Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bisnis Buku Bekas, Nama ‘Made Book Shop’ Mendunia

Bali Tribune/ TOKO BUKU- Pemilik ‘Made Book Shop’ I Made Sutomo di depan tokonya di Seminyak, Kamis (14/4/2022).

balitribune.co.id | Denpasar - Siapa bilang bisnis buku bekas tidak meraup untung. Tengok saja Made Book Shop di Jl.Sarinande Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung. Nama toko ini dan pemiliknya I Made Sutomo (60) dikenal sampai ke mancanegara, bahkan viral di aplikasi Tik Tok.

Buku-buku yang dipajang di etalase toko beraneka ragam dan dari berbagai bahasa, Yang dominan adalah Inggris, Jerman, Prancis, Belanda hingga Skandinavia. Sedangkan buku berbahasa Indonesia paling sedikit diantaranya. Rata-rata harga buku dibandrol Rp40.000 -Rp150.000.

Di tengah gempuran pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan banyak usaha di Bali rontok dan terancam bubar, malah Made Book Shop naik daun. Pada saat deretan toko di sebelahnya harus terpaksa ditutup karena situasi ekonomi yang makin sulit, Made Book Shop berada di puncak ketenaran.

Dijumpai di tokonya, Kamis (14/4) pekan lalu, bos Made Book Shop, I Made Sutomo (60) menuturkan bahwa profesi sebagai penjaja buku bekas terbilang cukup lama. Sudah sekitar 30 tahun lebih dan dibantu sang istri, Ni Made Karmiati (55 ).  

“Tiap hari toko mulai dibuka pada jam 10.00 pagi hingga 16.00 petang,” kata Made Sutomo.
Made Sutomo mengaku kalau usahanya malah naik daun pada masa pandemi Covid-19. Saat deretan toko di sebelahnya harus terpaksa ditutup karena situasi ekonomi yang semakin sulit.

"Sekarang yang datang bukan hanya wisatawan asing saja, wisatawan domestik asal Jakarta juga sering ke sini. Mereka sangat agresif membeli buku, bahkan ada yang datang ke Bali karena penasaran dengan buku-buku di toko saya," kata Made menjelaskan.

Ia berkata bahwa ia bisa membiayai pendidikan kedua anaknya sampai menyelesaikan gelar diploma pariwisata dan membangun rumah dari keuntungan berjualan buku.

Sebelumnya, ia sempat bekerja sebagai Room Boy hotel bintang 4 di daerah Tabanan, namun penghasilannya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kini, omzet dagangannya rata-rata Rp200.000/hari. Perbulannya ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp4 hingga Rp5 juta.

Made menyinggung di masa pandemi orang-orang cenderung menghabiskan waktu di rumah, hal itu secara tidak langsung menaikkan minat membaca mereka. Para turis yang terjebak di Bali bingung bagaimana cara melepas penat dan rasa bosan, jadi membaca buku menjadi solusi mereka. Bukan bermaksud mensyukuri wabah yang ada, namun Made merasa ada sedikit berkah yang bisa diambilnya.
Ia melancarkan aksi pertamanya pada tahun 1985 ketika seorang teman asal Australia menawarkan ide tentang lahan pekerjaan yang tidak banyak dipikirkan orang. Yaitu menjual buku-buku bekas yang ditinggalkan para turis di hotel.

Kala itu, banyak turis mancanegara mengeluhkan sulit untuk menemukan buku berbahasa Inggris atau bahasa Ibu mereka. Dari sana ia mulai menekuni kariernya sebagai pedagang buku bekas. Perlahan-lahan, usahanya mulai dikenal oleh para pelancong. Kebanyakan adalah wisatawan asing asal Australia, Perancis dan Jerman.

"Slogan toko buku saya itu 'all world languages bookshop'. Mereka yang melihat jadi penasaran dan mampir. Awalnya cuma coba-coba, tapi akhirnya jadi langganan. Tahun kemarin datang, tahun ini datang lagi, mereka pasti mampir kalau ke Bali. Jadi saya tidak hanya dapatkan pembeli saja, tetapi juga menjalin hubungan yang erat dengan mereka," kata Made menjelaskan awal mula merintis usahanya.  

