Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Biaya Makanan Monyet di Sangeh Monkey Forest Membengkak Sejak Ditutup Sementara

Bali Tribune / MENIKMATI - Kawanan monyet di Objek Wisata Sangeh tampak menikmati buah pisang yang disiapkan pengelola

balitribune.co.id | Badung - Sejak merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19) di Pulau Bali, pemerintah daerah pun mengambil kebijakan untuk menutup sementara objek wisata yang ada di pulau ini. Hal tersebut untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Bali. Pengelola objek wisata pun mengaku kesulitan mendapatkan dana biaya perawatan dan pemeliharaan karena tempat wisatanya tidak beroperasional. 

Salah satunya adalah Objek Wisata Sangeh yang berada di Kabupaten Badung. Objek wisata yang dihuni oleh sekitar 600 monyet, sekarang ini hampir kehabisan dana untuk membiayai makanan penghuni objek wisata tersebut. Biasanya, ketika Objek Wisata Sangeh dikunjungi wisatawan, biaya membeli makanan monyet dalam sebulan mencapai Rp 15 juta. 

Namun saat ini karena objek wisata tersebut ditutup sementara mengakibatkan biaya makanan untuk ratusan monyet membengkak menjadi Rp 20 juta. Demikian disampaikan I Made Mohon,

Manajer Operasional Sangeh Monkey Forest saat jadwal pemberian makan kawanan monyet di objek wisata setempat, Minggu (10/5).

Penutupan Sangeh Monkey Forest sebagai upaya pencegahan pandemi Covid-19 justru berdampak pada nasib ratusan ekor monyet penghuni obyek wisata tersebut. Dikatakan Mohon, pihaknya sebagai pengelola obyek wisata setempat khawatir dengan dana yang tersisa tidak akan mampu lagi menyediakan makanan untuk kawanan monyet. 

"Disaat Sangeh ini beroperasional menerima kunjungan, biasanya para pengunjung datang dengan membawa makanan untuk para monyet. Sehingga pengeluaran untuk biaya makanan monyet-monyet ini lebih sedikit ketimbang saat ditutup. Sekarang karena ditutup, tidak ada pengunjung yang memberi makan untuk monyet-monyet ini. Biaya makanan pun menjadi naik Rp 20 juta sebulan," bebernya. 

Seperti diketahui, Objek Wisata Sangeh atau Sangeh Monkey Forest ini daya tariknya adalah kawanan monyet. Keberadaan hutan monyet tersebut menjadikan wisatawan tertarik berkunjung ke objek wisata ini. "Sejak objek wisata ini ditutup pada 21 maret lalu praktis tidak ada lagi pengunjung yang memberi makan kawanan monyet tersebut. Saat ini pemberian makan monyet hanya mengandalkan dari sisa penghasilan yang ada," jelas Mohon.

Dikhawatirkan jika pandemi Covid-19 ini berlangsung lama, maka monyet - monyet di Hutan Sangeh pun akan terlantar karena kesulitan mendapat makanan. Bantuan dari donator baik dari pihak swasta, perusahaan ataupun dari pemerintah sangat diharapkan untuk meringankan beban pihak pengelola dan desa adat. 

"Dengan mengandalkan bantuan dari relawan dan sisa hasil retribusi sebelum adanya imbauan penutupan obyek wisata, monyet - monyet di Sangeh saat ini masih bisa diberi makan berupa buah-buahan yang mudah dicari seperti ketela ataupun pisang. 

wartawan
Ayu Eka Agustini

Urai Macet Gilimanuk, Berbagai Skenario Diterapkan

balitribune.co.id I Negara - Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, mengalami kemacetan parah hingga mengular sejauh 3,5 kilometer. Kondisi ini merupakan dampak domino dari aksi mogok massal dan blokade pintu keluar yang digelar puluhan sopir truk logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026) sore. 

Baca Selengkapnya icon click

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan Bangli Kritisi Jalan Rusak hingga Utang PEN 

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli yang digelar pada Jumat (25/9/2026) mengungkap RAPBD Bangli 2027 yang disampaikan pihak eksekutif tercatat senilai Rp1,32 triliun. Hal ini mendapat sorotan  DPRD Bangli. Rapat yang berlangsung secara maraton itu. dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dua Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp260 Juta

balitribune.co.id | Singaraja - Dua rumah warga di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran terjadi di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp260 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Mulai 1 Oktober 2026, Pelaporan Insidental Sektor Pasar Modal dan Bursa Karbon Wajib Lewat Sistem OJK

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon melalui digitalisasi pelaporan. Mulai 1 Oktober 2026, penyampaian laporan insidental kepada OJK wajib dilakukan melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.