan area "botak" di tengah rimbunnya tutupan hijau, tabir dugaan eksploitasi hutan oleh pihak swasta kian mencuat.

Baca Selengkapnya icon click

Korupsi Rumah Subsidi di Buleleng, 399 Dokumen Direkayasa, Negara Rugi Rp41 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali yang baru Dr. Catharina Muliana Girsang langsung tancap gas dalam membongkar kasus korupsi. Ini seiring ditetapkannya dua tersangka baru berkaitan dengan perkara penyelewengan bantuan rumah subsidi di Kabupaten Buleleng. Mereka masing - masing berinisial KB selaku pemilik dan Direktur PT Pacung Prima Lestari (Pengembang) dan IK ADP Relationship Manager Bank BUMN penyalur kredit.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.