Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bupati Made Gianyar Minta Bumdes Tidak Monoton

pemberdayaan
PERESMIAN - Bupat I Made Gianyar gunting pita dalam peresmian Bumdes Panca Sedana sari Desa Bunutin, Bangli.

BALI TRIBUNE - Bupati Bangli I Made Gianyar meminta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Kabupaten Bangli lebih kreatif sehingga tidak hanya bergelut di unit simpan pinjam saja. Namun Bumdes diharapkan bisa mengembangkan unit-unit usaha lain sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing untuk mendorong pemerataan pembangunan desa di Bangli.

Hal ini disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat melaunching Bumdes Panca Sedana Sari Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kamis (21/12). Peresmian  dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bangli Dewa Bagus Riana Putra, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Bangli Nyoman Suteja, Camat Bangli Wayan Wardana, Penjabat Perbekel Desa Bunutin I Nengah Muja dan OPD terkait lainnya.

Bupati Made Gianyar menyampaikan,  pengembangan Bumdes merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan Bangli dari desa, di samping program unggulan lain seperti Alokasi Dana Desa (ADD) yang besar ke desa, Gerbangdessigot, Gerbang Gita Sant, dan Hotmix masuk desa. Untuk itu dia meminta Bumdes tidak hanya berkutat di unit simpan pinjam saja, tetapi bisa menjangkau unit lain sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing. “Kalau di desa ada potensi pertanian, pertaniannya harus didorong. Kalau ada pasar, pasarnya dikembangkan. Kalau ada potensi pariwisata, pariwisatanya dikembangkan. Intinya Bumdes jangan hanya menjangkau satu unit usaha saja, melainkan bisa mendorong dan mengembangkan semua potensi yang ada di desa untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Saat ini di Kabupaten Bangli sudah bediri 47 Bumdes. Dari jumlah tersebut, 4 diantarannya merupakan Bumdes bersama yang ada di kecamatan. Artinya baru 43 desa di Bangli yang sudah memiliki bumdes. “Kita targetkan dalam 2 tahun mendatang semua desa di Bangli harus memiliki Bumdes,” kata Made Gianyar.

Bupati Made Gianyar juga mengapresiasi program Desa Bunutin yang memiliki inovasi di bidang pemberdayaan masyarakat. Masyarakat kurang mampu diberikan stimulan berupa bantuan bergulir 2 ekor bibit babi. Nantinya setelah besar dan siap dijual, keuntungan dari babi ini dibagi dua, 65 persen untuk penerima bantuan dan 35 persen masuk ke kas desa.

Bupati Made Gianyar menyerahkan total bantuan Rp 500 juta dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI untuk 10 Bumdes, yakni Bumdes Giri Partha Desa Kintamani, Bumdes Silih Asih Desa Susut, Bumdes Tri Komala Guna Desa Demulih, Bumdes Giri Kesuma Desa Pengotan, Bumdes Asta Satya Wiguna Desa Peninjoan, Bumdes Bulan Palapa Desa Landih, Bumdes Suter Jagadita Desa Suter, Bumdes Jaya Mulia Desa Abang Batu Dingding, Bumdes Guna Arta Desa Batu Kaang dan Bumdes Sebayan Taka Desa Selulung, serta menyerahkan bantuan bibit ternak babi kepada keluarga pra sejahtera Desa Bunutin, bantuan alat memasak kepada kelompok wanita tani (KWT) dan menyerahkan penguatan modal Bumdes Panca Sedana Sari Desa Bunutin sebesar Rp 400 juta.

wartawan
Agung Samudra
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.