balitribune.co.id I Semarapura - Warga Kelurahan Semarapura Klod, Klungkung dihebohkan dengan adanya seorang pria yang pingsan diduga mencoba bunuh diri, Senin (30/3/2026). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini nekat ingin mengakhiri hidup dengan menenggak minuman keras (miras) yang dicampur dengan oli bekas.
Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sujana SH saat dihubungi wartawan Selasa (31/3/2026), menjelaskan kejadian ini terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 Wita, namun baru dilaporkan pada pukul 13.10 Wita. Adapun kejadian TKP yakni di sebuah bangunan proyek rumah, di Jalan Sedap Malam Barat, Gang III, Kelurahan Semarapura Klod, Klungkung.
Kompol Wayan Sujana menjelaskan, adapun korban yang diduga melakukan upaya bunuh diri ini bernama Mohammad Rosiful Akli (22) asal Dusun Kebinsari, Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, yang kemudian bertempat tinggal di Jalan Sedap Malam, Uma Lemek, Kelurahan Semarapura Kelod, Klungkung.
Adapun kronologis kejadian, pada Senin (30/3/26) sekitar pukul 09.00 Wita, korban datang ke tempat kerja dan langsung melaksanakan aktivitas kerja berupa menurunkan pasir. Selang beberapa waktu, korban merasa lelah dan kemudian beristirahat. "Saat beristirahat, korban melihat sisa minuman keras jenis arak sekitar setengah botol, yang kemudian diminum seorang diri oleh korban," ungkap Kompol Wayan Sujana.
Tidak lama kemudian, korban menerima telepon dari seseorang yang diduga pacar korban. Setelah menerima telepon tersebut, korban terlihat terdiam dan menunjukkan perubahan perilaku. Selanjutnya, korban diduga meminum oli bekas yang berada di dalam botol air mineral. "Beberapa saat kemudian, korban mengalami penurunan kesadaran, berlari-lari, serta bertingkah tidak terkendali di jalan," ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, saksi kemudian menghubungi Kelian Banjar setempat untuk meminta bantuan. Pada pukul 13.10 Wita, Bhabinkamtibmas Semarapura Klod dan Kelian Banjar tiba di TKP kemudian menghubungi Ambulans Kris guna penanganan lebih lanjut. "Pada pukul 13.15 WITA, Ambulans Kris tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis," ungkapnya.
Lebih jauh menurut Kompol Sujana, diduga sebelum kejadian, korban sempat mengalami permasalahan atau pertengkaran dengan pacarnya, yang kemungkinan mempengaruhi kondisi psikologis korban.
Sementara itu dihubungi terpisah Kasi Humas RSUD Klungkung, Gusti Putu Widiyasa, Selasa (31/3/2026), menyatakan korban sempat dirawat di ruang UGD RSU KLungkung. "Saat dirawat korban sempat mengalami muntah muntah sejenis oli dan kemarin oleh keluarganya minta pulang paksa dari perawatan," ungkapnya.