Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Berenang Sambil Selfie, Wisdom Tewas Terseret Ombak

EVAKUASI – Petugas tampak mengevakuasi jenazah korban wisatawan domestik asal Jawa Barat yang tewas terseret arus saat berenang sambil selfie, Minggu (16/9) di Nusa Penida.

BALI TRIBUNE - Seiring pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida yang populer disebut  blue paradise, berbagai peristiwa juga terjadi di kawasan tersebut. Paling anyar musibah yang menimpa seorang wisatawan domestik (wisdom) asal Jawa Barat, Minggu (16/9) sekira pukul 14.00 Wita. Saat berenang sambil berswafoto (selfie) di objek wisata Pantai Kelingking, Banjar Karangdawa, Desa Bungamekar,  Kecamatan Nusa Penida, wisatawan bernama Kiky Baehaki (23) tersebut tewas setelah diempas ombak besar.  Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ketut Suastika,SH,MH membenarkan adanya musibah tersebut. Berdasarkan informasi warga, lanjut dia, Kiky Baehaki yang seorang mahasiswa beralamat RT  05/RW 09 Kelurahan Suka Asih,  Kecamatan Bojongloa Kaler,  Bandung, Jawa Barat datang ke objek wisata itu bersama sejumlah rekannya. “Korban datang ke objek wisata tersebut bersama dua rekannya, yakni Rudi (26), alamat  Jalan Batu Wastrak II No.  17 Kelurahan Mekarjaya,  Kecamatan  Rancak Sari,  Bandung dan Muh.  Jamal (23) alamat  Jalan  Gagak,  Gang Sadang Saip RT 05/RW 10 No. 130 Bandung, Jawa Barat,” kata Kompol Suastika. Berdasarkan keterangan kedua rekannya itu, kata Suastika, kronologis kejadian meninggalnya korban berawal sekira pukul  11.30 Wita korban bersama 10 orang temannya datang  ramai-ramai ke objek wisata Pantai Kelingking, Desa Bungamekar, Nusa Penida. Setibanya  di lokasi, empat orang teman  korban turun terlebih dahulu kemudian disusul oleh korban. Saat turun menuju pantai, di pertengahan jalan hendak turun ke Kelingking, korban dan temannya bertemu dan selanjutnya mereka  turun bersama-sama ke pantai. Setibanya di pantai, korban kemudian membeli minuman dan selanjutnya korban bersama temannya berenang di pinggir pantai. Kurang lebih 30 menit berenang, korban kemudian mengambil kamera untuk dipakai selfie bersama teman-temannya. Saat selfie korban bersama teman-temannya beberapa kali terhantam ombak, dan selang beberapa saat kemudian korban selfie dengan  sengaja mencari momen  ombak  besar. Dan  benar saja, saat tiba-tiba datang ombak besar, selanjutnya menghantam korban dan seketika korban terseret ombak ke tengah laut. Korban berusaha bereng ke pinggir namun sialnya  saat itu malah makin terseret hingga 20 meter dari  bibir pantai. Kurang lebih 30 menit berenang tiba-tiba korban tenggelam dan selanjutnya menghilang dan selang 30 menit kemudian korban muncul ke permukaan laut selanjutnya dievakuasi bersama teman-temannya dan warga sekitar  ke pantai. Naas nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Karena kejadian tersebut teman-teman korban panik dan langsung mengevakuasi korban dengan membawanya ke RSU terdekat di Nusa Penida. Oleh petugas Polsek Nusa Penida jenazah korban  dievakuasi dengan mengambil sidik jari jenazah korban.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Buka Puasa Bersama Warga Muslim di Kampung Gelgel

balitribune.co.id I Semarapura - Guna menjaga tradisi toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kabupaten Klungkung, Bupati Klungkung, I Made Satria dan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri undangan Buka Puasa Bersama masyarakat Muslim di Masjid Nurul Huda Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Penipuan Berkedok Migrasi Data Pajak Marak, DJP Minta Wajib Pajak Waspada

balitribune.co.id | Jakarta - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Peringatan ini disampaikan seiring maraknya upaya penipuan di tengah gencarnya program aktivasi akun Coretax DJP bagi seluruh wajib pajak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.