Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

bupati
Bali Tribune / PAGELARAN - Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata saat menghadiri Pagelaran Tari "Sunaring Jagat" di Taman Sukasadha Ujung Karangasem, Minggu (1/3/2026)

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan. Hadir bersama Bupati Gus Par, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa.

Kehadiran tamu istimewa dari Jakarta, yakni Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Ratu Isyana Ayu Bagus Oka, memperkuat dukungan pusat terhadap pelestarian tradisi di Bumi Lahar.

Dalam sambutannya, Bupati Gus Par menyampaikan bahwa "Sunaring Jagat" atau Cahaya Dunia bukan sekadar hiburan, melainkan bukti nyata indahnya percampuran budaya Bali dan Tionghoa yang telah hidup berdampingan di Karangasem selama berabad-abad.

​"Hubungan antara budaya Bali dan Tionghoa bukanlah hal baru, melainkan benang merah sejarah yang menjalin rasa persaudaraan kita menjadi sangat kuat. Kami berkomitmen penuh mendukung ruang seni seperti ini agar Karangasem dikenal sebagai Laboratorium Kerukunan Umat Beragama dan Budaya," tegas Gus Par.

​Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman muda yang berhasil memadukan dua napas budaya ini menjadi harmoni yang indah. Ia berharap semangat "Sunaring Jagat" ini menyinari hati masyarakat menuju Karangasem yang "AGUNG".

WamenPar RI, Ni Luh Puspa, memuji sikap masyarakat Bali, khususnya Karangasem, yang selalu ramah dan menerima siapa saja tanpa membedakan. Menurutnya, keberadaan Taman Ujung yang dibangun dengan sentuhan tangan-tangan orang Bali, Tionghoa, dan Eropa adalah bukti nyata kekuatan pariwisata kita.

​"Bali itu tidak pernah membeda-bedakan siapapun. Di sini kita mudah menemukan Masjid, Gereja, Klenteng, maupun Pura yang berdampingan. Sikap terbuka inilah yang harus kita jaga. Di tengah situasi dunia yang menantang, kita harus bersatu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan," ujar Ni Luh Puspa.

Sementara itu, Wamen BKKBN Ratu Isyana Ayu Bagus Oka menekankan bahwa nilai-nilai kebersamaan harus diajarkan mulai dari rumah. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan manusia yang unggul tidak boleh lepas dari akar budaya.

​"Budaya dan rasa saling menghargai itu harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua kepada anak-anaknya. Jika dimulai dari keluarga, maka generasi muda kita akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat namun tetap menjunjung tinggi tradisi. Saya bangga acara ini melibatkan anak-anak muda," ungkap Ratu Isyana.

​Acara ditutup dengan pementasan tari yang memukau, memadukan gerak dinamis khas Bali dengan simbol-simbol bermakna dari budaya Tionghoa, yang disaksikan dengan antusias oleh warga dan wisatawan di ikon sejarah kebanggaan Karangasem tersebut.

wartawan
AGS
Category

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.