Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dambakan Jembatan, Musim Hujan Mobil Tidak Bisa Seberangi Sungai

MELINTAS - Hanya pengendara sepeda motor yang bisa melintas di jembatan kecil Bendungan Bandung, Siangan.

BALI TRIBUNE - Bendungan Bandung Tukad Pakerisan yang menghubungkan Banjar Lokeserana, Desa Siangan dengan Banjar Patemon, Pejeng Kelod, selalu menjadi momok mengkhawatirkan  di saat musim hujan.  Selama puluhan tahun di lokasi ini, mobil yang melintas harus menyeberangi sungai. Musim hujan sekarang ini, pengemudi mobil tidak berani ambil resiko seperti sejumlah  musibah tahun sebelumnya. Warga hanya berharap, pemerintah merealisasi permohonan pembangunan jembatan permanen di bendungan tersebut. Pantauan, Minggu (2/12), kondisi air Tukad Pakerisan selalu keruh.  Berbeda pemandngan saat musih  kemarau, l;okasinya terlihat indah dan unik Meskipun tak terdapat jalan raya, namun tempat ini tak pernah sepi aktivitas pengendara. Dalam hal ini, mereka memanfaatkan jalan sempit di atas Bendungan Bandung, yang memiliki ketinggian 4,8 meter hingga 5,3 meter itu.          Akses ini hanya bisa dilewati satu kendaraan dari satu arah, timur dan barat. Ketika dari arah timur ada pengendara, maka yang di barat harus menunggu. Terkadang mereka yang sudah terburu-buru masuk kerja, juga harus mengantrai saat ada petani yang berjalan kaki di jalur tersebut. Sebab tidak ada pilihan lain, lantaran jalan sangat sempit.  “Saat musim musim kemarau,  air sungai  surut, sehingga para pengendara sepeda motor maupun roda empat, bisa melintas dengan menyeberangi sungai,” ungkap AA Wira, salah seorang warga Desa Siangan. Namun, dalam sepekan terakhir, kondisi air keruh sehingga kedalaman air dan arusnya tidak bisa diprediksi. Karean berhulu di Pegungungan, meski di sekitar bendungan tidak ada hujan, air besar juga kadang mengalir tanpa diprediksi. “Karena itu, tidak ada yang berani  menerobos nyeberang ke sungai,” terang Gung Wira lagi. Warga lainnya asal Banjar Kawan, Desa Siangan, I Wayan Sukanta mengatakan, aktivitas pengendara tak pernah sepi, meskipun tidak ada akses yang layak untuk pengendara. Karena itu, iapun memanfaatkan lokasi ini untuk berjualan sate babi, dengan temannya, I Kadek Jiwa. Ramenya aktivitas pengendara, kata dia, hal tersebut tak terlepas dari aksebilitas menuju Ubud. Dimana para pengendara ini sebagian besar berasal dari empat desa di Kecamatan Gianyar, yakni Siangan, Suwat, Petak dan Sumita, yang bekerja di Ubud. “ Jalur ini  satu-satunya alternatif menuju Ubud. Kalau lewat jalan raya, sangat lama. Kalau lewat sini bisa sampai 30 menit, kalau jalan raya bisa lebih dari satu jam, belum lagi kena macet,” ujarnya. Berjualan sate babi sejak awal taun 2018, Sukanta mengaku sering membantu warga yang motor atau mobilnya terseret arus sungai. “Kalau airnya surut, pengendara lewat sungai. Tapi kadang airnya tiba-tiba besar, jadi ada saja kendaraan yang terseret atau kadang mati di tengah sungai. Sering ada seperti itu, bahkan sampai tak bisa dihitung lagi,” ungkapnya. Mengingat pentingnya jalur ini bagi masyarakat, Sukanta berharap pemerintah membuatkan jembatan, yang bisa dilalui semua jenis kendaraan. “Waktu ini, ada warga Siangan yang bercerita, dia sudah mengajukan proposal pembuatan jembatan ke Pemkab, tahun 2017. Tapi sampai saat ini tidak ada kabar. Semoga pemerintah memikirkan nasib warga di sini. Ini jalur penting, setiap hari ramai, bukan untuk sekadar berkendara, tapi mereka lewat sini untuk menuju tempat kerja,” tegasnya.  

wartawan
redaksi
Category

Keluarga Tersangka Pengeroyok Maling Ayam di Baturiti Mohon Keringanan Hukuman

balitribune.co.id I Tabanan - Pihak keluarga dari lima warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan maling ayam asal Buleleng berinisial KD alias S memohon keringanan hukuman.

Mereka beralasan aksi tersebut murni merupakan upaya bela diri karena terduga pelaku pencurian ayam berinisial KD alias S sempat mengancam warga menggunakan senjata tajam.

Baca Selengkapnya icon click

Puluhan Pohon di Denpasar Dipasangi Barcode

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus mendorong edukasi lingkungan melalui inovasi digital. Salah satunya dengan memasang barcode atau QR Code pada pohon-pohon yang berada di ruang terbuka hijau (RTH), sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lengkap mengenai setiap pohon hanya dengan memindainya menggunakan telepon pintar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Buleleng Bagikan 15 Ribu Bendera

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menggencarkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan tersebut ditandai dengan pembagian ribuan bendera kepada masyarakat oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Sekretaris Daerah Gede Suyasa di kawasan Titik Nol Singaraja, Selasa (28/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ribuan Botol Miras Berpita Cukai Palsu Disita di Bali, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp2,14 Miliar

balitribune.co.id I Badung - Sinergi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menggagalkan peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal yang diduga menggunakan pita cukai palsu di Bali. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menyita sebanyak 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter MMEA dengan nilai barang mencapai Rp12,55 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Pamedek Iringi Pacepukan Patapakan di Catus Pata Gianyar, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

balitribune.co.id I Gianyar - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar. Banyaknya warga yang mengikuti prosesi ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Gianyar lumpuh, Selasa (28/7/2026) pagi. 

Baca Selengkapnya icon click

Pemilihan Bendesa Adat Pejarakan Gunakan Sistem Voting, Wayan Sudana Raih Suara Terbanyak

balitribune.co.id I Singaraja - Proses pemilihan Bendesa Adat (Kelian Desa Adat) Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa ayahan 2026–2031 berlangsung lancar dan kondusif meski menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung (pasuaran krama). Mekanisme tersebut dipilih berdasarkan aspirasi mayoritas krama desa, meski sebelumnya terdapat pedoman dari Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali yang lebih mengedepankan musyawarah mufakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.