Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Buka Musrenbang RKPD Tahun 2024, Wabup Artha Dipa Minta Serius Rancang Program Pengentasan Kemiskinan

Bali Tribune/ BUKA - Wabup Wayan Artha Dipa buka Musrenbang RKPD Kabupaten Karangasem Tahun 2024.



Balitribune.co.id | Amlapura - Pengentasan Kemiskinan dan peningkatan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus menjadi perhatian serius Pemkab Karangasem. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa seusai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tahun 2024, di Gedung Sabha Prakerthi.

Dirinya meminta seluruh peserta Musrembang dapat berperan aktif, bersinergi dan berkolaborasi, berdiskusi memberikan masukan, kritik dan saran dalam penyusunan RKPD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2024. “Untuk itu diperlukan inovasi serta terobosan oleh semua pihak dengan mengoptimalkan potensi yang ada, sehingga mampu menjawab permasalahan dan isu-isu strategis yang kita hadapi secara tepat dan cepat,” tegas Wabup Artha Dipa.

Hal ini juga untuk mendukung tujuan utama pembangunan yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dapat dilihat dari indikator makro ekonomi suatu daerah. Indikator tersebut terdiri dari Laju Pertumbuhan Ekonomi, Persentase Kemiskinan, IPM, Tingkat Pengangguran Terbuka dan tingkat pemerataan pendapatan (Gini Rasio). Wabup Artha Dipa juga mengungkapkan, kontribusi paling tinggi untuk Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karangasem berada pada sektor pertanian. Selanjutnya disusul oleh sektor transportasi pergudangan dan penyediaan akomodasi makan minum yang sebagai dampak dari aktivitas sektor pariwisata.

Melihat potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Karangasem utamanya pada sektor pertanian dan pariwisata yang cukup memadai, maka perlu dilakukan upaya-upaya inovatif untuk mengoptimalkan potensi di sektor ini. “Apalagi melirik data yang di rilis BPS terkait dengan pertumbuhan ekonomi, kontribusi sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif. Hal ini dikarenakan masih rendahnya produktivitas dan daya saing pertanian kita,” ujarnya.

Untuk itu, fokus pembangunan harus diarahkan mendorong dan mengoptimalkan kinerja sektor pertanian, terutama melalui komoditas unggulan setempat dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui hilirisasi. “Tentunya hal ini harus dilakukan secarater integrasi, lintas sektor didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai untuk menunjang sektor pertanian dan pariwisata,” imbuhnya.

 Mengenai persentase kemiskinan Kabupaten Karangasem Tahun 2022, dikatakan, saat ini masih dilaporkan menduduki posisi tertinggi diantara 9 Kabupaten/Kota di Bali. Karakteristik penduduk miskin sebagian besar bekerja pada sektor pertanian dengan penghasilan rendah, serta tingkat pendidikan yang rata-rata di bawah SMP, ditenggarai menjadi penyebab tingginya persentase kemiskinan di Kabupaten Karangasem. Untuk itu, Wabup Artha Dipa mengajak seluruh komponen baik pemerintah dan swasta untuk bersama-sama secara serius berupaya  menyelesaikan permasalahan ini.

wartawan
AGS
Category

Konjen Jepang di Denpasar Serahkan Penganugerahan Bintang Jasa Jepang kepada Prof. Wirawan

balitribune.co.id | Denpasar - Upacara Penganugerahan Bintang Jasa Jepang untuk Musim Gugur Tahun 2025 kepada Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan, M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Udayana berlangsung Senin 16 Maret 2026, bertempat di Kediaman Dinas Konsul-Jenderal (Konjen) Jepang di Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi Caka 1948, Bupati Badung Ajak Masyarakat Jaga Keteduhan Hati dan Kebersamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Kabupaten Badung.

Bupati dan Wakil Bupati Badung berharap perayaan Nyepi Caka 1948 membawa ketenangan, kedamaian, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Utang Obat RSU Tabanan, Komisi IV Minta Ada Audit dan Subsidi Pemkab

balitribune.co.id I Tabanan - Komisi IV DPRD Tabanan mengusulkan perlunya audit terhadap piutang pasien yang memicu penumpukan utang obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp36 miliar lebih di RSU Tabanan.

Tidak hanya itu, Komisi IV berencana akan bertemu dan meminta Bupati Tabanan memberikan dukungan anggaran untuk menyelamatkan operasional rumah sakit rujukan tipe B tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.