Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Capaian Rencana Investasi Buleleng Jelang Akhir Tahun 2025 Tembus Rp 30,3 Triliun

Agus Widi Sanjaya
Bali Tribune / Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Buleleng Ketut Agus Widi Sanjaya

balitribune.co.id | Singaraja - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, mencatat realisasi investasi yang masuk ke daerah tersebut jelang akhir tahun 2025, telah mencapai Rp 30,3 triliun dari total target yang direncanakan.

Minat dunia usaha berinvestasi tersebut sejalan dengan angka pertumbuhan ekonomi di Buleleng sebagai mana dicanangkan dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 11 Juli 2025 perihal Percepatan Pertumbuhan Ekonomi menuju 8 % sebagaimana juga amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2025-2029 terus dilakukan Pemkab Buleleng.

Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Buleleng Ketut Agus Widi Sanjaya mengatakan perolehan investasi  merupakan total rencana tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). "Target investasi tahun 2025 sekitar Rp2,5 triliun, dan hingga Oktober sudah tercapai Rp30,3 triliun atau dengan realisasi laporan kegiatan penanaman modal sebesar Rp 650 miliar lebih," ujar Agus, Rabu (22/10/2025).

Menurut dia, angka Rp30,3 triliun tecapai bersumber dari masuknya jumlah modal yang di investasikan berdasar besaran modal yang direncanakan oleh pemodal melalui  platform online yang terintegrasi, berdasarkan risiko usaha atau yang disebut Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS). “Melalui pendaftaran online itu kita bisa memonitor jumlah angka rencana investasi yang akan dilakukan oleh investor di Buleleng. Dan berdasar total angka realisasi investasi Oktober 2025 tercatat sebesar Rp650 miliar lebih,” imbuhnya.

Menurut Agus Widi, jika dilihat berdasarkan bidang usaha, sektor yang berpotensi besar menyumbang investasi berasal dari sektor perikanan, pariwisata, pertanian, juga perkebunan dan peternakan. Disektor pertanian, ada tanaman anggur dengan produk olahan seperti minuman wine, budi daya perikanan. Dan itu, menurut Agus Widi, dari sisi barat dan timur Buleleng memiliki potensi tersendiri untuk memancing minat investasi. “Banyak tumbuh investasi yang paling dimintai pada sektor mikro, ada pada pengolahan-pengolahan industri kecil, seperti UMKM, kuliner, pengolahan pangan dan yang lain-lain. Yang diminati sekarang ini kan dengan adanya coffee shop-coffee shop sangat menunjang angka pertumbuhan,” ujarnya.

Kata Agus Widi, DPMPTSP juga mempercepat proses perizinan dasar sebagai upaya mendukung realisasi investasi hingga akhir tahun dengan strategi promosi dan kemudahan layanan investasi terutama pelayanan publik dengan melakukan pelayanan cepat dan tepat dalam bentuk digital mempermudah proses pelayanan perizinan. “Nah, dengan adanya digitalisasi mempermudah semua proses pelayanan itu akan dapat menumbuhkan investasi yang berdampak pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga output-nya nanti adalah indeks kepuasan masyarakat akan meningkat,” tandas Agus Widi.

wartawan
CHA
Category

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kabur ke Badung, Terduga Pelaku Curanmor Dibekuk Polsek Blahbatuh

balitribune.co.id | Gianyar - Digiring ke Mapolsek Blahbatuh, menandai berakhirnya pelarian ANB (26 tahun). Terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini berakhir di sebuah tempat kos di Banjar Selat Beringkit, Mengwitani, Badung. Setelah disanggong Tim Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh tanpa perlawanan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terkait PWA, Dewan Bali Minta Pemerintah Provinsi Bali Terbuka

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali telah memberlakukan pungutan bagi wisatawan asing (PWA) yang datang ke Bali untuk tujuan wisata sebesar Rp 150 ribu sejak 14 Februari 2024 lalu. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menegaskan kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur Bali untuk terbuka terhadap PWA tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.