Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dampak Virus Corona, Wisatawan China Batalkan Kunjungan ke Nusa Penida

Bali Tribune/ CASPLA - Akomodasi wisata water sport yang dikelola Caspla di Nusa Penida.
balitribune.co.id | Semarapura - Sejak merebaknya wabah virus corona di China daratan, kondisi ini mulai berpengaruh ke sejumlah akomodasi wisata, utamanya yang ada di Nusa Penida. Terbukti sejumlah pelaku pariwisata merasakan anjloknya kunjungan wisatawan yang turun drastis, setelah Pemerintah China (RRC) membatasi aktivitas warga mereka ke luar negeri.
 
Tokoh pelaku pariwisata di Nusa Penida I Putu Darmaya menjelaskan, saat ini sejumlah akomodasi wisata di Nusa Penida sangat lesu akibat mewabahnya virus corona di China. Anjloknya bahkan sampai 100 persen, karena awal februari mendatang benar-benar tidak ada pesanan dari wisatawan China yang akan mengunjungi Nusa Penida. "Kami khusunya pelaku pariwisata water sport, sudah sangat merasakan pengaruh dari virus corona ini. Wisatawan anjlok 100 persen. Usaha kacau semua, padahal selama ini wisatawan China yang paling mendominasi pasar akomodasi water sport," ujar pemilik akomodasi wisata water sport Caspla I Putu Darmaya.
 
Menurutnya, seminggu sebelum Imlek, dan tiga minggu setelah imlek seharusnya high session. Bookingan harusnya lebih dari seribu wisatawan, tapi berturut-turut wisatawan cancel untuk berkunjung. Dirinya mencontohkan saat tanggal 26 Januari lalu, pihaknya menerima pesanan sampai 1300 wisatawan asal China  untuk berwisata di water sport Caspla yang dikelolanya. Hanya saja banyak yang dibatalkan wisatawan, dan hari selanjutnya kunjungan selalu anjlok. Tanggal 27 Januari booking ke water spot anjlok hanya 300 wisatawan, lalu pesanan untuk tanggal 30 Januari hanya 200 wisatawan, bahkan awal bulan Februari sama sekali tidak ada wisatawan yang melakukan pesanan ke water sport Caspla. "Ini pengaruh langsung dari kebijakan Negara China, yang membatasi warganya untuk berkunjung ke negara lain. Kami sangat berharap wabah virus corona ini bisa segera dikendalikan, hingga aktivitas wisatawan China mulai normal," ujarnya.
 
Dengan situasi ini membuatnya harus merubah pangsa pasar sementara, dengan menyasar wisatawan lokal, atau negara lainnya seperti Thailand, Vietnam, India, Australia, wisatawan Eropa maupun Amerika. "Selama ini memang ada minat wisatawan negara lain untuk destinasi water sport, namun jumlahnya tidak sebanyak China. Selain itu, tamu dari negara lain biasanya enggan dicampur dengan wisatawan China. Kondisi lesu seperti saat ini, membuat kami harus cari pangsa pasar wisatawan lain. Walaupun dapat kunjungan 200 wisatawan perhari saja, kami sudah bersyukur," jelasnya.
 
Ia menjelaskan, harusnya saat ini merupakan high sesion untuk wisatawan China Tiongkok. Rata-rata perhari seharunya akomodasi wisata yang ia kelola dikunjungi mencapai lebih dari 1000 wisatawan setiap harinya. Hanya saja sejak wabah corona merebak di China, wisatawannya rame-rame membatalkan rencana kedatangannya. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Ngayah Tanpa Pamrih, 503 Pecalang di Buleleng Terima Seragam Baru dari Gubernur Koster

balitribune.co.id | Singaraja - Bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Sabtu (7/2/2026), Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng. Dalam pertemuan yang berlangsung di Setra Desa Adat Buleleng itu, Gubernur Koster menyerahkan bantuan seragam kepada para 503 pecalang dari 14 Banjar Adat di Desa Adat Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Nelayan Asal Bunutan Hilang Saat Melaut, Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran

balitribune.co.id | Amlapura - Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban I Nengah Sarem (68), nelayan asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, yang dinyatkan hilang saat melaut di perairan Bunutan sabtu (7/2) lalu. Saat itu korban bersama nelayan lainnya berangkat melaut pada sekitar pukul 14.30 Wita, namu  hingga malam hari korban tidak kunjung kembali dari melaut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Arnawa Desak Pemkab Tabanan Perjuangkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

balitribune.co.id | Tabanan - Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mendesak eksekutif atau pemerintah kabupaten (pemkab) setempat segera melakukan terobosan agar status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu ditingkatkan menjadi penuh waktu. Seperti diberitakan sebelumnya, 2.923 pegawai non-ASN di Pemkab Tabanan resmi dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu pada akhir Desember 2025 dan mulai efektif bertugas pada Januari 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Tabrak Avanza, Pemotor Luka Berat

balitribune.co.id | Bangli - Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan kendaraan roda empat terjadi di ruas jalan raya jurusan Kayuambua menuju Bangli, tepatnya di depan Pasar Hewan Kayuambua, Sabtu (7/2/2026). Akibat peristiwa yang terjadi sekira pukul 09.45 WITA tersebut, seorang pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Buka Workshop Sampah, Wawali Arya Wibawa Ajak Tokoh Lintas Agama Masifkan Sosialisasi Berbasis Sumber

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa membuka Workshop Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber yang bertajuk "Pengelolaan Sampah Ramadhan Berkah Tanpa Sampah" di Musholla Al-Hikmah Joglo, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, pada Minggu (8/2) pagi. 

Baca Selengkapnya icon click

Energi Tanpa Batas, Nenek 83 Tahun Bawa Grup Angklung DKI Jakarta Juara PASH 2026

balitribune.co.id | Jakarta - Seorang nenek berusia 83 tahun bersama kelompoknya berkompetisi dengan 1.700 peserta lain mengikuti Pasanggiri Angklung Satu Hati (PASH). Ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) ini menjadi sarana kolaborasi mengekspresikan musik angklung secara modern, sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diakui dunia. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.