Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bung Karno, Covid-19 dan Gotong Royong

Bali Tribune / Putu Suasta - Alumnus UGM dan Cornell University

balitribune.co.id | Dari keberhasilan dan kegagalan berbagai negara menahan laju infeksi wabah Covid-19, kita dapat memetik pelajaran bahwa tidak ada satupun model kebijakan yang menjamin sukses atau dipastikan efektif. Pelajaran berikutnya adalah bahwa kebijakan apapun hanya bisa efektif kalau disertai dengan kesadaran para warga untuk berpartisipasi secara aktif, suka rela dan gotong royong menyukseskannya. 

Semangat swadaya atau gotong royong dari semua warga dibutuhkan bukan hanya  untuk memutus rantai penyebaran, tetapi juga untuk mengatasi dampak sosio-ekonomi yang begitu dalam akibat wabah tersebut. Kini semakin nyata bagi kita bahwa bahaya terbesar dari Covid-19 bukan semata-mata terletak pada death fatality (tingkat kematian) yang diakibatkannya, tetapi terlebih pada krisis multi-dimensi yang muncul dan semakin parah dari hari ke hari. Prediksi ahli ekonomi paling moderatpun menunjukkan bahwa hantaman wabah ini terhadap sektor ekonomi jauh lebih hebat dari hantaman krisis 98 yang menimpa seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

Kendati fundamen ekonomi Indonesia sekarang jauh lebih kokoh dibanding tahun 98, hantaman krisis akibat wabah ini dapat membawa kerusakan sama telaknya. Menteri Ekonomi RI, Sri Mulyani, memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam keadaan terbaik hanya bisa mencapai angkat 2,4 %, tapi dalam keadaan terburuk bisa memasuki resesi hingga minus 0,4 %. Tingginya rentang prediksi keadaan terbaik dan keadaan terburuk ini menunjukkan gambaran panca roba atau ketidakpastian ekonomi di depan yang tak sepenuhnya bisa diprediksi. 

Di sektor riil kita telah membaca penutupan berbagai industri seperti perhotelan, idustri transportasi dan berbagai industri lain. Dari hari ke hari semakin banyak orang kehilangan pekerjaan. Para pedagang kecil kehilangan pelanggan. Demikian juga dengan pekerja-pekerja informal di sektor-sektor lain. Semua ini adalah tanda-tanda akan potensi besar krisis ekonomi di depan.

Krisis ekonomi akan merembet ke bidang-bidang sosial, politik, keamanan dan sebagainya. Sepertinya tidak ada rumus ekonomi yang dapat mengatasi masalah ini dengan efektif. Karena itu, satu-satunya harapan yang kita miliki adalah merealisasikan semangat gotong royong yang telah lama dibanggakan oleh Indonesia sebagai bagian kebudayaan dan karakter asli bangsa ini.

Wabah Semua Kelas dan Golongan

Kalau Bung Karno berhasil mempertahankan negeri ini dari berbagai rongrongan ekonomi dan politik di masa awal-awal kemerdekaaan dengan menggelorakan semangat gotong royong, sangat masuk akal bahwa langkah yang sama dapat menyelematkan kita kali ini. Kebetulan wabah ini menghamtam semua kelas dan golongan, sehingga terbuka lebar kesempatan untuk mengetuk kerelaan semua lapisan masyarakat untuk berswadaya, bergotong royong untuk menyukseskan peperangan terhadap wabah ini.

Seperti kita tahu, kasus-kasus infeksi wabah Covid-19 mencakup kelas sosial-ekonomi-politik paling tinggi hingga masyarakat dari kelas atau lapisan paling bawah. Maka semua lapisan atau kelas harus bersatu untuk menyukseskan peperangan ini dan juga memperkecil dampak-dampak sosial ekonomi ke depan. 

Kebetulan peningkatan kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup membesarkan hati, karena itu cukup masuk akal mengharapkan akan lebih banyak masyarakat yang tetap dapat bertahan dari sisi ekonomi kendati menyisihkan sebagian simpanannya untuk membantu sesamanya yang paling rentan terdampak oleh wabah ini. Jika semangat saling membantu ini berhasil digalakkan, keresahan ekonomi di tengah masyarakat akan turun dengan sendirinya sehingga kebijakan-kebijakan pembatasan aktivitas dapat berjalan dengan lebih baik.

Pengaruh positif berikutnya dari semangat gotong royong secara ekonomi adalah untuk tetap mempertahankan daya beli masyarakat yang merupakan faktor paling elementer dari konsumsi dalam negeri (rumah tangga). Selama ini kita tahu bahwa fundamen pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi rumah tangga dan bidang inilah yang paling terpukul akibat kepanikan di tengah bencana Covid-19. Langkah-langkah penyelamatan yang disiapkan pemerintah dengan mempersiapkan dana hingga lebih Rp. 400 Triliun tentu akan banyak menolong tapi takkan sepenuhnya dapat memulihkan keadaan dalam waktu dekat. Karena itu perlu diperkuat dengan  semangat gotong royong. Jika dua langkah ini berhasil di jalankan, niscaya pemerangan ini dapat kita menangkan lebih cepat dan langkah-langkah pemulihan akan lebih mudah.

