Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bertameng Asongan, Bocah Pengemis Serbu Gianyar

Bali Tribune/ PENGEMIS - Bocah pengemis bertameng asongan.

balitribune.co.id | Gianyar  - Mengakali penertiban petugas, pengemis yang kerap beroperasi di Gianyar terus berinovasi. Setelah pengemis dewasa ketahuan kedoknya sebagai pedagang asongan, kali ini anak-anak mereka  yang bertameng pedagag asongan dengan menjual tisu, jepit rambut dan lainnya.
 
Langkah ini terbilang efaktif, karena petugas enggan menertiban meraka yang tanpa didampingi langsung para orangtuanya. Akibatnya,  keberadaan bocah pengemis asongan inipun saperi laron muncul di perkantoran, rumah-rumah penduduk, fasilitas umum dan lainnya.
 
Sebagamana pantauan, Senin (9/8/2021), bocah-bocah tersebut berpencar menelusuri setiap Kantor OPD di Gianyar. Mereka dengan fasihnya dan terkadang memelas menawarkan barang daganganya yang harga rata-rata Rp 2000-5000. Barang tersebut ditempatkan pada sebuah ranjang, berisi tisu, jepit rambut, jedai dan lainnya. Salah seorang bocah, bernama Gede yang mengaku saat ini duduk di kelas tiga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karangasem. Dia keliling bersama dua saudara, Putra dan Gede yang belum duduk di bangku sekolah. Mereka juga mengaku mendapat barang dagangan dari kakaknya. Namun, saat ditanya keberadaan orangtuanya, mereka memilih menghindar.
 
Di Gianyar, pada malam harinya bocah-bocah itu mengaku ngumpul dan tidur di pinggiran toko di Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar.  Namun sebelumnya, mereka juga menyempatkan diri mengemis di depan-depan toko berjejaring.  "Kalau sudah malam, saya tidur di depan toko tutup," terangnya.
 
Mereka juga mengaku waktu di Gianyar sisa lima hari lagi. Karena mereka akan dijemput, agar sekali jalan. Ditanya mengenai waktu sekolah, Ayu menambahkan, jika bersekolah di Karangasem. Namun karena sekolah belajar di rumah, maka dia memilih ikut ke Gianyar. Sebab jika tidak “berjualan” mereka tidak bisa membantu oragtuanya. "Saya kan berjualan dan tidak meminta-minta, kenapa harus ditertibkan.," dalihnya.
 
Sementara itu, di tempat-tempat tertentu, mereka mengubah peran menjadi pengemis. Mereka menguasai titik-titik tempat vital. Seperti di perempatan yang ada lampu stopnya dan depan toko modern. Bahkan pantauan koran ini mereka juga tersebar di baypas, jalur sangat padat dan membahayakan.
 
Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan, pihaknya sudah setiap hari melakukan penertiban. Bahkan telah dilakukan pengangkutan dan pengembalian ke tempat tinggal melalui dinas sosial. "Kami selalu tertibkan, karena mereka kita tidak tau apakah terkonfirmasi positif, atau otg, kami hindari itu," ujarnya.
 
Disinggung apakah Satpol PP kewalahan dalam menertibkan, Watha mengatakan tidak ada kewalahan. Pihaknya selalu melakukan penertiban, untuk menghindari penyebaran Covid-19. "Intel-intel kami tetap melakukan pemantauan, jika ditemukan, kami akan tertibkan dan kami serahkan ke sosial untuk dipulangkan," tegasnya. 
wartawan
ATA
Category

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disdukcapil Denpasar Raih Predikat Sangat Baik dari Kemendagri

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar meraih predikat Sangat Baik dengan nilai 90,00 berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 800.1.5.1.1910/Dukcapil/2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Dukung Pengembangan Usaha Pemindangan Ikan Melalui Penyaluran KUR di Bali dan Nusa Tenggara

balitribune.co.id | Semarapura - Wayan Suitari yang merupakan salah seorang perajin ikan pindang di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba Kabupaten Klungkung meningkatkan usahanya dengan menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia yang sudah selama puluhan tahun bergelut di dunia pemindangan ikan, mendapat dukungan dana dari perbankan.

Baca Selengkapnya icon click

Klasterku Hidupku BRI, Usaha Keripik Ayam Biru di Denpasar Terus Berkembang dan Berdaya

balitribune.co.id | Denpasar - Di sela rutinitas mengurus rumah dan keluarga, banyak ibu rumahtangga diam-diam menyimpan mimpi untuk membantu perekonomian keluarga. Mimpi itu kadang dimulai dari hal sederhana, seperti camilan rumahan yang dibuat dari dapur sendiri.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.