Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Caleg Perempuan Harus Perkuat Kapasitas dan Karakter

Ketua BKOW Provinsi Bali Dr AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda.

BALI TRIBUNE - Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali Dr AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, SH, MM, MH, mengharapkan para caleg perempuan yang bertarung pada Pileg 2019 mendatang memiliki karakter yang kuat serta kapasitas untuk menjadi legislator.  Itu pula sebabnya, BKOW Provinsi Bali bekerja sama dengan Puspa Forkomwil Bali, menggelar acara Pendidikan dan Pelatihan untuk Calon Anggota Legislatif (Caleg) Perempuan, tanggal 17-23 Oktober 2018. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang masing-masing.  Dari total 290 caleg perempuan yang diusung 16 partai politik untuk semua tingkatan di Bali (DPR RI, DPRD Provinsi Bali, dan DPRD Kabupaten/ Kota se-Bali), kurang lebih 61 orang di antaranya mengikuti acara yang mengusung tema "Perempuan Mampu, Bila Mau dan Siap" ini.  "Kami ingin, para caleg perempuan ini diusung tidak sekadar untuk memenuhi kuota pencalonan. Kami ingin dalam Pemilu kali ini bisa diwujudkan kuota 30 persen perempuan di lembaga legislatif," kata Gung Tini, sapaan akrabnya, di sela-sela kegiatan ini di Aula Perdiknas Denpasar, Jumat (19/10).  Untuk mewujudkan target besar ini, menurut dia, pihaknya mencoba untuk memfasilitasi pendidikan serta pelatihan secara gratis kepada para caleg perempuan. Dalam kegiatan tersebut, para caleg perempuan dibekali dengan pengetahuan berkampanye, memetakan pasar, teknik berkomunikasi, publik speaking, hingga soal pencitraan.  "Jadi kami memang lembaga sosial. Tetapi sebagai organisasi yang mewadahi 26 organisasi perempuan, kami tentu punya tanggung jawab moral untuk mendukung perjuangan para caleg perempuan," tandas Gung Tini.  "Kami ingin, masyarakat memilih mereka karena memang berkualitas. Itu sebabnya kami pertajam kemampuan mereka melalui kegiatan seperti ini. Kami ingin perkuat karakter dan kapasitas para caleg perempuan, sehingga mereka dipercaya untuk duduk di lembaga legislatif," imbuh Ketua Yayasan Perdiknas Denpasar ini.  Ia membantah anggapan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Apalagi faktanya, kegiatan ini dihadiri para caleg perempuan lintas partai di Bali, seperti Partai NasDem 16 orang, Partai Demokrat 13 orang, PDI Perjuangan 7 orang, PKS 5 orang, Partai Hanura 5 orang, Perindo 2 orang, PBB 2 orang, Partai Golkar 1 orang, dan lainnya.  "Kami sudah mengundang para caleg perempuan melalui partai masing-masing. Jadi, kami tidak melihat partainya apa, karena kami tidak punya kepentingan untuk partai politik tertentu. Kami hanya ingin akan semakin banyak perempuan yang duduk sebagai anggota legislatif, dari partai manapun mereka," pungkas Gung Tini. 

wartawan
San Edison
Category

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Tabanan Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Kediri

balitribune.co.id | Tabanan — Menindaklanjuti arahan Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga korban banjir di Banjar Jaga Satru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/2/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Transparansi Pengembangan KEK Kura Kura Bali

balitribune.co.id I Denpasar -Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang dan Aset Publik (TRAP) menegaskan pentingnya transparansi dan kepastian hukum dalam proyek strategis tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kedaulatan di Balik Layar Digital: Mengapa Raksasa OTA Harus Menjadi "Penduduk Tetap" Indonesia?

balitribune.co.id | Bayangkan sebuah vila mewah di pesisir Canggu, Bali, terpesan dengan harga Rp2 juta per malam melalui platform global seperti Airbnb. Turisnya tidur di sana, pemilik vilanya tinggal di sana, dan akses jalan menuju lokasi tersebut dibangun menggunakan keringat pajak rakyat Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.