Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bersepeda Menyusuri Pantai Sanur Jadi Wisata Alternatif

wisatawan
saat lelah bersepeda, wisatawan duduk bersantai di pinggir pantai

BALI TRIBUNE - Aktivitas wisata bersepeda di kawasan Sanur menjadi pilihan alternatif wisatawan selain berjemur di pantai. Saat ini bersepeda menyusuri pantai di kawasan itu kerap dilakukan oleh wisatawan asing maupun domestik bahkan masyarakat lokal. Di sepanjang Pantai Sanur pun, wisatawan tidak sulit untuk menemukan jasa penyewaan sepeda gayung.

Selain itu, fasilitas jalan di sepanjang pantai untuk melakukan kegiatan bersepeda cukup nyaman. Wisatawan pun nampaknya merasakan keseruan bersepeda karena dimanjakan dengan pemandangan pantai. Sepanjang jalur sepeda itu, wisatawan disuguhkan aneka pilihan tempat makan dan minum mulai dari menu lokal dan makanan barat. Bahkan juga terdapat jasa pijat di pantai jika kelelahan setelah melakukan aktivitas bersepeda.

Salah seorang penyedia jasa penyewaan sepeda, Made Taram mengaku disaat sepi pengunjung, dalam sehari rata-rata 3 sepeda yang disewa wisatawan. Namun ketika momen liburan biasanya dalam sehari 15 sepeda disewa wisatawan asing, domestik maupun lokal.

Menurut Taram yang memiliki 15 sepeda gayung ini, karena banyaknya penyedia jasa sewa memberikan kemudahan wisatawan untuk mendapatkan sepeda. Pemilik sepeda rata-rata memberikan tarif penyewaan Rp 15 ribu per jam. "Kalau yang sewa per jam kebanyakan orang lokal," katanya saat ditemui kemarin di Pantai Segara Ayu Sanur, Denpasar.

Dia menuturkan, wisatawan asing kerap menyewa sepeda lebih dari sehari. Bahkan ada juga yang menyewa selama sebulan tergantung lama menginap di hotel-hotel kawasan Sanur. Sementara untuk wisatawan asing pihaknya memberlakukan tarif Rp 25 ribu per jam.

Lanjut Taram mengatakan apabila sepeda miliknya disewa selama sebulan penuh, maka dalam sehari biaya sewa dihitung Rp 35 ribu. "Tamu dari Belanda paling sering sewa sebulan yang menginap di Sanur," sebut Taram.

Salah seorang warga lokal, Putu Wirat yang ditemui saat melakukan aktivitas sepeda di kawasan Pantai Sanur mengaku jalur bersepeda ini sangat aman karena tidak dilakukan di jalan raya. "Wah ini seru banget, kalau sepeda di jalan kan rada bahaya. Harus berebut sama motor dan mobil," katanya.

Menurutnya, bersepeda di pinggir pantai ini selain sejuk juga dapat menikmati pemandangan pantai. Fasilitas jalan area bersepeda ini pun kata dia cukup bagus. "Sewa sepedanya juga tidak begitu mahal. Menurut saya sepadan sih harga dan kualitas yang saya dapat," ujar Wirat.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.