Selain itu, upayanya dalam mempertahankan usahanya agar tetap eksis adalah dengan memasang plang kayu bertuliskan nama toko di sepanjang jalan Canggu dan Seminyak serta menjaga relasi dengan hotel-hotel di sekitarnya. Made tidak memungkiri bahwa stok utama buku bekas yang didapatnya berasal dari para pegawai hotel menemukan buku yang ditinggalkan begitu saja.

Ketimbang menjadi sampah dan dibuang, Made merasa bahwa ia lebih baik membeli dan mengumpulkannya. Karena, menurutnya buku itu adalah jendela dunia.

"Menjaga hubungan itu kunci nomor satu untuk bertahan. Karena kalau bukan dengan bantuan pegawai hotel, saya sama sekali tidak bisa dapat pasokan buku. Di pasar loak tidak ada yang menjual buku bahasa asing seperti ini. Dulu banyak usaha serupa yang menjamur, tapi mereka harus tutup karena tidak tahu ke mana harus mengambil buku," paparnya.

Menariknya, selain membeli buku, pembaca juga bisa melakukan tukar tambah di tokonya. "Beli 1 buku setelah selesai membaca kembalikan, tukar dengan buku baru dan bayar setengah saja," akunya.

Disinggung tentang suka duka berjualan buku, Made menjelaskan bisnis ini sebenarnya punya prospek yang tinggi selama pembaca masih ada. Memahami celah dan membangun kerja sama dengan para pegawai hotel adalah strategi terpenting. Made menegaskan jika buku tida k punya masa kadaluarsa seperti dagangan lainnya, modal yang rendah dan keuntungannya juga menjanjikan.
 
Selain menjadi pedagang langsung, ia juga mendistribusikan bukunya ke toko-toko lain. Namun bisnis buku ini bukannya tanpa hambatan, ia membeberkan bahwa usahanya sempat meredup karena perkembangan buku digital beberapa tahun lalu. Kini, orang-orang perlahan kembali ke buku fisik.

wartawan
M2
Category

Sanggama Rohani Getarkan Ardha Candra, Tradisi Tipat Bantal Pukau PKB XLVIII

balitribune.co.id | Denpasar -  Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, bergemuruh saat Sanggar Seni Tugek Carangsari, dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Duta Kabupaten Badung, menampilkan garapan kolosal bertajuk "Sanggama Rohani" pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Jumat (3/7/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Sudakara ArtSpace Hadirkan Pameran Karya Seniman Perempuan Bali NiWay

balitribune.co.id | Denpasar - Ada perasaan-perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia hidup dalam warna, dalam bentuk, dan dalam ruang sunyi di antara sapuan kuas dan kanvas. Di sanalah seniman Bali Ni Wayan Sutariyani, yang dikenal dengan nama NiWay, menemukan suaranya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mediasi Buntu, Nasabah LPD Bedulu Kembali Mengadu ke DPRD

balitribune.co.id | Gianyar - Kesepakatan terdahulu di DPRD Gianyar antara nasabah, Bendesa Adat dan Ketua LPD Bedulu kandas.  Ratusan nasabah dipimpin Ketua Forum Komunitas Nasabah LPD Bedulu, I Wayan Setiawan, kembali mendatangi Gedung DPRD Gianyar, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan itu para nasabah minta  wakil rakayat kembali memfasilitasi  permasalahan yang bertahun-tahun tanpa penyelesaian tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

Hilang Dua Hari, Jasad ABK yang Jatuh di Banyu Wedang Ditemukan di Sela Mangrove

balitribune.co.id | Singaraja - Setelah sempat dilakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Turmalin 384310 yang sebelumnya dilaporkan hilang usai terjatuh dari speed boat di perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Manjakan Masyarakat lewat Hajatan, FIFGROUP Denpasar Berikan Promo Spesial hingga Potongan Angsuran Jutaan Rupiah

balitribune.co.id | Denpasar - PT Federal International Finance (FIFGROUP), perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari grup Astra, kembali mempererat hubungan dengan masyarakat melalui gelaran Hajatan FIFGROUP Cabang Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Tingkatkan Layanan, Gedung Policentral Lima Lantai RSUD Wangaya Dikebut Rampung Akhir 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Pembangunan gedung Policentral RSUD Wangaya setinggi lima lantai terus menunjukkan progres positif. Memasuki minggu keempat pengerjaan, proyek senilai Rp 100 miliar ini tercatat telah melampaui target yang ditetapkan, sekaligus memastikan seluruh tahapan pengerjaan tetap berjalan di jalur yang sesuai dengan regulasi tata ruang Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.