Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bupati Giri Prasta Hadiri Lokasaba VI MGPSSR di Tabanan

Bali Tribune/LOKASABA - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Lokasaba VII MGPSSR Kabupaten Tabanan di Taman Satwa Tabanan, Sabtu (5/6).


balitribune.co.id | Mangupura  - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang juga selaku Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali melakukan anjangsana ke Kabupaten Tabanan dalam rangka menghadiri Lokasaba VII MGPSSR Kabupaten Tabanan bertempat di Taman Satwa Tabanan, Sabtu (5/6). 
 
Dalam lokasaba yang dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya itu, Giri Prasta juga menyerahkan dana motivasi secara pribadi kepada pengurus MGPSSR Kabupaten Tabanan.
 
Bupati Giri Prasta menyampaikan, merupakan sebuah kewajiban bagi pihaknya selaku Ketua MGPSSR Provinsi Bali untuk melakukan anjangsana menghadiri acara lokasaba di seluruh kabupaten/kota yang ada di Bali. Selain itu pihaknya juga wajib  mengingatkan semeton Pasek agar selalu eling pada jati diri dalam melaksanakan Catur Swadarmaning Kepasekan dan sesana Kepasekan. 
 
"Saya dan semeton pasek lainnya merupakan keluarga besar satu darah, mari kita sebagai keluarga besar MGPSSR membangun persaudaraan yang kuat, bersatu membangun bali seutuhnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Yang dulu ada hal tidak baik kita tinggalkan, yang baik kita pertahankan, kita kuatkan dan kita lestarikan, yang sekarang kita lakukan dengan baik dan yang kedepan kita sempurnakan," ujarnya.
 
Pada kesempatan itu Giri Prasta juga mengajak semeton Pasek untuk menunjukkan jati diri, dengan mengedepankan rasa bakti ring Ida Hyang Widhi Wasa, bakti ring kawitan, tindih ring bhisama dan guyub ring semeton. Kenapa seperti itu, karena menurut Giri Prasta semeton Pasek itu saling sumbah, saling parid dan mesidikara. 
 
“Saling sumbah karena satu Hyang Kawitan. Masidikara artinya duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Dan saling parid, satu gelas kopi bisa berbagi, itulah Pasek sujati,” ucapnya seraya menambahkan bahwa pihaknya ingin membenahi dan meluruskan pemahaman kepasekan yang ada di Bali. 
 
Terkait dengan Lokasaba, disebutkan Giri Prasta kepada pengurus MGPSSR Tabanan, diminta membuat big data dengan melakukan pendataan terhadap keberadaan dadia, sulinggih pasek dan semeton pasek di seluruh kecamatan yang ada di Tabanan.
 
“Kami siap mensuport dengan memberikan dana operasional tiap 3 bulan, saya mau tidak adalagi friksi dan faksi dalam urusan mahagotra, saya siap mengurusi saudara sendiri,” tegasnya.
 
Selanjutnya Giri Prasta juga mengedukasi semeton MGPSSR Tabanan mengenai kepurusan dengan menceritakan sejarah leluhur kepasekan. Dicontohkan misalnya ada guru menikah dengan guru anaknya belum tentu jadi guru. Namun apabila ada semeton Pasek menikah dengan sesama semeton Pasek anaknya sudah pasti Pasek juga. 
 
“Itulah yang dimaksud dengan kepurusan, wasudewa kutumbakam (kita semua bersaudara) dimana manusia memiliki kedudukan yang sama dan tidak ada sekat,” terangnya, seraya memastikan akan selalu membantu pasemetonan, serta mengingatkan kepada semeton Pasek untuk selalu bersatu.
 
Sementara itu Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mewakili Pemkab Tabanan sangat senang dan gembira bisa hadir dalam lokasaba VI MGPSSR Tabanan. Karena acara hari ini termasuk dalam pogram 5 tahunan, dan apabila bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana maka pogram organisasi berjalan sehat dan lancar. Saat ini masih ada dalam pandemi, banyak sekali permasalahan dan persoalan yang muncul yang harus ditanggulangi. Dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa baik terhadap masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi di Tabanan ini. Maka pihaknya ingin kepada seluruh semeton MGPSSR Tabanan dapat berpatisipasi aktif memberikan sumbangan pemikirin dan pendekatan yang konstruntif dalam memajukan kabupaten Tabanan sehingga masa-masa sulit bisa dilalui bersama- sama. 
 
"Saya juga meminta dukungan kepada seluruh semeton MGPSSR Tabanan terhadap visi dan misi Kabupaten Tabanan khususnya dalam pelestarian  adat, seni dan budaya dengan demikian secara langsung atau tidak langsung ikut bersama-sama peradaban yang unggul demi kemajuan Kabupaten Tabanan ini. Semoga Lokasabha ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang konseptual yang dapat dipergunakan dan diaplikasikan oleh masyarakat dan bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Tabanan," harapnya.
 
Lokasaba VI MGPSSR Tabanan ini turut dihadiri oleh para sulinggih MGPSSR Tabanan, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, jajaran Forkopimda Tabanan, MDA Tabanan dan jajaran pengurus MGPSSR se-Provinsi Bali. 
wartawan
ANA
Category

Tak Kantongi PBG, Satpol PP Badung Stop Puluhan Proyek Vila di Kerobokan Kelod

balitribune.co.id | Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menghentikan sementara pembangunan puluhan vila di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Proyek akomodasi pariwisata tersebut diduga belum mengantongi perizinan lengkap, khususnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Baca Selengkapnya icon click

Terseret Arus 25 KM, Jenazah Petani Banyuwangi Ditemukan Mengapung di Perairan Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Misteri penemuan sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang mengambang di Perairan Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya terungkap. Pengungkapan identitas ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang dan penuh kecemasan yang dialami keluarga korban di Banyuwangi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jadi Tersangka Menghilangkan Arsip Negara, Made Daging Juga Dilaporkan Pemalsuan Surat ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Setelah menyandang status tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan, Kepala Kanwil  Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, MH kembali dilaporkan ke Polda Bali dengan tuduhan pemalsuan surat saat ia menjabat sebagai Kepala Pertanahan Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Bali, Sepi Tapi Rindu

balitribune.co.id | Sebagai destinasi wisata dunia, Bali akan selalu menjadi perhatian semua orang, apa yang terjadi di Bali, seketika menjadi isu yang hangat dibicarakan, baik di level lokal maupun di level internasional, misalnya soal sampah, macet, dan banjir, ketiganya menjadi topik perbincangan global yang hangat, dan hal-hal semacam itu dianggap menjadi penyebab turunnya pamor Bali di mata wisatawan, mereka enggan ke Bali karena tidak nyaman dan f

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dibandingkan 2024, Inflasi Badung Melandai di Tahun 2025, Dampak Positif Bantuan Sosial Hari Raya Keagamaan

balitribune.co.id | Mangupura - Program Bantuan Sosial menjelang Hari Raya Keagamaan berupa uang sebesar Rp. 2 juta per KK, berhasil menekan angka inflasi daerah Kabupaten Badung. Hal tersebut tertuang dalam laporan Inflasi Tahunan Wilayah Cakupan IHK se-Bali tahun 2024 dan tahun 2025.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.