Meredam Kepanikan

Telah sering diutarakan bahwa covid-19 tampak sebagai wabah paling parah sepanjang sejarah bukan karena daya rusaknya terhadap kesehatan tetapi karena mobilisasi ketakutan, kecemasan dan kepanikan melalui media massa, media sosial dan kanal-kanal lain di era digital sekarang ini. Keadaan ini membuat masyarakat menjadi egosentris. Masing-masing hanya memikirkan keselamatan diri dan keluarganya. Karena itu penting juga menggelorakan semangat gotong royong untuk menangkal pemberitaan-pemberitaan yang terlalu bombastis dan cenderung bias.

Sebagai gambaran realistis, mari kita simak perbandingan yang dibuat sejumlah ahli tentang tingkat fatalitas wabah Covid-19. Beberapa ahli kesehatan dan juga statistika telah mengolah data-data korban dan pola penyebaran wabah Covid-19, kemudian membandingkannya dengan wabah dan berbagai penyakit lain yang mengancam nyawa manusia. Terlihat jelas beberapa penyakit lain jauh lebih mematikan dibanding Covid-19. Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat Covid-19 rata-rata 3,4 %. Artinya, dari 100  yang positif terinfeksi, 3 orang meninggal. Bandingkan dengan tingkat kematian akibat SARS 9,6 %, apalagi MERS 34,3 %. 

Perbandingan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk meremehkan fatalitas wabah covid-19, tetapi untuk membangun sikap lebih rasional dan kehatian-hatian lebih tinggi dalam menghadapinya. Dari sisi kesehatan, stamina tubuh dan prosedur-prosedur kesehatan harus terus diupayakan. Tapi tak kurang penting dari itu, stamina lain yakni stamina sosial, ekonomi dan politik sangat penting ditingkatkan dengan menyukseskan solidaritas gotong royong dalam berbagai bidang. Hari-hari ini teladan dan ajaran Bung Karno semakin penting untuk kita praktekkan.

wartawan
Putu Suasta
Category

Sepenuh Hati Memahami, Telkomsel Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 di GraPARI Renon

balitribune.co.id | Denpasar – Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Telkomsel mengusung semangat “Sepenuh Hati, Memahami” sebagai bagian dari komitmen “Melayani Sepenuh Hati”. Melalui momentum ini, Telkomsel Regional Bali Nusra menghadirkan rangkaian interaksi dan apresiasi bagi pelanggan di GraPARI Renon Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Sinergi PKK se-Bali, Tabanan Berpartisipasi di Pasar Rakyat ke-7 Tahun 2026

balitribune.co.id | Tabanan – Semangat berbagi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mempertemukan gerak PKK se-Bali. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, bersama jajaran dan Kepala Perangkat Daerah terkait, hadir dan berpartisipasi langsung dalam Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-7 Tahun 2026 PKK Provinsi Bali yang digelar di Taman Budaya Kapten A.A.

Baca Selengkapnya icon click

Adira Finance Singaraja Wujudkan Apresiasi Pelanggan Lewat Ragam Penawaran Spesial di Harpelnas 2026

balitribune.co.id | Singaraja - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Adira Finance Cabang Singaraja menghadirkan semangat #TerimaKasihSahabat melalui berbagai aktivitas apresiasi bagi pelanggan setia di Singaraja. Rangkaian kegiatan ini mengusung misi untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pengalaman yang lebih personal, mulai dari interaksi langsung di kantor cabang hingga berbagai penawaran menarik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Tabanan Berikan Pengalaman Personal bagi Sahabat

balitribune.co.id | Tabanan - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Adira Finance Cabang Tabanan menghadirkan semangat #TerimaKasihSahabat melalui berbagai aktivitas apresiasi bagi pelanggan setia di Tabanan. Rangkaian kegiatan ini mengusung misi untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pengalaman yang lebih personal, mulai dari interaksi langsung di kantor cabang hingga berbagai penawaran menarik.

Baca Selengkapnya icon click

Rayakan Harpelnas 2026, Adira Finance Nusa Dua Hadirkan Layanan Personal dan Ragam Penawaran Spesial

balitribune.co.id | Mangupura - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Adira Finance Cabang Nusa Dua menghadirkan semangat #TerimaKasihSahabat melalui berbagai aktivitas apresiasi bagi pelanggan di Kuta, Kabupaten Badung. Rangkaian kegiatan ini mengusung misi untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pengalaman yang lebih personal, mulai dari interaksi langsung di kantor cabang hingga penawaran program menarik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.