Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bertani Organik, Sertifikasi Menjadi Tantangan Subak

Bali Tribune/ORGANIK - Areal pertanian organik di Subak Kedisan menjadi daya tarik pariwisata.

balitribune.co.id | Gianyar - Mengembangkan sistem pertanian organik rupanya tidak  hanya bersandar pada proses produksi. Faktor lingkungan pertanian  yang membutuhkan komitmen bersama  stakeholder.  Hal ini pula yang kerap menjadi tantangan sejumlah subak untuk lolos verifikasi  menuju sandangan Subak bersertifikasi organik.
 
Demikian halnya produksi beras organik yang kini menjadi tren di sejumlah subak di Gianyar. Dimana sebagian  petani di wilayah subak  sudah mengembangkan sistem pertanian organik. Namun untuk mendapatkan sertifikasi organik mesti melalui jalan yang panjang.
 
Kabid Pertanian dan Holtikultura Dinas Pertanian Gianyar, I Wayan Suarta, Rabu (31/8/2022) menyebutkan saat ini di Gianyar yang sudah memiliki sertifikasi padi organik baru tiga subak. Disebutkan tiga subak itu adalah Subak Kuwalon di Desa Temesi, Subak Telaga di Ubud dan Subak Kedisan di Desa Kedisan. 
 
"Tiga subak itu sudah mendapatkan sertifikasi penghasil padi organik," jelas Wayan Suarta. 
 
Untuk mendapatkan sertifikasi organik sebelumnya diajukan ke Dinas Pertanian dan dibantu pengajuannya ke lembaga sertifikasi organik.
 
Di sisi lain, sebelum menuju ke pertanian organik wilayah subak tersebut harus melewati lahan sistem pertanian sehat ramah lingkungan. Sistem pertanian sehat ini juga persyaratan cukup berat. 
 
"Yang sering terjadi untuk pertanian sehat ramah lingkungan ini, pertama pada saluran irigasi tidak ada sampah plastik," jelasnya. 
 
Saluran irigasi juga terpisah dengan saluran got rumah tangga, bagi yang saluran irigasi melewati pemukiman penduduk. Sehingga standar penilaian pertama adalah irigasi bebas dari sampah plastik dan bebas dari campuran got rumah tangga.
 
Selain persoalan sampah plastik, pertanian organik, saluran irigasi mesti steril dari pestisida dan pupuk anorganik. 
 
"Saluran irigasi kan bersinggungan dengan subak lain, kalau di hulu masih memakai pestisida dan pupuk anorganik, maka subak di hilirnya tidak bisa murni organik, karena masih tercemar dari hulunya," paparnya. 
 
Walau demikian dari Dinas Pertanian terus mendukung program pertanian organik dengan pertama menjadikan lahan pertanian sehat ramah lingkungan terlebih dahulu.
 
Dari data Dinas Pertanian, luas tanam padi di Gianyar mencapai 13.457 hektar dengan produksi beras lebih dari 47.488 ton per tahun 2021. Dari luas 13.488 tersebut sekitar 653 lahan pertanian sudah beralih ke lahan pertanian sehat ramah lingkungan dan organik. Dimana 3 subak sudah pertanian organik bersertifikat dan 13 subak sudah pertanian sehat ramah lingkungan. 
 
Jumlah petani di Gianyar sekitar 28.000 petani penggarap yang rata-rata jumlah garapan sekitar 40 are. 
wartawan
ATA
Category

Imigrasi Singaraja Perketat Pengawasan WNA

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi teknologi serta patroli lapangan secara intensif. 

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Mang Colik, Pelaku ANPP Tusuk Korban Sambil Mandi Bareng

balitribune.co.id I Semarapura - Polres Klungkung terus bergerak tuntaskan kasus pembunuhan Nyoman Cita alias Mang Colik yang sempat viral dan mengebohkan jagat maya Bali. Satreskrim Polres Klungkung bersama Kejaksaan Negeri Klungkung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana dengan tersangka berinisial ANPP, Selasa (21/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Kasus Gigitan HPR Terjadi di Gianyar, Pemkab Intensifkan Layanan Rabies Center

balitribune.co.id I Gianyar - Trend kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Gianyar masih cukup tinggi. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar yang diterima, Selasa (21/7/2026), selama Januari hingga Juni 2026 telah tercatat 4.545 kasus gigitan HPR yang terjadi di kabupaten dengan julukan gumi seni ini. Itu artinya, rata-rata kasus gigitan HPR di Gianyar mencapai 756 kasus per bulan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kebakaran Landa Koperasi Sri Artaguna, Aset dan Empat Motor Hangus Dilahap Api

balitribune.co.id I Gianyar - Kebakaran melanda Koperasi Sri Artaguna di Banjar Adat Bayad, Desa Kedisan, Tegallalang, Selasa (21/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan koperasi beserta sejumlah aset di dalamnya, termasuk empat unit sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Penyebab kebakaran masih didalami aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.