Butuh Anggaran Rp Rp 2,5 M | Bali Tribune
Diposting : 9 August 2022 22:16
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune/Gusti Agung Jelantik Sutha Baskara
balitribune.co.id | Bangli - Kondisi pipa induk tranmisi sepanjang 2,5 km dari Desa Catur sampai Desa Belantih, Kecamatan Kintamani sering kali mengalami kerusakan. Kondisi pipa yang sudah tua penyebab utama terjadinya kerusakan. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pergantian pipa tersebur Rp 2,5 miliar.
 
Kabag Umum dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Gusti Agung Jelantik Sutha Baskara mengatakan pipa induk tramisi yang terpasang saat ini usianya sudah tua, yakni  pipa tersebut dipasang tahun 1995. Karena faktor usia sedikit saja dapat tekanan pipa meledak, sehingga ganggu pendistribusian air bagi pelanggan. Setiap hari ada saja pipa yang meledak, minimal di dua titik per harinya , ungkapnya, Senin (8/8/22).
 
Kata Agumng Baskara proses perbaikan di satu titik saja butuh anggaran Rp 12 juta, sehingga bisa dibilang biaya perbaikan sangat tinggi. Terkait kondisi ini pihaknya telah kordinasi dengan tim percepatan untuk pergantian jaringan pipa. Estimasi anggran yang dibutuhakn untuk ganti jaringan pipa sepanjang 2,5 km kurang lebih Rp 2,5 miliar dan mudah-mudahan pada APBD Perubahan anggran bisa terakomodir, ujarnya.
 
Sementara disinggung jumlah pelanggan baru dari tiga desa di Kecamatan Kintamni Timur yang sudah terlayani, kata Agung Baskara sebelum dibukanya layanan bagi tiga desa yakni, Desa Suter, Abang Batu Dingding, dan Abang Songan estimasi jumlah pelanggan dari tiga desa tersebut 1000 pelanggan lebih, namun nyatanya pasca louncing yang dilakukan bulan Mei kemarin yang baru mendaftar sevbanyak 400 pelanggan.
 
Dari uang pendaftaran yang terkumpul akan digunakan untuk membanguan jaringan sekunder di tiga desa tersebut. Butuh anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk buat jaringan sekunder, anggaran manfaatkan dari biaya pendaftaran yang terkumpul, karena jumlah pelanggan masih minim maka jaringan sekunder belum dibangun, jelas Agung Baskara.