Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bikin Resah Warga, Penyandang Tuna Rungu Diamankan

tuna rungu
DIPERIKSA - Pelaku NS saat diperiksa di Mapolres Bangli.

BALI TRIBUNE - Belakangan ini warga yang tinggal di kawasan LC Uma Bukal dan sekitarnya dibuat resah dengan prilaku NS (16) penyandang tuna rungu asal Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Bangli. Pasalnya NS kerap melakukan pencurian. Barang yang kerap disasar yakni, uang, burung, kamera milik warga. Karena sudah  hilang kesabaranya, beberapa warga yang menjadi korban pencurian yang dilakukan NS akhirnya melapor ke Mapolres Bangli, Selasa (22/8).

Pantauan  di Mapolres Bangli, pelaku yang sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bangli hingga kelas 10 ini datang ke Mapolres Bangli didampingi orangtuanya, Nyoman Suarjana. Tidak seperti menangani kasus-kasus lainnya, saat akan melakukan penyidikan, Reskrim Polres Bangli harus mendatangkan ahli bahasa isyarat.

Menurut Nyoman Suarjana, NS merupakan anaknya yang kedua dari tiga bersaudara. Ketika menginjak usia sekolah, disekolahkan di SDLB Bangli. Ketika duduk di bangku kelas X (SMA kelas 1) di SLB Bangli, perangi anaknya mulai berubah, NS mulai malas sekolah, dan kalau mau masuk sekolah setelah agak siang. “Karena terus terlambat, saya jadi malu kepada para guru, maka akhirtnya  NS saya hentikan dari sekolah,” jelas Suarjana.

Terkait kondisi anaknya seperti itu, Suarjana hanya bisa pasrah. Melihat perangai NS, kadang dia emosi, namun kalau dikerasin, NS malah mengancam akan bunuh diri. “Dulu waktu masih duduk di bangku SMP, karena emosi saya sempat menendangnya, namun apa yang terjadi? NS coba bunuh diri dengan cara tidur di tengah jalan,” ungkap Surajana.

Pria yang keseharaianya membuka usaha profil kayu di kawasan LC Bukal ini mengaku kedatanganya ke Polres Bangli untuk mendapingi anaknya menjalani pemeriksaan terkait laporan pencurian yang dilakukan NS. Dia tidak membantah kalau anaknya sering mengambil barang orang lain. “Saya sering menerima aduan, barang-barangyang dicuri baik itu uang, burung atau kamera  sudah saya kembalikan,” ujarnya.

Kata Nyoman Suarjana biasanya barang-barang yang dicuri akan disimpan oleh anaknya di sembarang tempat. Jika ada warga yang datang mengadu kalau NS mencuri, maka saya akan langsung memanggilnya dan langsung bertanya dengan menggunakan bahasa isyarat tangan. “Kalau memang benar mencuri, pasti akan langsung menunjukkan tempat menyimpan barang yang dicuri. Pencurian uang yang dilakukan sebulan lalu disimpan di bawah lepitan sadel sepeda motor, bahkan sebelumnya sempat barang yang dicuri disimpan di pohon pisang,”  sebutnya.

Suarjana mengaku sudah melakukanupaya pengobatan baik secara medis maupun niskala. Sempat beberpakali bertanya kepada orang pintar. “Dianjurkan untuk melakukan upacara mebayuh, sudah kami laksanakan, begitupula disuruh membuat sesajen untuk membayar utang kepada leluhur (nebusin) sudah kami jalani, tapi  tidak ada perubahan pada diri NS,” ungkapnya.

Suarjana juga sempat memeriksakan NS beberapa kali ke RSJP Bangli. Setiap kali berobat ke RSJP, oleh tim medis selalu memberikan obat penenang. “Walaupun beberpakali diantar berobat ke RSJP, kondisi anak saya tetap tidak berubah,”  sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Deny  Septiawan, saat dikonfirmasi mengatakan, berhubung pelakunya masih di bawah umur, maka penangananya dilakukan berbeda. “NS bukan kami tangkap, sebelumnya kita hubungi orangtuanya, dan dengan diantar oleh orangtuanya pelaku kita bawa ke Polres Bangli,” ujar Septiawan. Diamankanya NS terkait  laporan dari para korbanya ke Polres Bangli. “Pelakunya penyandang  tuna rungu, untuk diajak berkomunikasi  kita datangkan ahlinya,” sebut Septiawan.

Terkait kasus yang membelit NS, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak Bapas. “Kita tinggal melengkapi keterangan saksi-saksi, setelah itu akan berkordinasi dengan pihak Bapas untuk kelanjutan penanganan kasus ini,” tegas Septiawan.

Wadir Pelayanan RSJP Bali I Dewa Gede Basudewa saat dikonfirmasi terkait kondisi NS, mengatakan untuk mengetahui secara jelas kondisi NS harus melalaui berbagai tahapan tes. Disamping itu pula perlu diketahui NS memang tidak bisa mendengar dan ini harus ditangani dokter THT. “Pemeriksaan harus dilakukan secara mendalam, kita berharap orangtuanya langsung datang ke RSJP,” sebut Basudewa.

wartawan
Agung Samudra
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.